Ekonomi & BisnisJakarta

RUPIAH MENGUAT, MENKEU: “BUKAN HANYA KARENA THOMAS DJIWANDONO”

62
×

RUPIAH MENGUAT, MENKEU: “BUKAN HANYA KARENA THOMAS DJIWANDONO”

Sebarkan artikel ini

Sulut1news.com, Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa  menegaskan bahwa penguatan nilai  tukar rupiah pada Selasa (27/1/2026)  tidak hanya didorong oleh terpilihnya Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Menurutnya, faktor utama yang  mendorong pergerakan positif mata uang nasional berasal dari langkah kebijakan BI yang dinilai semakin efektif  dalam menjaga stabilitas nilai tukar.

“Bukan karena Pak Thomas saja,  memang langkah bank sentral (BI) sudah  lebih baik daripada yang sebelumnya saya pikirkan. Kan itu kita  serahkan semuanya ke bank sentral  untuk mengendalikan nilai tukar, dan kita percaya mereka mampu – dalam waktu sebentar saja rupiah sudah menguat,” ujar Purbaya dalam acara Indonesia Fiscal Forum (IFF) 2026 di Jakarta, Selasa siang.

Baca Juga:  Ramadan Berdarah: Pakistan Gempur Afghanistan, Puluhan Warga Sipil Tewas

RUPIAH TERCATAT MENGUAT 0,08% PER DOLAR AS

Sebagaimana catatan pasar, pada Selasa sore, nilai tukar rupiah di pasar spot menguat 12 poin atau sekitar 0,08% menjadi Rp 16.768 per dolar AS. Pergerakan positif ini dinilai sebagai hasil kombinasi antara faktor domestik dan sentimen global yang mendukung.

Selain kebijakan BI, Menteri Purbaya juga menyoroti pengaruh dinamika pasar mata uang internasional. Ia menilai kecenderungan pelemahan dolar AS dan penguatan yen Jepang – yang didorong oleh upaya kebijakan terkoordinasi di tingkat global – turut memberikan dampak positif bagi rupiah.

“Apalagi kalau saya lihat dolar akan cenderung dilemahkan di pasar global, yen dikuatkan. Act concerted effort seperti itu biasanya berpengaruh ke nilai tukar dolar dan mata uang lain dalam jangka waktu yang cukup panjang,” jelasnya.

Baca Juga:  Wagub Victor Temui Massa, Bahas Lahan dan Infrastruktur

RUPIAH DIPRAKARSai UNGGUL LEBIH LANJUT

Dengan kombinasi kebijakan moneter yang tepat dan dukungan sentimen global, Purbaya meyakini nilai tukar rupiah masih memiliki ruang untuk menguat lebih lanjut dari level saat ini. Dukungan tersebut juga diperkuat oleh upaya fiskal yang terus dilakukan Kementerian Keuangan untuk memperkuat fondasi perekonomian nasional.

“Fondasi akan membaik terus ke depan dan investor melihat itu, sehingga mereka masuk ke sini dan rupiah ikut menguat dengan signifikan,” tutur Menteri Purbaya.

Dari sisi fiskal, ia menjelaskan bahwa pihaknya terus fokus memastikan berbagai program ekonomi berjalan efektif, yang pada akhirnya akan meningkatkan kepercayaan investor terhadap ekonomi Indonesia.

THOMAS DJIWANDONO RESMI JADI DEPUTI GUBERNUR BI

Baca Juga:  Grace Natalie: PSI Kawal Pemerintahan Prabowo-Gibran Sampai Akhir

Sebagai informasi terpisah, Thomas Djiwandono yang sebelumnya menjabat  sebagai Wakil Menteri Keuangan resmi  terpilih sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia untuk periode 2026-2031. Meskipun tidak menjadi faktor utama  penguatan rupiah kali ini,  kedatangannya di BI dinilai akan memberikan kontribusi pada kebijakan moneter yang lebih terintegrasi antara fiskal dan moneter.

Tim Sulut1news