Sulut1news.com, Ratahan – Semangat muda bergema keras di Soekarno Legislative Hall, Ratahan, Senin (8/6/2026). Bupati Minahasa Tenggara, Ronald Kandoli, secara resmi membuka Festival Band Bhayangkara 2026—sebuah kompetisi musik yang tercatat sebagai yang pertama kali digelar di daerah ini. Kegiatan yang diprakarsai Polres Minahasa Tenggara dalam rangka Hari Bhayangkara ini bukan sekadar ajang hiburan, melainkan ruang strategis untuk menyalurkan bakat sekaligus membentengi generasi muda dari pengaruh buruk.
Di bawah arahan Kapolres AKBP Handoko Sanjaya, acara ini disiapkan sebagai momentum penting bagi perkembangan seni dan budaya di wilayah Bumi Paslaten. Sejak pagi, antusiasme masyarakat sudah terlihat jelas; ratusan penonton memadati tempat, siap menyaksikan delapan grup band unggulan yang tampil dengan gaya dan karakter musik masing-masing. Suara alat musik yang merdu, sorak dukungan penonton, dan suasana persaingan yang sehat menciptakan atmosfer yang hangat dan penuh semangat.
Dalam sambutannya, Bupati Ronald Kandoli memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Polres dan panitia yang telah berinisiatif menghadirkan wadah positif ini. Baginya, festival musik memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar tontonan. Ini adalah sarana mencetak talenta sekaligus membangun jati diri anak muda.
“Festival ini menjadi ruang kreasi yang sangat berharga. Kami berharap di sini lahir musisi-musisi berbakat yang kelak bisa mengharumkan nama Minahasa Tenggara, bahkan berkiprah hingga tingkat nasional maupun internasional,” ujar Bupati yang akrab disapa RK itu.
Lebih jauh, ia menekankan peran penting kegiatan seni sebagai benteng pertahanan sosial. Di tengah tantangan zaman yang membawa berbagai godaan, menyalurkan energi lewat jalur kreatif terbukti menjadi cara ampuh menjauhkan generasi muda dari bahaya narkoba, judi daring, hingga kenakalan remaja lainnya.
“Ketika anak muda sibuk mengembangkan bakatnya, mereka akan memiliki tujuan hidup yang jelas dan terhindar dari hal-hal yang merusak masa depan. Inilah yang kami harapkan dari kegiatan ini,” tegasnya.
Bupati juga mengingatkan agar setiap peserta tidak hanya berfokus pada kemenangan semata. Nilai sportivitas, persaudaraan, dan saling menghargai harus tetap dijunjung tinggi sepanjang acara berlangsung. “Tampilkan kemampuan terbaik, jaga sikap, dan pererat tali persaudaraan. Itulah kemenangan yang sesungguhnya,” tambahnya.
Acara pembukaan yang berlangsung meriah ini turut dihadiri oleh sejumlah pimpinan daerah dan unsur Forkopimda. Hadir antara lain Wakil Bupati Fredy Tuda, Ketua DPRD Minahasa Tenggara Sophia Antou beserta Wakil Ketua Tonny Lasut, Kepala Kejaksaan Negeri Albertus Roni Santoso, perwakilan Dandim 1302 Minahasa, serta Ketua TP PKK Ny. Stefa Kandoli Antou dan Ketua Bhayangkari Cabang Mitra Ny. Dena Handoko.
Dengan terselenggaranya festival perdana ini, diharapkan tradisi positif ini terus dilanjutkan menjadi agenda tahunan. Lebih dari sekadar kompetisi, Festival Band Bhayangkara 2026 menjadi bukti nyata bahwa seni dan kreativitas adalah kunci membangun generasi yang berkarakter, berprestasi, dan membawa dampak positif bagi kemajuan daerah. (Ferry)






