Bitung

Tingkatkan Kemampuan Ganda: Ditpolairud Polda Sulut Asah Keahlian SAR Darat di Hutan Batuputih, Bersiap Hadapi Segala Medan

42
×

Tingkatkan Kemampuan Ganda: Ditpolairud Polda Sulut Asah Keahlian SAR Darat di Hutan Batuputih, Bersiap Hadapi Segala Medan

Sebarkan artikel ini

Sulut1news.com, Bitung – Menjawab tantangan tugas kepolisian yang kian dinamis dan kompleks, Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulawesi Utara terus mematangkan kemampuan operasional anggotanya. Bukan hanya andal di atas air, namun juga mumpuni saat bertugas di daratan. Hal ini dibuktikan melalui pelaksanaan latihan gabungan Pencarian dan Pertolongan atau Search and Rescue (SAR) wilayah darat yang digelar di kawasan hutan Taman Wisata Alam Batuputih, Kota Bitung, Rabu (21/05/2026).

Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen peningkatan kualitas sumber daya manusia, di mana fokus utamanya adalah kesiapsiagaan dalam menangani korban kecelakaan maupun bencana alam, khususnya dalam situasi darurat yang menuntut kecepatan, ketepatan, dan ketelitian tinggi. Sebanyak 194 personel yang merupakan gabungan unsur satuan kerja internal Ditpolairud serta jajaran Kepolisian Resor se-Sulawesi Utara, turut ambil bagian aktif dalam pemantapan kemampuan ini.

Sebelum turun ke medan sesungguhnya, seluruh peserta terlebih dahulu dibekali materi krusial mengenai Bantuan Hidup Dasar (BHD). Materi ini disampaikan langsung oleh unsur Kedokteran Kepolisian (Dokpol). Penekanan diberikan pada kemampuan memberikan pertolongan pertama bagi korban yang mengalami gangguan pernapasan, henti jantung, hingga kondisi kritis lainnya sebelum mendapatkan penanganan medis lanjutan. Keahlian ini menjadi modal utama, karena detik-detik awal penanganan sangat menentukan keselamatan nyawa manusia.

Baca Juga:  YSK Dorong Ekosistem K3 Profesional untuk Topang Sulut Sebagai Poros Maritim

“Setiap detik sangat berharga. Kemampuan menguasai teknik BHD adalah wajib, karena sering kali tim kami menjadi pihak pertama yang tiba di lokasi kejadian,” ungkap salah satu instruktur di sela kegiatan latihan.

Teori kemudian dipraktikkan langsung di medan yang cukup menantang, yakni kawasan hutan Batuputih. Dalam simulasi penyelamatan korban, personel Ditpolairud Polda Sulut dilatih menguasai berbagai tahapan evakuasi. Mulai dari teknik penanganan korban yang aman, penggunaan peralatan SAR standar, hingga cara berkoordinasi yang efektif antar tim di tengah kondisi lingkungan yang lebat dan tidak rata.

Tidak hanya itu, latihan semakin lengkap dengan sesi penguasaan alat berat. Personel dilatih menggunakan alat pemotong baja dan pemecah material keras. Simulasi ini menggambarkan kondisi penyelamatan pada kecelakaan berat atau bencana alam, di mana tim harus mampu membelah atau memindahkan rintangan berupa besi, beton, maupun tumpukan puing batu demi menjangkau korban yang terjebak.

Baca Juga:  TULUDE BITUNG 2026: "HARMONY IN DIVERSITY" HIDUP DI RITUAL SAKRAL – WALIKOTA HENGKY TERIMA GELAR ADAT KESEMPURNAAN

Pemandangan serius dan disiplin tinggi terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Para instruktur memberikan arahan teknis secara langsung dan mendetail, memastikan setiap anggota memahami prosedur penggunaan alat serta teknik penyelamatan yang sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), dengan tetap mengutamakan keselamatan kerja.

Direktur Polairud Polda Sulut, Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas, S.H., M.H., turun langsung ke lokasi didampingi Wakil Direktur Polairud, AKBP Denny Tumpunuh, S.I.K., serta Kasubdit Polairud, Kompol Karel Tangay, S.H. Kehadiran pucuk pimpinan ini bertujuan memantau jalannya latihan secara langsung dan memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan mencapai target kompetensi yang diharapkan.

Kombes Pol Bayuaji menegaskan bahwa kemampuan ganda ini mutlak diperlukan. Di wilayah Sulawesi Utara yang memiliki karakteristik geografis berupa perairan luas sekaligus daratan berbukit dan hutan, personel Ditpolairud harus menjadi garda terdepan yang serba bisa.

Baca Juga:  TNI AL Hadir di Tengah Umat, Dansatrol Koarmada VIII Dukung Pawai Paskah GMIM di Bitung

“Kesiapan personel SAR menjadi bagian penting dalam memberikan perlindungan dan pelayanan cepat kepada masyarakat. Kami tidak hanya bertugas menjaga keamanan di laut, tapi juga siap bergerak cepat membantu warga saat terjadi bencana atau kecelakaan di darat,” tegasnya.

Rangkaian latihan ini baru berjalan separuh jalan. Kegiatan yang saat ini berfokus pada penguasaan medan darat ini, nantinya akan dilanjutkan pada hari kedua, Jumat (22/05/2026), dengan materi dan praktik SAR di wilayah perairan laut. Tujuannya tunggal: melengkapi kemampuan operasional secara menyeluruh, agar Ditpolairud Polda Sulut benar-benar menjadi unit andalan yang sigap dan profesional di segala medan. (Manueke)