ManadoSulut

Gempa M7,6 Guncang Sulut: Pemprov Gerak Cepat Aktifkan Posko Darurat

212
×

Gempa M7,6 Guncang Sulut: Pemprov Gerak Cepat Aktifkan Posko Darurat

Sebarkan artikel ini

Sulut1news.com, Manado – Gempa bumi dahsyat berkekuatan Magnitudo 7,6 mengguncang wilayah Sulawesi Utara pada Kamis pagi (2/4/2026) pukul 05.48 WIB (06.48 WITA), memicu kepanikan luas serta kerusakan di sejumlah daerah.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa berada di laut, sekitar 129 kilometer tenggara Kota Bitung, dengan kedalaman berkisar antara 18 hingga 62 kilometer. Guncangan kuat dirasakan di Manado, Tomohon, Minahasa, hingga menjalar ke sebagian wilayah Maluku Utara.

Warga berhamburan keluar rumah saat gempa terjadi, menyelamatkan diri dari potensi runtuhan bangunan. Situasi sempat mencekam setelah BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk wilayah pesisir Sulawesi Utara dan Maluku Utara.

Pemantauan menunjukkan adanya kenaikan muka air laut di beberapa titik, antara lain Halmahera Barat (0,3 meter) dan Bitung (0,2 meter), serta kenaikan lebih signifikan di wilayah Minahasa Utara dan Belang. Meski status peringatan tsunami telah dicabut, masyarakat tetap diminta waspada terhadap potensi gempa susulan.

Baca Juga:  DPRD Sulut Setujui Tahap Lanjut Ranperda APBD 2026, Ini Penjelasan Lengkap Gubernur

Korban dan Kerusakan Infrastruktur

Hingga siang hari, dilaporkan satu korban jiwa di Kelurahan Sario Utara, Kota Manado, akibat tertimpa reruntuhan bangunan. Sejumlah warga lainnya mengalami luka-luka, termasuk korban patah kaki akibat melompat dari bangunan saat gempa berlangsung.

Kerusakan infrastruktur terjadi di berbagai titik, meliputi Kantor Wali Kota Manado, RS Bethesda Tomohon, Hall B KONI Sulut, rumah ibadah, serta permukiman warga di Bitung, Tomohon, dan Kabupaten Minahasa. Beberapa bangunan dilaporkan mengalami retak berat hingga roboh sebagian.

Respons Cepat dan Terkoordinasi

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus bersama Wakil Gubernur Victor Mailangkay langsung bergerak cepat melakukan penanganan darurat secara terkoordinasi.

Baca Juga:  Malam Bersejarah: Gubernur Sulut Jamu Delegasi Korsel, LoI Eastar Jet Buka Gerbang Pariwisata Timur RI

Sejumlah langkah strategis segera dijalankan, di antaranya:

  • Mengaktifkan posko tanggap darurat dan Pusdalops untuk pemantauan situasi secara real-time.
  • Koordinasi lintas sektor bersama BMKG, BNPB, BPBD, serta TNI dan Polri guna mempercepat evakuasi dan distribusi bantuan.
  • Evakuasi warga pesisir ke lokasi aman, termasuk penyediaan tempat pengungsian dengan fasilitas dasar.
  • Pendataan korban dan kerusakan di seluruh wilayah terdampak sebagai dasar penanganan lanjutan.
  • Penguatan komunikasi publik, termasuk imbauan agar masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.

Gubernur Yulius Selvanus juga telah melaporkan kejadian ini kepada Menteri Dalam Negeri RI, sekaligus menginstruksikan perhatian khusus bagi keluarga korban, termasuk pemberian bantuan dan pendampingan.

Baca Juga:  Bukan Sekadar Kibarkan Merah Putih, Yulius Selvanus Titip Kehormatan Sulut kepada Paskibraka 2026

Fokus Pemulihan dan Kesiapsiagaan

Pemprov Sulut menegaskan komitmen penuh untuk mempercepat pemulihan pascabencana, terutama pada infrastruktur vital dan pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi. Bantuan logistik serta tenaga medis terus disalurkan ke wilayah terdampak.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa Sulawesi Utara berada di kawasan rawan gempa dan tsunami, sehingga kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam meminimalkan risiko bencana.

Masyarakat diimbau untuk terus mengikuti informasi resmi dari BMKG dan pemerintah daerah, serta tetap siaga terhadap kemungkinan gempa susulan.

(EL)