Sulut1news.com, Boltim – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) terus melaju kencang memacu roda pembangunan ekonomi dan transformasi layanan publik. Dua pilar utama kemajuan daerah, yakni pengendalian laju inflasi dan percepatan digitalisasi transaksi, menjadi fokus utama dalam pertemuan tingkat tinggi High Level Meeting (HLM) yang melibatkan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan serta Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Tahun 2026. Kegiatan strategis ini berlangsung di Lantai III Kantor Bupati Boltim, Tutuyan, Selasa (19/5/2026), dan dibuka secara resmi oleh Bupati Boltim, Oskar Manoppo SE MM.
Momen ini menjadi sangat krusial karena berbarengan dengan persiapan masyarakat menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Di bawah arahan Oskar Manoppo, pemerintah daerah menegaskan bahwa stabilitas ekonomi tidak bisa berdiri di atas satu kaki saja. Pengendalian harga dan kemajuan sistem digital harus berjalan beriringan, saling menguatkan, dan ditopang oleh sinergi solid seluruh pemangku kepentingan.
Antisipasi Lonjakan Harga: Empat Langkah Strategis Jaga Kestabilan
Dalam paparannya, Oskar Manoppo mengingatkan pola yang selalu berulang menjelang hari besar keagamaan: lonjakan permintaan pasar yang berpotensi mengerek harga kebutuhan pokok naik tajam. Komoditas utama yang dipantau ketat meliputi beras, bawang merah, dan cabai. Tantangan ini kian berat karena belakangan ini curah hujan yang cukup tinggi turut mempengaruhi hasil produksi pertanian dan kelancaran distribusi bahan pangan ke pasar-pasar daerah.
Untuk memastikan harga tetap terkendali dan ketersediaan barang aman, Pemkab Boltim mengerahkan strategi utama melalui empat langkah besar:
1. Menjaga Stabilitas Harga: Melakukan pemantauan rutin dan intervensi pasar jika diperlukan.
2. Memastikan Pasokan Aman: Mengamati ketersediaan stok di tingkat produsen hingga pedagang pengecer.
3. Lancarkan Distribusi: Mengatasi hambatan pengiriman barang antarwilayah, terutama ke daerah yang sulit dijangkau.
4. Perkuat Komunikasi: Membangun jaring informasi yang cepat dan akurat antara pemerintah pusat, daerah, serta kabupaten/kota tetangga.
“Kami tidak ingin masyarakat terbebani biaya hidup yang tinggi saat menjalani momen ibadah. Sinergi seluruh pihak adalah kunci agar kebutuhan pokok tetap terjangkau dan aman,” tegas Oskar.
Catatan Emas: Boltim Raih Nilai 94,4% & Peringkat 29 Se-Sulawesi
Di sisi lain, kabar membanggakan datang dari sektor transformasi digital. Berdasarkan hasil evaluasi Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) Semester II Tahun 2025, Kabupaten Boltim berhasil mencetak prestasi gemilang dengan meraih nilai 94,4 persen. Angka ini menempatkan Boltim di peringkat ke-29 dari 71 kabupaten se-Pulau Sulawesi.
Pencapaian ini bukanlah keberuntungan semata, melainkan buah kerja keras kolaborasi antara Pemkab Boltim, Bank Indonesia, sektor perbankan, dan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Sebagian besar transaksi keuangan daerah kini telah meninggalkan cara konvensional dan beralih ke sistem elektronik.
Berbagai program unggulan telah berjalan efektif, mulai dari pembayaran pajak dan retribusi daerah secara online, penerapan kode pembayaran QRIS di seluruh layanan publik, belanja daerah yang sepenuhnya non-tunai, hingga optimalisasi layanan perbankan digital.
Menurut Oskar Manoppo, dampak yang dirasakan sangat nyata. Sistem digital ini menjadi pagar utama transparansi dan akuntabilitas pengelolaan uang negara, sekaligus memberikan kemudahan luar biasa bagi masyarakat yang kini bisa membayar kewajiban daerah cukup dari genggaman tangan.
Tantangan ke Depan: Pemerataan Jaringan & Literasi Digital
Meski prestasi di atas kertas sangat membanggakan, Oskar mengakui perjalanan ini belum selesai. Masih ada sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan agar transformasi ini merata sampai ke pelosok desa. Tantangan utama meliputi pemerataan infrastruktur jaringan internet, peningkatan pemahaman masyarakat akan teknologi, penyatuan sistem pembayaran antarinstansi, serta penyempurnaan peta jalan implementasi ke depan.
“Ke depan, TP2DD akan terus memperluas kanal pembayaran digital, gencarkan edukasi ke masyarakat, dan mengoptimalkan penggunaan QRIS. Target kami jelas: nilai ETPD terus naik, hingga Boltim menjadi salah satu kabupaten terbaik dalam implementasi digitalisasi layanan publik, tidak hanya di Sulawesi, tapi juga di tingkat nasional,” ungkap Oskar penuh optimis.
Pertemuan strategis ini dihadiri lengkap oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulut, unsur Forkopimda, Kepala BPS Boltim, pimpinan Bank SulutGo Cabang Tutuyan, Perum BULOG Kancab Bolaang Mongondow, PLN Sektor Modayag, serta seluruh tim teknis TPID dan TP2DD. Kehadiran ini menegaskan tekad bersama menjadikan Bolaang Mongondow Timur sebagai daerah yang ekonominya kuat, harganya stabil, dan pelayanannya modern. (Ferry)






