ManadoSulutTerkini

POLRESTA MANADO BERI PERINGATAN TEGAS: “TAURAN ANTAR KAMPUNG TIDAK AKAN DITOLERIR LAGI”

527
×

POLRESTA MANADO BERI PERINGATAN TEGAS: “TAURAN ANTAR KAMPUNG TIDAK AKAN DITOLERIR LAGI”

Sebarkan artikel ini

Beberapa Anggota Polisi Juga Jadi Korban, Kasat Reskrim Minta Orang Tua Awasi Anak Muda

Sulut1news.com, Manado – Jumat (13/02/2026) – Serangkaian kejadian Tauran Antar Kampung (TARKAM) yang terus terjadi di wilayah hukum Polresta Manado menjadi perhatian serius pihak berwenang. Setelah beberapa kali memberikan imbauan, Polresta Manado kini mengeluarkan peringatan tegas bahwa tidak akan ada lagi ruang negosiasi bagi siapa pun yang terlibat dalam tindakan yang mengganggu ketertiban umum dan keamanan masyarakat.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polresta Manado AKP Elwin Kristanto, saat dihubungi melalui WhatsApp, mengungkapkan bahwa fenomena TARKAM telah mencapai tingkat yang sangat meresahkan, bahkan tidak hanya masyarakat awam yang terpengaruh tetapi juga beberapa anggota kepolisian yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut.

Baca Juga:  DPRD Sulut Gelar Rapat Paripurna, Sahkan Agenda Pembangunan Daerah

“Kejadian ini sudah sangat meresahkan – bahkan anggota kepolisian pun menjadi korban. Kami telah mendapatkan perintah tegas dari pimpinan untuk memberikan tindakan tegas dan terukur bagi setiap orang yang terlibat dalam TARKAM. Kami sudah sering mengimbau, namun jika masih ada yang melakukan, maka tidak akan ada toleransi lagi,” tegasnya.

Selain menegaskan akan penindakan yang tegas, AKP Elwin juga mengajak peran aktif seluruh orang tua dalam mencegah anak-anak muda terlibat dalam praktik yang merugikan ini.

“Saya mengimbau kepada semua orang tua agar selalu mengawasi anak-anak mereka. Jangan sampai mereka terjerumus ke dalam pergaulan yang tidak baik, yang tidak hanya merugikan diri sendiri dan orang lain tetapi juga dapat melanggar hukum,” pungkasnya.

Baca Juga:  Pemkot Manado Lakukan Penyegaran Birokrasi, Wawali Richard Sualang Lantik Pejabat Administrasi, Fungsional dan Kepala Sekolah

Pihak kepolisian menjelaskan bahwa TARKAM bukan hanya mengganggu ketertiban umum semata. Dampak yang ditimbulkan bisa jauh lebih parah, mulai dari kerugian materi yang signifikan hingga risiko korban jiwa. Anggota kepolisian yang bertugas menjaga keamanan juga tidak luput dari ancaman saat harus menangani peristiwa tersebut.

Komitmen Polresta Manado untuk mengakhiri praktik TARKAM juga menjadi panggilan bagi seluruh elemen masyarakat untuk bekerja sama. Kolaborasi antara kepolisian, orang tua, dan masyarakat luas dianggap sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif, khususnya bagi perkembangan generasi muda di Kota Manado.
( EL)