Sulut1news.com, Bogor – Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus beserta Wakil Gubernur Viktor Mailangkay menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar di Sentul International Convention Centre (SICC), Kabupaten Bogor, Senin (02/02/2026).
Kehadiran pasangan pemimpin Sulut ini tidak hanya sebagai bentuk dukungan terhadap agenda strategis nasional, tetapi juga untuk menyelaraskan fokus pembangunan daerah dengan delapan program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang menjadi tonggak ekonomi nasional tahun ini.
Tiba di lokasi sekitar pukul 06.15 WIB bersama unsur Forkopimda, Gubernur Yulius menyampaikan bahwa pembangunan Sulut tahun 2026 yang difokuskan pada penguatan sumber daya manusia (SDM), agrobisnis, dan pariwisata akan diintegrasikan dengan program nasional seperti ketahanan pangan, energi hijau, hingga akselerasi investasi.
“Kita tidak hanya menjalankan perintah pusat, tetapi akan menjadikan sektor unggulan Sulut sebagai bagian dari solusi nasional menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Gubernur Yulius saat menyapa awak media sebelum memasuki ruang pertemuan.
Rakornas yang mengusung tema “Sinergi Pusat dan Daerah dalam Implementasi Program Prioritas Presiden Menuju Indonesia Emas 2045” dibuka langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Dalam sambutannya, Presiden mengevaluasi kinerja pemerintahan tahun 2025 dan menyampaikan arah kebijakan pembangunan tahun depan, dengan penekanan pada sinkronisasi antara kebijakan pusat dan pelaksanaan di daerah.
Menurut Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, beberapa program yang berhasil dicapai pada tahun pertama masa jabatan Presiden akan terus diperkuat, sementara program yang belum optimal akan menjadi fokus peningkatan.
“Ada penekanan khusus agar setiap daerah mampu menerjemahkan kebijakan nasional sesuai karakteristik wilayah masing-masing, sehingga manfaat pembangunan bisa dirasakan secara merata,” jelasnya.
Sebagaimana telah diumumkan dalam Paripurna DPRD Sulut pada November 2025 lalu, sektor agrobisnis Sulut akan dihubungkan dengan program nasional ketahanan pangan melalui hilirisasi komoditas lokal seperti kopi, cengkeh, dan kelapa sawit. Sementara itu, pengembangan destinasi pariwisata Likupang akan didukung oleh program akselerasi investasi pusat, dan peningkatan kualitas SDM akan selaras dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pendidikan bermutu yang menjadi prioritas nasional.
Dihadiri lebih dari 4.011 peserta dari seluruh Indonesia, termasuk pimpinan kementerian/lembaga, kepala daerah, dan pimpinan DPRD, Rakornas tahun ini juga menjadi wadah untuk menyusun langkah konkrit keluar dari middle income trap dan mencapai pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menambahkan bahwa tahun 2026 merupakan tahun kedua pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, yang membutuhkan kolaborasi erat antara pusat dan daerah.
“Kita yakin, dengan menyelaraskan langkah antara program pusat dan potensi daerah, Sulut tidak hanya akan tumbuh secara mandiri tetapi juga berkontribusi signifikan pada kemajuan bangsa,” tegas Gubernur Yulius setelah mengikuti sesi pembahasan program strategis presiden.
(EL)






