Terkini

AS Tingkatkan Mobilitas Pertahanan Udara Patriot di Timur Tengah, Ketegangan dengan Iran Meningkat

53
×

AS Tingkatkan Mobilitas Pertahanan Udara Patriot di Timur Tengah, Ketegangan dengan Iran Meningkat

Sebarkan artikel ini

Sulut1news.com Jakarta – Amerika Serikat (AS) telah melakukan penyesuaian strategis pada pasukan militernya di kawasan Timur Tengah dengan memasang sistem pertahanan udara Patriot pada peluncur bergerak di Pangkalan Udara al-Udeid, Qatar. Langkah ini yang terungkap melalui analisis citra satelit terbaru menunjukkan fokus AS pada fleksibilitas militer di tengah ketegangan yang semakin memanas dengan Iran sejak awal Januari 2026.

Patriot Dapat Dikerahkan ke Lokasi Alternatif dalam Waktu Singkat

Pangkalan al-Udeid yang menjadi markas utama militer AS di kawasan itu menunjukkan perubahan signifikan ketika dibandingkan citra satelit Januari dan awal Februari. Sejumlah rudal Patriot kini terpasang pada Truk Taktis Mobilitas Berat M983 (HEMTT), menggantikan konfigurasi semi-statis sebelumnya.

“Keputusan untuk melakukan hal itu memberi rudal Patriot mobilitas yang jauh lebih besar,” jelas analis citra forensik dari Contested Ground, William Goodhind, seperti dikutip Reuters pada Kamis (12/2/2026). “Artinya rudal tersebut dapat dipindahkan ke lokasi alternatif atau diposisikan ulang dengan kecepatan yang lebih tinggi, sesuai dengan dinamika situasi lapangan.”

Baca Juga:  Mudik Lebaran 2026 Jadi Momentum, Transaksi SPKLU PLN Tembus Rekor Tertinggi

Hingga Selasa waktu setempat, belum dapat dipastikan apakah sistem rudal tersebut masih berada pada kendaraan bergerak, dan juru bicara Pentagon belum memberikan klarifikasi resmi terkait penyesuaian ini.

Penambah Kekuatan Udara Merata di Beberapa Pangkalan Strategis

Selain perubahan pada sistem Patriot, analisis citra satelit juga mengungkapkan peningkatan jumlah dan jenis pesawat militer di berbagai pangkalan AS dan sekutunya di kawasan:

– Pangkalan Udara Al-Udeid, Qatar: Pada 1 Februari, tercatat satu pesawat intai RC-135, tiga C-130 Hercules, 18 tanker KC-135 Stratotanker, dan tujuh C-17 – meningkat dari 14 KC-135 dan dua C-17 pada 17 Januari. Sebanyak 10 sistem Patriot terlihat dipasang pada HEMTT.
– Pangkalan Udara Muwaffaq, Yordania: Citra 2 Februari menunjukkan kekuatan yang beragam, antara lain 17 F-15E, delapan A-10 Thunderbolt, empat C-130, serta empat helikopter tak teridentifikasi di satu lokasi. Di lokasi lain, tercatat satu C-17, satu C-130, dan empat pesawat perang elektronik EA-18G Growler yang tidak terlihat pada citra 25 Januari.
– Pangkalan Pangeran Sultan, Arab Saudi: Terlihat satu C-5 Galaxy dan satu C-17 pada 2 Februari, berbeda dengan lima C-130 pada 6 Desember lalu.
– Pangkalan Lain: Di Diego Garcia, tercatat penambahan tujuh pesawat pada 6 Februari dibandingkan 31 Januari. Sementara di Pangkalan Dukhan, Oman, juga terlihat peningkatan jumlah pesawat antara 25 Januari dan 10 Februari.

Baca Juga:  Pengadaan 105 Ribu Mobil Koperasi Rp 24,66 T, DPR Minta Utamakan Produk Dalam Negeri

Trump: Diplomasi Tetap Prioritas, Tapi Jalan Lain Bisa Dibuka

Peningkatan postur militer ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump kembali mengancam akan mengambil tindakan tegas terkait program nuklir dan rudal balistik Iran, serta dukungan Teheran terhadap kelompok sekutu di kawasan. Namun, Trump menegaskan bahwa upaya diplomatik masih berlangsung.

Dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Washington pada Rabu (11/2), Trump menekankan posisi AS: “Tidak ada kesepakatan pasti yang dicapai selain saya bersikeras bahwa negosiasi dengan Iran harus dilanjutkan untuk melihat apakah kesepakatan dapat dicapai atau tidak,” ucapnya seperti dikutip AFP.

Iran Siap Balas Serangan, Miliki Kompleks Rudal Bawah Tanah

Baca Juga:  Resmi Nahkodai KONI Manado, Sualang Bidik 10 Besar PON 2028

Sebagai tanggapan, Iran sebelumnya telah memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap wilayahnya akan mendapatkan pembalasan, termasuk dengan menargetkan pangkalan AS di kawasan. Teheran juga mengklaim telah menambah persediaan rudalnya setelah konflik dua pekan pada musim panas lalu, ketika Israel membom fasilitas nuklir dan target militer Iran, yang diikuti oleh tindakan AS.

Iran diketahui memiliki kompleks rudal bawah tanah di beberapa lokasi strategis seperti dekat Teheran, Kermanshah, Semnan, dan wilayah pesisir Teluk. Selain itu, kapal induk drone Angkatan Laut Iran, IRIS Shahid Bagheri, terpantau melalui citra satelit pada 27 Januari dan kembali terlihat pada 10 Februari di perairan sekitar 5 kilometer dari Bandar Abbas.

Redaksi Sulut1News
Sumber: CNBC Indonesia