Sulut

Tahlis Gallang: Birokrat Senior Andalan dalam Seleksi Sekprov Sulut dengan Sistem Manajemen Talenta

292
×

Tahlis Gallang: Birokrat Senior Andalan dalam Seleksi Sekprov Sulut dengan Sistem Manajemen Talenta

Sebarkan artikel ini

Sulut1news.com,  Manado – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) membuat gebrakan baru dalam proses seleksi Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov). Untuk pertama kalinya, sistem Manajemen Talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) diterapkan, menandai tonggak penting dalam reformasi birokrasi di daerah yang dikenal dengan sebutan Bumi Nyiur Melambai ini.

Penerapan sistem Manajemen Talenta ASN ini merupakan tindak lanjut dari rekomendasi Badan Kepegawaian Negara (BKN). Langkah ini menegaskan komitmen Pemprov Sulut terhadap prinsip meritokrasi, di mana kompetensi, kinerja, dan rekam jejak menjadi dasar utama dalam penempatan pejabat, mengesampingkan faktor-faktor subjektif yang kerap menjadi sorotan dalam proses birokrasi.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sulawesi Utara, Olivia Theodore, menjelaskan bahwa seleksi saat ini memasuki tahap wawancara kompetensi teknis yang dilakukan langsung oleh Komite Talenta. Metode asesmen yang digunakan berbasis pada bukti kinerja, dengan fokus penilaian mencakup aspek kepemimpinan, inovasi, kemampuan strategis, serta kesiapan menghadapi berbagai tantangan di bidang birokrasi, ekonomi, dan pembangunan daerah.

Baca Juga:  Gubernur Yulius Siapkan Beasiswa ASN Berprestasi, Tegaskan Eselon III Jadi Ujung Tombak Kemajuan Sulut

“Hasil wawancara ini akan menjadi penentu utama dalam memilih figur Sekprov Sulut yang mampu menjawab tantangan pemerintahan secara komprehensif,” ujar Olivia pada hari Rabu (11/2/2026).

Di tengah proses seleksi yang ketat ini, perhatian publik tertuju pada sosok Tahlis Gallang, seorang birokrat senior yang dikenal memiliki pengalaman panjang dan matang di lingkungan pemerintahan. Tahlis menjadi salah satu kandidat yang mengikuti tahapan wawancara penentuan.

Informasi yang dihimpun, Tahlis Gallang menghadapi persaingan sengit dari sejumlah kandidat kuat dengan latar belakang pendidikan doktor serta alumni Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas). Meskipun demikian, rekam jejak dan jam terbang Tahlis di birokrasi dinilai menjadi modal penting dalam seleksi berbasis manajemen talenta ini.

Baca Juga:  Kerugian Negara Hampir Rp 686 Juta, DJP Suluttenggomalut Serahkan Tersangka Kasus Pajak ke Kejari Palu

Sistem Manajemen Talenta ASN, sebagaimana yang digariskan oleh BKN, dirancang untuk menciptakan pengelolaan karier ASN yang objektif, transparan, dan adil. Setiap ASN dipetakan dan dipromosikan berdasarkan kompetensi serta kinerja nyata yang telah ditunjukkan. Sistem ini diibaratkan sebagai “talent scout” dalam dunia sepak bola, yang mencari figur terbaik berdasarkan performa di lapangan, bukan popularitas semata.

Dengan penerapan Manajemen Talenta, seleksi Sekprov Sulut kali ini bukan hanya sekadar menentukan satu nama untuk mengisi jabatan tertinggi birokrasi daerah. Lebih dari itu, proses ini menjadi cerminan dari arah baru reformasi birokrasi di Bumi Nyiur Melambai, yang mengedepankan meritokrasi dan transparansi dalam pengelolaan sumber daya manusia.

Baca Juga:  Rektor Oktovian: Kekuatan dari Dalam Harus Diterjemahkan Menjadi Dampak Nyata bagi Masyarakat

(ELVIS)