Bitung

Cuaca Ekstrem Ganggu Suplai Air Bitung: Direktur Alfred Pimpin Langsung Normalisasi Sumber Air Tendeki

24
×

Cuaca Ekstrem Ganggu Suplai Air Bitung: Direktur Alfred Pimpin Langsung Normalisasi Sumber Air Tendeki

Sebarkan artikel ini

Sulut1news.com, Bitung – Cuaca ekstrem yang melanda Kota Bitung sejak Rabu (27/5/2026) membawa dampak serius terhadap sistem penyediaan dan distribusi air bersih yang dikelola Perumda Air Minum Duasudara. Hujan lebat disertai angin kencang mengakibatkan pendangkalan sumber air baku, gangguan pada sejumlah unit pompa, serta tersumbatnya jalur distribusi, sehingga pelayanan ke sejumlah wilayah pemukiman terhenti atau menurun drastis.

Segera setelah kondisi cuaca mulai membaik pada Kamis pagi (28/5/2026), manajemen dan seluruh tenaga teknis Perumda Air Minum Duasudara langsung bergerak cepat. Tidak hanya mengerahkan tim lapangan, Direktur Utama Alfred Salindedo SE MM bahkan turun langsung memimpin operasi pemulihan dan pembersihan di titik paling kritis, yaitu sumber air baku dan pengambilan air (intake) Tendeki yang tertimbun tumpukan pasir dan lumpur terbawa arus air bah.

Alfred Salindedo menjelaskan bahwa cuaca buruk menjadi penyebab utama terganggunya seluruh rantai pelayanan. Air hujan yang melimpah menggerus tanah dan membawa sejumlah besar material padat yang kemudian mengendap dan menutupi saluran masuk air serta fasilitas pengolahan. Hal ini langsung menurunkan kapasitas produksi air bersih sekaligus mengganggu kinerja peralatan mekanis seperti pompa-pompa pelayanan.

Baca Juga:  Bedah Rumah untuk Nelayan Wangurer Barat Diresmikan, Kolaborasi TNI–Pemkot Bitung Hadirkan Harapan Baru

“Seketika setelah hujan reda, seluruh kekuatan teknis kami dikerahkan sepenuhnya ke lapangan. Kami bekerja sekuat tenaga melakukan pembersihan, perbaikan, serta pengembalian fungsi infrastruktur yang terdampak. Fokus utama kami satu: mempercepat pemulihan layanan agar kebutuhan paling mendasar masyarakat akan air bersih dapat segera terpenuhi kembali,” tegas Alfred saat mendampingi tim teknis di lokasi pekerjaan.

Kondisi paling berat tercatat di lokasi sumber air baku Tendeki. Di sana, tim harus bekerja ekstra keras, menggabungkan tenaga manusia dan peralatan pendukung untuk mengangkat dan membuang tumpukan pasir serta endapan yang menutupi akses air masuk. Proses ini memakan waktu dan tenaga lebih banyak karena harus dilakukan secara hati-hati agar tidak merusak struktur fasilitas yang ada.

“Di lokasi Tendeki ini endapan pasir dan lumpur sangat tebal dan luas. Kami harus membersihkannya secara bertahap, sebagian dengan tenaga kerja langsung dan sebagian lagi menggunakan alat berat. Kami sangat berharap masyarakat memahami situasi ini, sebab gangguan terjadi di luar kendali kami akibat kondisi alam yang ekstrem. Namun kami jamin, tidak ada satu pun personel yang berhenti bekerja sampai kondisi kembali normal,” tambahnya.

Baca Juga:  Kota Bitung dalam Situasi Darurat: Wartawan Ditembak Panah Wayer, PWI dan Warga Desak Tindakan Tegas Aparat

Akibat dampak yang meluas, ada beberapa titik distribusi utama yang mengalami gangguan, sehingga berdampak langsung pada wilayah pelayanannya:

✅ Wilayah layanan Pompa Timur 150 Pinokalan: Meliputi Perumahan Beverly, Perumahan Glory Residence, Perumahan Paron, Perumahan Regina, Lorong Cendana, Primkop, Rizky Girian Indah, Clifford, hingga kawasan Glory Land.

✅ Wilayah layanan Pompa Timur 250 Pinokalan: Meliputi kawasan Giper Lama, Mangga Dua Bawah dan Atas, Perumnas Blok C, Perumahan Risky Wangurer Lama, Perumahan Risky Wangurer Residence, Perumnas Blok F (Bagian Muka dan Belakang), SMP Kristen, serta kawasan Lembeh Permai.

✅ Wilayah layanan Bak 500 Danowudu: Meliputi sebagian wilayah Pinokalan Bawah, Perumahan Griya Permata Asri Pinokalan, Perumahan Villa Pinokalan, sebagian kawasan Aspol, Kompleks Gereja Immanuel Pinokalan, hingga kawasan depan Aspol Pinokalan.

✅ Wilayah layanan SPL Sagerat: Meliputi kawasan Rizky Ardinata, Asri Dua, KNPI, Patung Kuda, Kompleks Perkantoran Samsat, Ruko di belakang SPBU Tangkoko, hingga kawasan Sari Plaza.

Baca Juga:  TULUDE BITUNG 2026: "HARMONY IN DIVERSITY" HIDUP DI RITUAL SAKRAL – WALIKOTA HENGKY TERIMA GELAR ADAT KESEMPURNAAN

Perumda Air Minum Duasudara memastikan proses pemulihan dilakukan secara bertahap namun terus berjalan maksimal dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang dimiliki. Tim teknis juga tetap disiagakan selama 24 jam dan melakukan pemantauan rutin terhadap kondisi infrastruktur, mengingat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) masih memprediksi potensi cuaca ekstrem berlanjut dalam beberapa waktu ke depan.

“Kami tetap berpegang teguh pada komitmen memberikan pelayanan terbaik. Setiap petugas kami terus bekerja di lapangan tanpa mengenal waktu istirahat yang panjang, agar distribusi air bersih ke rumah-rumah warga dapat pulih secepat dan selancar mungkin. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap bijak dalam menggunakan air selama masa pemulihan ini berlangsung,” pungkas Alfred Salindedo.

Langkah cepat dan kehadiran langsung pimpinan perusahaan di lokasi strategis ini menjadi bukti nyata bahwa pelayanan publik tetap menjadi prioritas utama, bahkan saat menghadapi tantangan yang berat akibat bencana alam.
(Manueke)