Mitra

Semarak HUT ke-19 Mitra: Busana Batik “Rumah Kita” Warnai Perayaan, Kandoli: Warisan Budaya Harus Tetap Hidup

119
×

Semarak HUT ke-19 Mitra: Busana Batik “Rumah Kita” Warnai Perayaan, Kandoli: Warisan Budaya Harus Tetap Hidup

Sebarkan artikel ini

Sulut1news.com, Mitra – Suasana penuh warna, kebanggaan, dan kekayaan budaya mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) tahun 2026. Salah satu puncak acara yang paling dinanti dan menyedot perhatian publik adalah lomba Busana Batik bertema “Rumah Kita”. Ajang kreativitas ini bukan sekadar pertunjukan mode, melainkan wujud nyata kecintaan masyarakat terhadap identitas daerah, yang melibatkan peserta dari berbagai generasi, mulai dari anak usia dini hingga aparatur sipil negara.

Kegiatan yang digelar Sabtu (23/05/2026) ini berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Penyerahan hadiah kepada para pemenang dilakukan langsung oleh Bupati Minahasa Tenggara, Ronald Kandoli, didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Mitra, Stefa Kandoli Antou. Turut hadir menyemarakkan momen istimewa ini Wakil Bupati, Fredy Tuda, bersama Wakil Ketua TP PKK, Sandra Tuda Kindangen, S.Th., M.Pd, serta sejumlah pimpinan daerah dan masyarakat luas.

Di atas panggung, kebanggaan terpancar dari wajah para pemenang saat menerima penghargaan. Lomba ini dinilai sangat istimewa karena mampu mengemas kekayaan motif dan desain batik khas daerah dalam balutan kreativitas modern, membuktikan bahwa warisan leluhur tetap relevan dan indah dipadukan dengan selera zaman kini.

Baca Juga:  Capt. Remly Kandoli Pimpin Desa Bersatu Minahasa Tenggara, Siap Jadi Mitra Strategis Pemda

Generasi Muda Tampil Memukau
Di jenjang pendidikan Taman Kanak-Kanak, peserta tampil menggemaskan sekaligus percaya diri. Gelar juara pertama berhasil diraih oleh Nur Kasih Usman Poiyo dari TPQ Nurulyaqin, Kecamatan Belang, yang sukses memukau dewan juri lewat penampilan dan pemilihan busana batik yang apik. Posisi kedua ditempati Abigail Watania dari TK Elshaday Selatan, Kecamatan Touluaan Selatan, sementara juara ketiga jatuh kepada Geona Korompis dari TK Eben Haezer, Kecamatan Tombatu Timur.

Persaingan semakin ketat dan berwarna di kategori Sekolah Dasar (SD). Untuk kategori perempuan, Elnara Losa dari SD GMIM 362 Minanga, Kecamatan Pusomaen, unggul dan keluar sebagai juara pertama. Posisi kedua diraih Lovely B. A. Sambiki dari SD Inpres Tombatu 2.

Sementara itu, di kategori laki-laki, ketampanan dan kepercayaan diri Rafi Kandoli dari SD GMIM Ratahan membuatnya layak menyabet gelar juara pertama. Di posisi kedua, tampil mengesankan Kendi Manuel Mamahit dari SDN 1 Tombatu.

Memasuki tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), kreativitas peserta semakin terlihat matang dan berani bereksplorasi. Mereka menggabungkan unsur tradisional dengan gaya kekinian namun tetap tidak kehilangan jati diri budaya lokal. Gabriela Lalihatu dari SMPN 1 Ratahan tampil memukau dan menjadi juara pertama kategori perempuan. Di kategori laki-laki, Putra Supit dari SMPN 4 Tombatu tak terbendung dan keluar sebagai pemenang utama.

Baca Juga:  Ronald Kandoli: Festival Band Bhayangkara Wadah Lahirkan Bakat Musik Hingga Tingkat Nasional

Kekuatan SMPN 4 Tombatu semakin kokoh saat pasangan Putra Supit dan Olive Sumendap dinobatkan sebagai juara pertama kategori Pasangan. Keduanya dinilai sangat kompak, harmonis, dan mampu menampilkan pesona busana batik dengan sangat elegan.

Kategori SKPD: Kompetisi Ketat Penuh Makna
Pertarungan prestisius terjadi pada kategori antar-Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), yang menjadi sorotan utama acara. Pada kategori Atribut Lengkap, penampilan Sefryan Uway dan Rachel S. T. Laloan mewakili Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) dinilai paling sempurna dan lengkap, sehingga berhak menyabet juara pertama.

Sementara itu, pada kategori Kreativitas, inovasi tertinggi ditunjukkan oleh Sekretariat Daerah. Diwakili oleh Kredo Mantik Pakasi dan Novia Wen Kalengkongan, pasangan ini sukses memadukan desain dan konsep busana yang unik, kreatif, dan penuh makna, membawa pulang piala juara pertama.

Baca Juga:  Fernando Rorimpandey Kawal Ketat Persiapan Natal dan Kunci Taong KKK 2026, Momentum Perkuat Iman dan Identitas Kawanua

Ronald Kandoli: Budaya Harus Hidup di Setiap Generasi
Bupati Ronald Kandoli dalam sambutannya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta, juri, dan panitia. Baginya, lomba Busana Batik “Rumah Kita” bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan bukti nyata bahwa nilai-nilai luhur budaya daerah masih sangat dicintai dan dijaga dengan baik oleh masyarakat Minahasa Tenggara.

“Saya sangat bangga melihat antusiasme luar biasa ini. Mulai dari anak-anak, remaja, hingga bapak ibu di lingkungan pemerintahan, semua hadir dan menampilkan yang terbaik. Ini membuktikan bahwa budaya lokal kita tidak mati, tidak tersimpan rapi di lemari, tapi terus hidup, berkembang, dan dicintai oleh seluruh generasi,” ujar Ronald Kandoli dengan penuh kebanggaan.

Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara berharap, melalui perayaan HUT ke-19 ini, semangat pelestarian budaya dan kreativitas masyarakat semakin tumbuh subur. Batik dan segala kekayaan budaya daerah diharapkan terus menjadi identitas yang kuat, yang menyertai langkah pembangunan Mitra menuju daerah yang maju, berdaya saing, namun tetap berakar kuat pada jati diri leluhur.
(Ferry)