Sulut1news.com, Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa penguatan nilai tukar rupiah pada Selasa (27/1/2026) tidak hanya didorong oleh terpilihnya Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Menurutnya, faktor utama yang mendorong pergerakan positif mata uang nasional berasal dari langkah kebijakan BI yang dinilai semakin efektif dalam menjaga stabilitas nilai tukar.
“Bukan karena Pak Thomas saja, memang langkah bank sentral (BI) sudah lebih baik daripada yang sebelumnya saya pikirkan. Kan itu kita serahkan semuanya ke bank sentral untuk mengendalikan nilai tukar, dan kita percaya mereka mampu – dalam waktu sebentar saja rupiah sudah menguat,” ujar Purbaya dalam acara Indonesia Fiscal Forum (IFF) 2026 di Jakarta, Selasa siang.
RUPIAH TERCATAT MENGUAT 0,08% PER DOLAR AS
Sebagaimana catatan pasar, pada Selasa sore, nilai tukar rupiah di pasar spot menguat 12 poin atau sekitar 0,08% menjadi Rp 16.768 per dolar AS. Pergerakan positif ini dinilai sebagai hasil kombinasi antara faktor domestik dan sentimen global yang mendukung.
Selain kebijakan BI, Menteri Purbaya juga menyoroti pengaruh dinamika pasar mata uang internasional. Ia menilai kecenderungan pelemahan dolar AS dan penguatan yen Jepang – yang didorong oleh upaya kebijakan terkoordinasi di tingkat global – turut memberikan dampak positif bagi rupiah.
“Apalagi kalau saya lihat dolar akan cenderung dilemahkan di pasar global, yen dikuatkan. Act concerted effort seperti itu biasanya berpengaruh ke nilai tukar dolar dan mata uang lain dalam jangka waktu yang cukup panjang,” jelasnya.
RUPIAH DIPRAKARSai UNGGUL LEBIH LANJUT
Dengan kombinasi kebijakan moneter yang tepat dan dukungan sentimen global, Purbaya meyakini nilai tukar rupiah masih memiliki ruang untuk menguat lebih lanjut dari level saat ini. Dukungan tersebut juga diperkuat oleh upaya fiskal yang terus dilakukan Kementerian Keuangan untuk memperkuat fondasi perekonomian nasional.
“Fondasi akan membaik terus ke depan dan investor melihat itu, sehingga mereka masuk ke sini dan rupiah ikut menguat dengan signifikan,” tutur Menteri Purbaya.
Dari sisi fiskal, ia menjelaskan bahwa pihaknya terus fokus memastikan berbagai program ekonomi berjalan efektif, yang pada akhirnya akan meningkatkan kepercayaan investor terhadap ekonomi Indonesia.
THOMAS DJIWANDONO RESMI JADI DEPUTI GUBERNUR BI
Sebagai informasi terpisah, Thomas Djiwandono yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan resmi terpilih sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia untuk periode 2026-2031. Meskipun tidak menjadi faktor utama penguatan rupiah kali ini, kedatangannya di BI dinilai akan memberikan kontribusi pada kebijakan moneter yang lebih terintegrasi antara fiskal dan moneter.
Tim Sulut1news






