Sulut1news.com, Manado, 9 April 2026 — Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menegaskan komitmen kuat menuju lompatan pembangunan jangka menengah melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027. Forum strategis yang digelar di Ruang Mapalus Kantor Gubernur Sulut ini menjadi panggung sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah, sekaligus penajaman arah transformasi Sulawesi Utara yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait serta Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus. Hadir pula jajaran kepala daerah, pimpinan DPRD, akademisi, hingga pelaku usaha, mempertegas Musrenbang sebagai forum inklusif penentu arah pembangunan daerah.
Fondasi Transformasi: Visi Gubernur Yulius Selvanus
Dalam sambutannya, Gubernur Yulius Selvanus menegaskan bahwa tahun 2027 menjadi momentum krusial peletakan fondasi transformasi Sulawesi Utara. Fokus pembangunan diarahkan pada:
- Penguatan tata kelola pemerintahan yang berintegritas
- Peningkatan kualitas sumber daya manusia
- Penguatan daya saing daerah di tingkat nasional dan global
- Ketahanan pangan, energi, dan air
- Stabilitas sosial menuju masyarakat yang aman dan nyaman
“Transformasi ini bukan sekadar target, tetapi langkah nyata untuk memastikan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Utara meningkat secara berkelanjutan,” tegasnya.
Secara makro, Pemprov menargetkan pertumbuhan ekonomi di kisaran 6,7–7,7 persen, penurunan kemiskinan hingga 5,02–5,42 persen, tingkat pengangguran terbuka 4,71–5,50 persen, serta PDRB per kapita mencapai Rp87–92 juta.
Sinkronisasi Pusat-Daerah Jadi Kunci
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menekankan pentingnya keselarasan perencanaan antara pemerintah daerah dan pusat, khususnya dalam mengimplementasikan program prioritas Presiden.
Ia mengingatkan bahwa sebagian besar daerah, termasuk kabupaten/kota di Sulut, masih bergantung pada transfer pusat. Di sisi lain, struktur belanja pegawai yang masih tinggi menjadi tantangan serius dalam optimalisasi pembangunan.
“Perlu strategi fiskal yang lebih adaptif. PAD harus ditingkatkan, dan belanja harus lebih produktif,” ujar Tito.
Ia juga menyoroti inflasi daerah yang dipicu komoditas seperti cabai rawit, mendorong gerakan pemanfaatan pekarangan sebagai solusi pengendalian harga.
15 Ribu Rumah Subsidi Disetujui
Salah satu hasil konkret Musrenbang datang dari sektor perumahan. Menteri PKP Maruarar Sirait menyetujui usulan pembangunan 15.000 unit rumah subsidi untuk Sulawesi Utara pada 2027.
Program ini menyasar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dengan berbagai kemudahan, antara lain:
- Pembebasan BPHTB
- PBG 0 persen
- PPN Ditanggung Pemerintah
- Skema FLPP dan pembiayaan mikro perumahan
Maruarar juga menekankan pentingnya peran aktif kepala daerah dalam mengawal implementasi program tersebut agar tepat sasaran.
“Jangan pasif. Kepala daerah harus proaktif agar masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya,” tegasnya.
Data dan Perencanaan Berbasis Fakta
Kepala BPS, Amalia Widyasanti, memaparkan kondisi ekonomi Sulut serta peluang pengembangan ke depan. Ia menekankan pentingnya kebijakan berbasis data dalam menghadapi tantangan global dan regional.
Sementara itu, Kepala Bappeda Sulut, Elvira Katuuk, mengungkapkan bahwa dari ratusan usulan pembangunan:
- 403 dari 695 usulan kabupaten/kota berhasil diakomodasi
- 491 dari 962 usulan pokok pikiran DPRD diserap
- 17 dari 78 usulan tematik stunting masuk prioritas
Hal ini menunjukkan proses seleksi ketat berbasis prioritas pembangunan dan kemampuan fiskal daerah.
Talkshow: Perkuat Sinergi dan Pengawasan
Pada sesi lanjutan, sejumlah narasumber nasional turut memberikan perspektif strategis, termasuk , , serta .
Diskusi menyoroti:
- Arah kebijakan RKP 2027
- Peran DPRD dalam perencanaan melalui pokok pikiran
- Pentingnya pengawasan persaingan usaha yang sehat
Penutup: Komitmen Bersama
Musrenbang ditutup dengan penandatanganan berita acara kesepakatan oleh seluruh perwakilan peserta, menandai komitmen bersama dalam mengawal pembangunan Sulawesi Utara ke depan.
Dengan sinergi pusat dan daerah yang semakin kuat, serta arah kebijakan yang terukur, Sulawesi Utara optimistis mampu menjadikan 2027 sebagai titik awal transformasi menuju daerah yang lebih maju, inklusif, dan berkelanjutan.
EL






