Sulut

Tragedi kebakaran Panti Jompo Sulut: 16 Nyawa tergerus, Gubernur Serahkan Rp250 juta untuk Bangkit Kembali

239
×

Tragedi kebakaran Panti Jompo Sulut: 16 Nyawa tergerus, Gubernur Serahkan Rp250 juta untuk Bangkit Kembali

Sebarkan artikel ini

Sulut1news.com, Manado, 31 Desember 2025 – Tragedi menyayat hati melanda Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) ketika kebakaran hebat menghantam Panti Werdha Damai Ranomuut, Kecamatan Paal Dua, Kota Manado, pada malam hari 28 Desember 2025 sekitar pukul 22.00 WITA. Insiden yang diduga terjadi karena korsleting listrik ini tidak hanya merenggut nyawa 16 lansia penghuni tetap, tetapi juga meninggalkan dampak mendalam bagi keluarga korban dan seluruh masyarakat Sulut. Di tengah lautan duka ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Gubernur Yulius Selvanus (YSK) bergerak cepat dengan menyalurkan bantuan tunai senilai Rp250 juta untuk mendukung proses pemulihan pasca-musibah.

Api yang cepat menyebar akibat struktur bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu membuat evakuasi menjadi sangat sulit. Dari total korban jiwa, 15 di antaranya mengalami luka bakar parah sampai sulit dikenali. Saat ini, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulut sedang bekerja maksimal untuk mengidentifikasi jenazah melalui tes DNA, sementara empat jenazah telah berhasil diakui berdasarkan ciri fisik dan data keluarga yang ada. Pemerintah Kota Manado telah resmi merilis daftar nama korban, yang merupakan lansia berusia antara 70 hingga 90 tahun.

Baca Juga:  Kepemimpinan Yulius Selvanus Ubah Tantangan Jadi Kekuatan: Inflasi Sulut Terendah di Sulawesi

Selain korban jiwa, beberapa penghuni lain yang menderita luka dan saat ini menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara Manado. Fasilitas panti yang telah berdiri selama bertahun-tahun ini hampir seluruhnya hangus dilalap api, membuat pengelola harus berjuang keras untuk menata kembali segala sesuatunya.

Gubernur Yulius Selvanus yang dikenal dekat dengan rakyat, secara langsung memerintahkan Wakil Gubernur Victor Mailangkay untuk menyerahkan bantuan tersebut secara langsung pada 30 Desember 2025. Melalui pesan yang disampaikan Wagub, Gubernur menegaskan komitmen pemerintah untuk selalu berada di sisi masyarakat paling membutuhkan terutama kelompok rentan seperti lansia.

“Pemerintah tidak boleh berjarak dengan penderitaan rakyat, terutama bagi para lansia yang menjadi kelompok paling rentan,” ucap Gubernur melalui Wagub Victor.

Baca Juga:  Resmi Terpilih: Tiga Pasang Paskibraka Sulut Ditetapkan Gubernur YSK, Siap Harumkan Nama Kampung Halaman Presiden

Dalam acara penyerahan yang dihadiri sejumlah pejabat tinggi, antara lain Asisten I Setda Provinsi Sulut Denny Mangala, Kepala BKAD Clay Dondokambey, Kepala BPBD Sulut, Plt Kepala Dinas Sosial Andra Mawuntu, Plt Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Vera Maya Pinontoan, serta Walikota Manado Andrei Angouw,

Wagub Victor menyampaikan bahwa musibah ini adalah duka bersama seluruh masyarakat Sulawesi Utara.

“Ini bukan sekadar musibah kebakaran biasa, tetapi luka bagi kita semua. Bapak Gubernur dan seluruh jajaran Pemerintah Provinsi turut berduka atas kepergian 16 orang tua kita dalam tragedi ini,” ujarnya. Ia menambahkan, bantuan yang diberikan diharapkan dapat memberikan dukungan bagi pemulihan fisik dan psikis para penyintas serta memberikan rasa aman bagi mereka yang akan kembali menjalani kehidupan di panti.

Walikota Andrei Angouw yang sebelumnya telah mengunjungi korban di rumah sakit juga menyampaikan komitmen pemerintah kota untuk bekerja sama dengan provinsi dalam menangani dampak dari tragedi ini.

Baca Juga:  Mudik Lebaran Makin Hijau, PLN Siapkan 47 SPKLU di Jalur Strategis Suluttenggo

Ulva Sumual, pimpinan Panti Werdha Damai Ranomuut yang masih dalam keadaan terpukul, menyambut bantuan dengan penuh haru. Menurutnya, dukungan dari Gubernur YSK bukan hanya sekadar bantuan materi, tetapi juga menjadi kekuatan untuk bangkit dari keputusasaan.

“Di saat kami berduka dan kehilangan arah, kepedulian Bapak Gubernur YSK menjadi kekuatan bagi kami untuk kembali bangkit. Bantuan ini sangat berarti untuk memulihkan keadaan kami,” ujar Ulva dengan suara bergetar.

Aksi cepat pemerintah provinsi dalam memberikan bantuan menjadi contoh nyata solidaritas dan kepedulian kemanusiaan di masa sulit. Selain itu, insiden ini juga mengingatkan pentingnya memperkuat perlindungan dan keamanan bagi lansia serta evaluasi terhadap keselamatan fasilitas sosial serupa di seluruh Sulut.
ELVIS