Ekonomi & BisnisJakartaNasional

Prabowo Gerak Cepat Antisipasi Gejolak Timur Tengah, Istana Matangkan Strategi Hemat Energi Nasional

148
×

Prabowo Gerak Cepat Antisipasi Gejolak Timur Tengah, Istana Matangkan Strategi Hemat Energi Nasional

Sebarkan artikel ini

Sulut1news.com, Jakarta – Presiden bergerak cepat merespons dinamika geopolitik global yang berpotensi mengguncang stabilitas energi nasional. Dalam rapat terbatas bersama jajaran menteri Kabinet Merah Putih di , Kamis (19/3/2026), Presiden menegaskan pentingnya langkah strategis penghematan energi lintas sektor sebagai bentuk mitigasi dini terhadap potensi krisis pasokan dan lonjakan harga energi dunia.

Pertemuan tersebut menyoroti meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah yang selama ini menjadi salah satu penopang utama pasokan energi global. Kondisi ini dinilai berisiko memicu fluktuasi harga minyak dan gas yang berdampak langsung pada perekonomian Indonesia.

Dalam arahannya, Presiden Prabowo menekankan bahwa efisiensi energi bukan sekadar kebijakan jangka pendek, melainkan bagian dari strategi besar memperkuat ketahanan energi nasional. Ia meminta kementerian terkait segera mengidentifikasi sektor-sektor prioritas yang memiliki konsumsi energi tinggi untuk dilakukan optimalisasi penggunaan.

Baca Juga:  PWI Larang Rangkap Jabatan, Buka Diskresi KTA, dan Ajak Donasi untuk Korban Banjir Sumatera

“Langkah penghematan harus terukur dan tepat sasaran, tanpa mengganggu produktivitas nasional,” tegas Presiden dalam rapat tersebut.

Fokus efisiensi disebut akan diarahkan pada sektor industri, transportasi, hingga penggunaan energi di lingkungan pemerintahan. Selain itu, pemerintah juga didorong untuk mempercepat diversifikasi energi, termasuk pemanfaatan energi baru dan terbarukan guna mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil impor.

Langkah ini sekaligus mencerminkan pendekatan preventif pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi domestik di tengah ketidakpastian global. Dengan strategi efisiensi yang terintegrasi, pemerintah berharap tekanan eksternal terhadap sektor energi dapat diminimalkan.

Sejumlah menteri yang hadir dalam rapat tersebut juga diminta untuk segera merumuskan kebijakan teknis serta skema implementasi di lapangan, termasuk kampanye nasional penghematan energi yang melibatkan masyarakat luas.

Baca Juga:  Perang Timur Tengah Melebar ke Siber: UE Sanksi Perusahaan China-Iran di Tengah Krisis Global

Di tengah tantangan global yang kian kompleks, langkah cepat pemerintah ini menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia bersiap menghadapi potensi krisis energi dengan pendekatan yang lebih adaptif, terukur, dan berkelanjutan.

(EL)