Sulut1news.com, Manado – Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (Pewarna) Sulawesi Utara menegaskan komitmennya untuk mengambil peran strategis dalam menjaga kerukunan dan stabilitas daerah. Hal ini tercermin dalam pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dan Focus Group Discussion (FGD) yang dihelat di Ruang Serbaguna Kantor Wali Kota Manado, Senin (19/10/2026).
Mengusung topik utama “Gereja dan Penguatan Ketahanan Sosial Kemasyarakatan di Sulawesi Utara” dengan sorotan subtema “Ketahanan Sosial Kemasyarakatan di Sulut, Kian Rapuh?”, forum ini mempertemukan unsur pemerintah, aparat penegak hukum, tokoh agama, serta insan pers untuk membedah dinamika sosial yang kian kompleks.
Sesi diskusi yang dipandu oleh Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama Kota Manado, Pdt. Meidy Tasik, berjalan interaktif. Dua narasumber kompeten dihadirkan sebagai pemantik, yakni Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Utara, Pdt. Thomas Renata Ticonuwu, dan Asisten Tindak Pidana Umum (Aspidum) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, Dr. Reinhart Tololiu, S.H., M.H.
Keduanya memaparkan berbagai tantangan sosial kontemporer yang memerlukan sinergi erat antara lembaga keagamaan, pemerintah, media, dan masyarakat guna merawat harmoni yang telah lama menjadi identitas bumi Nyiur Melambai.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Manado, dr. Steaven Dandel, yang hadir sekaligus membuka acara secara resmi, memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran Pewarna Sulut atas inisiatif menggelar forum bernas tersebut.
Menurut dr. Steaven, gagasan dan diskursus yang terbangun tidak boleh sekadar menjadi wacana di atas kertas, melainkan harus bermuara pada rekomendasi aplikatif yang bisa diadopsi oleh pemerintah daerah.
“Kami berharap dalam diskusi ini lahir solusi konkret bagi permasalahan sosial di Kota Manado. Pemerintah tentu siap mengakomodasinya menjadi kebijakan nyata untuk menyelesaikan berbagai persoalan di tengah masyarakat,” ungkap dr. Steaven saat membuka kegiatan.
Ia juga menyampaikan terima kasih atas kepedulian aktif organisasi pers dalam membantu pemerintah mengawal pembangunan dan ketahanan sosial.
Konsolidasi Organisasi dan Peran Kritis Pers
Sementara itu, Ketua Pewarna Sulawesi Utara, Sisco Manossoh, dalam laporan organisasinya menjelaskan bahwa Rakerda ini merupakan momentum krusial untuk mengevaluasi capaian program sekaligus merancang peta jalan (roadmap) organisasi ke depan.
Sisco merinci sejumlah agenda strategis yang dibahas dalam Rakerda, di antaranya:
Konsolidasi Kelembagaan: Memperkuat struktur kepengurusan di 15 kabupaten/kota se-Sulawesi Utara agar semakin solid.
Menggelar program pelatihan jurnalistik berkelanjutan guna mendongkrak profesionalisme anggota.
Sinergitas Pembangunan: Memperkuat komitmen mendukung program pemerintah, khususnya dalam pilar kerukunan dan toleransi beragama.
Menutup keterangannya, Sisco menegaskan bahwa Pewarna Sulut memegang teguh prinsip independensi sekaligus siap menjadi mitra strategis pemerintah yang objektif.
“Kami Pewarna Sulut siap menjadi mitra kritis dan konstruktif bagi pemerintah. Melalui karya jurnalistik yang profesional, kami ingin wartawan Nasrani di Sulawesi Utara tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi agen pembawa berkat bagi masyarakat,” pungkas Sisco.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran pengurus Pewarna dari berbagai daerah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta tokoh-tokoh agama setempat.






