InternasionalJakarta

Babak Baru Hubungan AS–Iran: MoU Damai Diteken Elektronik, Pembukaan Selat Hormuz Jadi Titik Terang

109
×

Babak Baru Hubungan AS–Iran: MoU Damai Diteken Elektronik, Pembukaan Selat Hormuz Jadi Titik Terang

Sebarkan artikel ini

Sulut1news.com, Jakarta – Sebuah langkah bersejarah di kancah geopolitik global tercatat setelah Amerika Serikat dan Iran dikabarkan menandatangani nota kesepahaman (MoU) damai secara elektronik. Penandatanganan ini menjadi tonggak setelah perundingan yang berlangsung alot dalam berbagai putaran sebelumnya.

Berdasarkan informasi dari sumber pejabat AS yang disampaikan kepada Reuters dan AFP, dokumen tersebut telah ditandatangani secara digital oleh Presiden AS Donald Trump, Wakil Presiden JD Vance, serta Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf. Seorang pejabat senior AS menyatakan, keputusan penandatanganan elektronik ini menunjukkan keseriusan dan dedikasi Presiden Trump untuk segera mengakhiri ketegangan yang telah berlangsung lama.

“Presiden ingin menandatanganinya secara langsung sebagai bentuk komitmen kuatnya membawa permasalahan ini menuju penyelesaian yang sukses,” ungkap pejabat tersebut.

Baca Juga:  Konflik Iran–Israel Berpotensi Melebar ke Teluk Persia, Ancaman Baru bagi Stabilitas Energi Dunia

Meskipun pemerintah Iran belum merilis pernyataan resmi, sinyal positif telah disampaikan Ghalibaf melalui akun media sosial X-nya. Ia menyebut negaranya telah mengambil “langkah besar menuju kemenangan akhir”—sebuah pernyataan yang secara luas dipahami sebagai referensi atas tercapainya kesepakatan damai ini.

Menurut keterangan Trump di media sosial, kesepakatan ini memuat sejumlah poin krusial: pencabutan blokade ekonomi AS terhadap Iran, komitmen penghentian pertempuran di seluruh wilayah termasuk Lebanon, serta pembukaan kembali Selat Hormuz yang selama ini menjadi titik panas perdagangan dunia.

“Setelah penandatanganan resmi nanti, Selat Hormuz akan dibuka secara bebas tanpa tarif bagi kapal yang melintas. Pembersihan ranjau di jalur tersebut juga akan segera dilakukan,” tulis Trump.

Baca Juga:  Pakistan–Afghanistan Perang Terbuka! Kabul dan Kandahar Dibombardir, Ketegangan Memuncak

Penandatanganan secara fisik dan resmi dijadwalkan akan dilaksanakan di Swiss pada Jumat, 19 Juni 2026 mendatang, dengan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif yang berperan sebagai mediator utama. Hingga saat ini, detail teknis dan klausul lengkap isi perjanjian belum dipublikasikan secara terbuka.

Kesepakatan ini menjadi perhatian dunia mengingat Selat Hormuz merupakan jalur vital yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak global. Jika berjalan lancar, kesepakatan ini diproyeksikan tidak hanya meredakan ketegangan di Timur Tengah, tetapi juga menstabilkan kembali harga energi dunia dan membuka peluang baru bagi aliran perdagangan internasional.

Sulut1news.com