Sulut1news.com, Jakarta, 18 Februari 2026 – Tak sekadar menghadirkan listrik andal, mempertegas perannya sebagai agen pembangunan berkelanjutan. Sepanjang 2025, melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PLN menjangkau 701.938 penerima manfaat lewat 1.627 program di 38 provinsi.
Program tersebut menyerap 34.408 tenaga kerja dan melibatkan 23.335 pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK), menciptakan dampak ekonomi yang signifikan di berbagai daerah.
Direktur Utama PLN, , menegaskan bahwa TJSL PLN dirancang berbasis creating shared value (CSV) agar selaras dengan target Sustainable Development Goals (SDGs).
“PLN tidak hanya menghadirkan listrik yang andal, tetapi juga menjadi agen transformasi sosial yang aktif mendorong kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Di sektor pendidikan, PLN menghadirkan program beasiswa, digitalisasi sekolah, hingga kolaborasi dapur bergizi bersama TNI yang memproduksi 3.900 porsi makanan sehat per hari bagi anak sekolah, ibu hamil, dan balita.
Dalam pemerataan energi, lebih dari 8.000 keluarga prasejahtera di 12 provinsi telah menikmati sambungan listrik gratis sepanjang 2025, memperluas akses produktivitas dan pendidikan.
Komitmen lingkungan juga diperkuat melalui 53 program penghijauan dengan penanaman lebih dari 145 ribu pohon, serta pembangunan ratusan titik sarana air bersih dan sanitasi bagi 15.265 penerima manfaat.
Sementara itu, penguatan UMK dilakukan melalui 26 Rumah BUMN dan 8 UMK HUB. Sebanyak 9.275 UMK kini terdaftar dalam dashboard PLN Peduli dan mendapatkan pendampingan, sertifikasi, hingga akses pameran.
Tak hanya itu, PLN juga sigap dalam penanganan bencana di sejumlah wilayah Indonesia dengan memulihkan kelistrikan sekaligus menyalurkan bantuan kemanusiaan.
Dengan capaian tersebut, PLN menegaskan transformasi energi yang dijalankan tak hanya menerangi negeri, tetapi juga memperkuat ekonomi rakyat dan menjaga keberlanjutan lingkungan.
Redaksi Sulut1News






