Boltim

Bupati Oskar: Perbedaan Bukan Penghalang, Generasi Muda Boltim Harus Jadi Agen Perdamaian

118
×

Bupati Oskar: Perbedaan Bukan Penghalang, Generasi Muda Boltim Harus Jadi Agen Perdamaian

Sebarkan artikel ini

Sulut1news.com, Boltim – Bumi Perkemahan MTs Negeri III Bolaang Mongondow Timur menjadi saksi penutupan Perkemahan Moderasi Beragama III yang berlangsung penuh makna, Minggu (14/6/2026). Kegiatan ini bukan sekadar ajang berkumpul, melainkan ruang pembentukan karakter yang menggabungkan nilai kerukunan antarumat beragama, semangat kebangsaan, hingga kepedulian terhadap alam—menjadi bekal berharga bagi ratusan peserta pelajar MTs dan SMP se-kabupaten.

Penutupan dilakukan secara resmi oleh Bupati Bolaang Mongondow Timur, Oskar Manoppo, SE, MM, yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Pembimbing Cabang Gerakan Pramuka Boltim. Turut hadir memperkuat momen tersebut jajaran Forkopimda, Ketua DPRD Boltim, Kepala Kantor Kementerian Agama Boltim Dr. Hi. Aswin Kyai Demak, M.Pd.I, serta Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Boltim, Ny. Rosita Manoppo Pobela, SE, M.Si.

Baca Juga:  Wabup Argo Sumaiku Geram: Stunting Bukan Sekadar Kurang Gizi, Kolaborasi Lintas Sektor Harga Mati di Boltim

Sebelum upacara penutupan dimulai, terselenggara aksi simbolis yang sarat pesan: penanaman pohon bersama oleh Bupati dan Ketua Kwarcab Pramuka. Kegiatan ini bukan hanya bertujuan menghijaukan lingkungan, melainkan diibaratkan sebagai upaya menanam benih-benih kebaikan, kepedulian, dan tanggung jawab yang diharapkan terus tumbuh dalam diri generasi muda.

Dalam sambutannya, Bupati Oskar Manoppo menegaskan bahwa perkemahan ini memiliki nilai strategis yang jauh melampaui aktivitas rutin. Ia melihat adanya keselarasan yang kuat antara semangat kepramukaan dan nilai-nilai moderasi beragama yang sedang digalakkan pemerintah.

“Disiplin, tanggung jawab, cinta sesama, dan rasa memiliki terhadap tanah air yang diajarkan dalam pramuka, sejalan dengan semangat hidup rukun, saling menghormati, dan menjaga persatuan. Inilah yang kita butuhkan: generasi yang cerdas, berkarakter, dan mampu melihat perbedaan bukan sebagai pemisah, melainkan kekayaan yang mempererat persaudaraan,” tegasnya.

Baca Juga:  Oskar Manoppo Tegaskan: Pancasila Bukan Simbol, Tapi Ideologi Hidup Penjaga Keadilan Sosial

Bupati juga mengingatkan agar pengalaman berharga yang didapatkan selama berkemah tidak berhenti begitu saja. Ia mendorong para peserta untuk menjadi duta perdamaian di lingkungan masing-masing.

“Kalian telah hidup bersama, saling berbagi, dan saling menghormati meski berbeda latar belakang. Bawalah semangat ini pulang, sebarkan di sekolah, di lingkungan tempat tinggal, dan tunjukkan bahwa keberagaman adalah anugerah yang harus dijaga bersama,” pesannya.

Pemerintah Kabupaten Boltim menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan serupa di masa mendatang dengan skala yang lebih luas. Hal ini dinilai penting untuk memastikan tumbuhnya generasi yang tidak hanya unggul secara ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki fondasi moral yang kuat, mampu menolak paham sempit, dan menjadi penggerak utama terciptanya masyarakat yang harmonis dan damai.

Baca Juga:  Polres Boltim Gelar Upacara Sertijab, Kaderisasi Kualitas Pelayanan Publik Jadi Fokus Utama

Acara ditutup dengan pemberian penghargaan bagi peserta dan regu yang berprestasi, diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai kenangan kebersamaan yang akan terus dikenang. (Ferry)