Sulut1news.com, Manado – Momentum pasca peringatan dimanfaatkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara untuk menegaskan peran strategis perempuan dalam pembangunan daerah. Gubernur Sulut, , secara resmi melantik Ketua dan Pengurus Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Sulut masa bakti 2026–2031, yang dirangkaikan dengan pengukuhan Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Sulut, Rabu (22/4/2026) di .
Menariknya, dua organisasi strategis ini kini berada di bawah kepemimpinan satu figur, —sebuah langkah yang dinilai dapat memperkuat sinergi antara pemberdayaan perempuan dan pengembangan seni keagamaan di daerah.
Dalam arahannya, Gubernur menegaskan bahwa perempuan Sulut tidak lagi sekadar pelengkap, melainkan aktor utama dalam akselerasi pembangunan. Ia menyebut para pengurus yang baru dilantik sebagai representasi “Kartini masa kini” yang hadir dengan kapasitas, dedikasi, dan daya dorong perubahan.
“Perempuan hari ini bukan hanya kuat di rumah tangga, tapi juga menjadi motor penggerak pembangunan daerah. Ini adalah energi besar yang harus dikelola dengan baik,” tegasnya.
Lebih dari sekadar seremoni, pelantikan ini menjadi titik awal penegasan standar kerja organisasi yang berorientasi pada kinerja dan integritas. YSK mengingatkan bahwa jabatan dalam organisasi bukan simbol, melainkan amanah yang menuntut komitmen nyata.
Ia secara khusus menyoroti LPPD Sulut yang akan menghadapi agenda nasional penting, termasuk kompetisi paduan suara tingkat nasional di pada Juni mendatang, serta rencana pelaksanaan Pesparawi tingkat nasional di Sulut pada Oktober 2026.
“Ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Ini soal prestasi dan nama baik daerah. Persiapan harus matang, pembinaan harus serius, dan tidak boleh ada praktik yang mencederai kepercayaan seperti KKN,” tegasnya.
Dengan jumlah pengurus yang mencapai 90 orang, Gubernur juga mengingatkan pentingnya kerja kolektif yang aktif dan produktif. Ia menolak pola organisasi yang hanya kuat di struktur, namun lemah dalam implementasi.
Kepemimpinan tunggal di BKOW dan LPPD diharapkan mampu menghadirkan pendekatan yang lebih terintegrasi—tidak hanya memperkuat kapasitas perempuan, tetapi juga mendorong lahirnya prestasi di bidang seni dan keagamaan yang mampu mengharumkan nama Sulawesi Utara di tingkat nasional bahkan internasional.
Menutup sambutannya, Gubernur mengajak seluruh pengurus untuk membangun kolaborasi erat dengan pemerintah daerah serta menjaga semangat pelayanan.
“Selamat bekerja. Tunjukkan bahwa organisasi ini benar-benar hadir dan berdampak bagi masyarakat Sulawesi Utara,” pungkasnya.
(EL)






