SulutTerkini

Pariwisata Sulut Melejit di Awal 2026, Wisman Tembus 7.550 Kunjungan

163
×

Pariwisata Sulut Melejit di Awal 2026, Wisman Tembus 7.550 Kunjungan

Sebarkan artikel ini

Sulut1news.com,  Manado – Sektor pariwisata Sulawesi Utara (Sulut) menunjukkan lonjakan signifikan di awal tahun 2026. Berdasarkan data (BPS) Sulut, jumlah wisatawan mancanegara (wisman) mencapai 7.550 kunjungan sepanjang Januari 2026, meningkat tajam 34,61 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Capaian ini menjadi sinyal kuat bangkitnya pariwisata Sulut sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi baru di kawasan timur Indonesia. Di bawah kepemimpinan , sektor pariwisata ditempatkan sebagai prioritas strategis pembangunan daerah, sejalan dengan arahan Presiden .

Sulut yang dikenal sebagai “Bumi Nyiur Melambai” kini semakin diperhitungkan sebagai destinasi unggulan di kawasan Pasifik, didukung kekayaan alam, budaya, serta konektivitas yang terus diperkuat.

Mayoritas wisman masuk melalui dengan total 7.549 kunjungan. Hal ini menunjukkan optimalisasi peran pintu gerbang udara internasional Sulut yang terus didorong pemerintah daerah.

Baca Juga:  MERAH PUTIH PANAHAN SULUT OPEN GUBERNUR CUP 2026: MANADO SIAP JADI PANGGUNG PENEMUAN BINTANG BARU OLAHRAGA NEGARA

Dari sisi asal negara, wisatawan masih didominasi pasar Asia Timur:

  • Tiongkok: 3.977 kunjungan (52,68%)
  • Korea Selatan: 2.990 kunjungan (39,60%)
  • Singapura: 89 kunjungan (1,18%)

Meski demikian, upaya diversifikasi pasar mulai menunjukkan hasil. Wisatawan dari Amerika Serikat dan Eropa seperti Jerman dan Inggris mulai mengalami peningkatan, seiring strategi promosi internasional yang lebih agresif dan pembukaan akses penerbangan langsung.

Tak hanya wisman, pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) juga tumbuh solid. Sepanjang Januari 2026, tercatat 1.232.868 perjalanan wisnus ke Sulut, naik 15,04 persen secara tahunan.

masih menjadi destinasi utama dengan 289.974 perjalanan. Namun tren positif terlihat dari semakin meratanya distribusi kunjungan:

  • Kabupaten Minahasa: 201.728 perjalanan
  • Minahasa Utara: 151.437 perjalanan
Baca Juga:  Sulut di Ambang Krisis Anggaran? Efisiensi TKD Mengancam Pembangunan, Peran Strategis Tetty Paruntu dan Golkar Diharapkan

Pemerataan ini mencerminkan strategi pengembangan pariwisata berbasis wilayah, sehingga dampak ekonomi dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Destinasi unggulan seperti , , hingga kawasan super prioritas terus menjadi magnet utama wisatawan.

Dari sisi industri perhotelan, kinerja juga menunjukkan perbaikan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang mencapai 40,32 persen, naik 2,78 poin dibandingkan Januari 2025.

Sementara itu, rata-rata lama menginap wisatawan asing di hotel berbintang meningkat menjadi 2,40 hari. Ini menandakan kualitas layanan, fasilitas akomodasi, serta paket wisata yang ditawarkan semakin kompetitif.

Pemerintah Provinsi Sulut menargetkan sektor pariwisata sebagai tulang punggung ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. Tidak hanya mendorong kunjungan, tetapi juga membuka lapangan kerja, menggerakkan UMKM, serta menjaga kelestarian lingkungan dan budaya lokal.

Baca Juga:  Gubernur YSK Wujudkan “Budaya Hidup”: Museum Sulut Direvitalisasi Jadi Ikon Wisata Edukatif Baru

Gubernur Yulius Selvanus menegaskan, pengembangan pariwisata merupakan bagian dari strategi besar pembangunan daerah.

“Pariwisata adalah perintah dari Bapak Presiden. Kita harus kerja keras agar Sulawesi Utara semakin maju dan sejahtera,” ujarnya.

Dengan capaian awal tahun yang impresif, Sulawesi Utara optimistis menatap 2026. Potensi besar—mulai dari wisata bahari kelas dunia, kekayaan kuliner Minahasa, hingga destinasi baru—menjadi modal kuat untuk bersaing di tingkat nasional dan internasional.

Lonjakan ini bukan sekadar angka, melainkan bukti bahwa Sulut sedang bergerak cepat menjadi salah satu pusat pariwisata unggulan Indonesia di gerbang Pasifik.

(EL)