Sulut1news.com, Manado – Panti Werdha Damai, yang berlokasi di Kelurahan Ranomut, Kota Manado, luluh lantak dilalap si jago merah pada Minggu malam (29/12/2025). Tragedi memilukan ini merenggut nyawa 16 orang lansia yang terjebak dalam kobaran api.
Menanggapi bencana kemanusiaan tersebut, Wakil Ketua DPRD Sulawesi Utara, Royke Anter, SE.ME langsung turun ke lokasi kejadian pada Senin (30/12/2025) tak lama setelah menyelesaikan agenda Rapat Paripurna.
Tiba di lokasi, politisi Partai Demokrat ini tampak terpukul menyaksikan sisa-sisa bangunan yang kini hanya menyisakan puing hitam. Di tengah aroma hangus yang masih menyengat, Royke berinteraksi langsung dengan warga sekitar dan petugas yang sedang melakukan pembersihan.
”Ini terjadi di momen Natal, saat seharusnya semua orang bersukacita. Ini adalah kejadian yang tidak terduga dan sangat tidak diinginkan oleh siapa pun,” ujar Royke dengan nada bicara yang berat karena rasa prihatin.
Kehadiran Royke di tengah masyarakat Ranomut bukan sekadar kunjungan formalitas. Sebagai wakil rakyat, ia mengaku terdorong oleh rasa kemanusiaan yang mendalam.
”Saya datang karena rasa prihatin dan kesedihan yang mendalam. Sebagai sesama warga masyarakat dan juga sebagai wakil rakyat, hati saya hancur melihat kondisi ini. Kepada keluarga korban, saya sampaikan duka cita yang paling dalam. Kami turut merasakan luka yang bapak dan ibu alami,” terangnya.
Tragedi yang menewaskan 14 wanita dan 2 pria lanjut usia ini menjadi catatan kelam bagi sistem keamanan fasilitas sosial di daerah. Royke Anter menegaskan bahwa simpati saja tidak cukup; harus ada langkah konkret dari pemangku kebijakan.
Sebagai langkah politik, Royke menyatakan akan menggerakkan Fraksi Partai Demokrat di DPRD untuk menyuarakan bantuan darurat.
”Ini adalah tugas dan tanggung jawab kami. Saya sebagai anggota Fraksi Partai Demokrat akan menugaskan partai untuk menyuarakan dan meminta kepada pemerintah, baik Pemerintah Kota Manado maupun Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, supaya bertindak cepat,” tegasnya. (Mars).






