ManadoSulut

Operasi Ketupat Samrat 2026 Dimulai, 623 Personel dan 80 Pos Disiagakan Amankan Mudik Lebaran di Sulawesi Utara

177
×

Operasi Ketupat Samrat 2026 Dimulai, 623 Personel dan 80 Pos Disiagakan Amankan Mudik Lebaran di Sulawesi Utara

Sebarkan artikel ini

Sulut1news.com, Manado – Menjelang puncak arus mudik dan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, jajaran aparat keamanan di Sulawesi Utara memastikan kesiapan penuh dalam menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat. Hal ini ditandai dengan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Samrat 2026 yang digelar di Lapangan Mapolda Sulawesi Utara, Kamis (12/3/2026).

Apel tersebut dipimpin langsung oleh , didampingi serta , bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Apel gelar pasukan ini menjadi penanda dimulainya , operasi terpadu yang dirancang untuk memastikan kelancaran mobilitas masyarakat selama periode mudik dan perayaan Lebaran.

Sebelum apel dimulai, Gubernur Yulius bersama Kapolda Sulut melakukan peninjauan langsung barisan pasukan serta peralatan operasional yang akan digunakan selama operasi berlangsung. Pemeriksaan tersebut bertujuan memastikan kesiapan personel, kendaraan patroli, hingga perlengkapan pendukung pengamanan di lapangan.

Ratusan Personel dan Puluhan Pos Disiagakan

Berdasarkan data dari , sebanyak 623 personel gabungan Polri disiapkan untuk mengamankan berbagai titik strategis di wilayah Sulawesi Utara.

Baca Juga:  Victor Mailangkay: Sekolah Rakyat Bukan Sekadar Sekolah, Tapi Jalan Putus Rantai Kemiskinan

Selain personel, aparat juga mendirikan 80 pos pengamanan yang tersebar di jalur transportasi utama serta pusat aktivitas masyarakat. Pos-pos tersebut terdiri dari:

  • 48 Pos Pengamanan (Pospam) untuk menjaga stabilitas keamanan di titik rawan
  • 18 Pos Pelayanan (Posyan) untuk membantu kebutuhan pemudik
  • 14 Pos Terpadu sebagai pusat koordinasi lintas instansi

Pos-pos ini tidak hanya difungsikan sebagai titik pengamanan, tetapi juga sebagai pusat layanan bagi masyarakat, mulai dari bantuan kesehatan ringan hingga informasi perjalanan bagi para pemudik.

Lebaran Aman Butuh Sinergi Semua Pihak

Dalam arahannya, Gubernur Yulius Selvanus Komaling menekankan bahwa keberhasilan pengamanan Idul Fitri tidak hanya bergantung pada aparat keamanan, tetapi juga pada sinergi semua pihak, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat.

Menurutnya, momentum Lebaran merupakan saat penting bagi masyarakat untuk bersilaturahmi dengan keluarga, sehingga keamanan dan kenyamanan harus benar-benar dijaga.

Baca Juga:  MBG Jadi Penggerak Ekonomi Sulut, Pemprov Fokus Libatkan Potensi Lokal dan Wilayah Kepulauan

“Melalui apel gelar pasukan ini kita memastikan seluruh personel benar-benar siap menjalankan tugasnya. Saya berharap seluruh unsur yang terlibat dapat bekerja maksimal sehingga masyarakat Sulawesi Utara bisa menjalankan ibadah dan merayakan Idul Fitri dengan aman, nyaman, dan penuh kebahagiaan,” ujar Gubernur Yulius.

Operasi Terpadu Lintas Instansi

Sementara itu, Kapolda Sulut Irjen Pol Roycke Harry Langie menegaskan bahwa Operasi Ketupat Samrat merupakan operasi terpadu yang melibatkan berbagai instansi.

Selain Polri dan TNI, operasi ini juga melibatkan pemerintah daerah, , , Satpol PP, hingga unsur masyarakat.

“Yang utama adalah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat agar mudik berlangsung aman dan keluarga bisa merayakan Lebaran dengan bahagia. Itu menjadi arahan langsung dari Kapolri,” ujar Kapolda.

Fokus Pengamanan Darat, Laut hingga Ruang Digital

Operasi Ketupat Samrat 2026 dijadwalkan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Pengamanan tidak hanya difokuskan pada jalur transportasi darat, tetapi juga meliputi jalur laut dan udara yang menjadi akses utama mobilitas masyarakat di Sulawesi Utara.

Baca Juga:  Lolos Dramatis! Swiss Lengkapi Delapan Besar, Perempat Final Piala Dunia 2026 Siap Hadirkan Duel-Duel Raksasa

Selain itu, aparat juga akan melakukan patroli di kawasan permukiman guna mencegah tindak kriminal terhadap rumah warga yang ditinggalkan mudik.

Pengawasan juga diperluas hingga ke ruang digital untuk mengantisipasi penyebaran informasi hoaks maupun potensi gangguan keamanan yang dapat memicu keresahan masyarakat.

Di sisi lain, aparat akan memperketat pengawasan terhadap peredaran minuman keras, senjata tajam, petasan hingga narkotika, yang kerap meningkat selama momentum perayaan hari besar keagamaan.

Dengan kesiapan personel, dukungan lintas instansi, serta partisipasi masyarakat, pemerintah berharap perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah di Sulawesi Utara dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar, sehingga masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan penuh rasa aman dan kebahagiaan bersama keluarga.

(EL)