Daerah

Ronald Kandoli: Pancasila Harus Hidup dalam Tindakan Nyata, Bukan Sekadar Tulisan

134
×

Ronald Kandoli: Pancasila Harus Hidup dalam Tindakan Nyata, Bukan Sekadar Tulisan

Sebarkan artikel ini

Sulut1news.com, Mitra – Suasana penuh khidmat dan semangat kebangsaan menyelimuti Halaman Kantor DPRD Kabupaten Minahasa Tenggara pada Senin (1/6/2026). Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, sebuah momen sakral yang dimanfaatkan untuk memperkokoh persatuan, merawat nilai kebangsaan, dan menegaskan komitmen mengamalkan ideologi negara dalam setiap sendi kehidupan bermasyarakat.

Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa”, upacara ini dipimpin langsung oleh Bupati Minahasa Tenggara, Ronald Kandoli, selaku Inspektur Upacara, sementara kendali jalannya upacara dipercayakan kepada Danramil Belang, Kapten Inf Noby Rori. Kehadiran unsur pimpinan daerah sangat lengkap, di antaranya Wakil Bupati Fredy Tuda, Ketua DPRD Sophia Antou, Wakapolres Mitra, perwakilan Dandim 1302/Minahasa, Sekretaris Daerah David Lalandos, para kepala OPD, camat, serta seluruh aparatur sipil negara, menunjukkan persatuan yang solid di wilayah ini.

Baca Juga:  Dominasi Remaja Kotamobagu di Grand Final Duta Cegah Stunting, Rindah Gaib: Bukti Potensi Besar Kita

Dalam amanat resmi Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang dibacakannya, Bupati Ronald Kandoli menegaskan posisi strategis Pancasila sebagai ideologi yang hidup dan terus relevan menjawab tantangan zaman, bukan sekadar simbol atau hafalan belaka. Pancasila disebut sebagai fondasi utama penjaga keutuhan bangsa sekaligus pijakan kokoh dalam mewujudkan perdamaian dunia dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Pesan paling tegas disampaikan agar nilai‑nilai luhur tersebut tidak hanya berhenti di atas kertas atau terpajang di dinding. “Jangan biarkan nilai‑nilai Pancasila hanya menjadi tulisan di dinding atau sekadar materi dalam buku sejarah. Nilai‑nilai tersebut harus hadir dalam tindakan nyata dan menjadi pedoman dalam setiap aspek kehidupan,” tegas Ronald membacakan amanat tersebut. Ia juga mengingatkan seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjadikan Pancasila sebagai benteng utama melawan ancaman paham radikalisme dan intoleransi yang dapat merusak harmoni keberagaman.

Baca Juga:  Hadiri Rakernas PSI di Makassar, Jokowi: "Target Besar Perlu Mesin Politik yang Besar

Lebih jauh, Bupati Ronald menekankan bahwa roh Pancasila harus tercermin nyata dalam kebijakan pemerintahan. Ia mengingatkan agar setiap program dan keputusan publik yang diambil pemerintah daerah senantiasa berpihak pada kepentingan rakyat dan berlandaskan prinsip keadilan sosial. Pembangunan yang disusun harus mampu dirasakan manfaatnya secara merata, tanpa ada satu pun lapisan masyarakat yang tertinggal.

Menjadikan peringatan ini semakin bermakna, rangkaian kegiatan berlanjut dengan momen yang membawa dampak langsung bagi aparatur dan masyarakat. Bupati Ronald Kandoli secara simbolis menyerahkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan kepada Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), langkah strategis untuk memperkuat kualitas pelayanan publik di daerah.

Selain itu, bentuk apresiasi nyata juga diberikan kepada pemerintah kecamatan melalui penyerahan penghargaan bagi para pemenang lomba kebersihan antar‑kecamatan. Penghargaan ini bukan sekadar hadiah, melainkan dorongan semangat agar semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan hidup terus tumbuh subur, sejalan dengan nilai luhur Pancasila.

Baca Juga:  PLN Energize SUTT Blangpidie–Tapak Tuan, Aceh Selatan Lepas dari Ketergantungan PLTD

Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini menjadi bukti nyata bahwa di bawah kepemimpinan Ronald Kandoli, Minahasa Tenggara tidak hanya merayakan seremonial belaka, melainkan mengubah nilai‑nilai dasar negara menjadi kebijakan yang adil, pelayanan yang lebih baik, dan lingkungan yang asri demi kesejahteraan bersama. (Ferry)