Sulut

Ekonomi Sulut Tumbuh 5,54 Persen, Jadi yang Terkuat di Kawasan Timur Indonesia

192
×

Ekonomi Sulut Tumbuh 5,54 Persen, Jadi yang Terkuat di Kawasan Timur Indonesia

Sebarkan artikel ini

Sulut1news.com, Manado – Perekonomian Provinsi Sulawesi Utara pada Triwulan I Tahun 2026 menunjukkan performa yang solid dan menjanjikan. Berdasarkan Berita Resmi Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara yang dirilis Mei 2026, ekonomi Sulut tumbuh sebesar 5,54 persen secara tahunan atau year-on-year (y-on-y).

Capaian ini menempatkan Sulawesi Utara di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional yang pada periode sama tercatat sebesar 5,05 persen (y-on-y). Kondisi tersebut mempertegas posisi Sulut sebagai salah satu daerah dengan akselerasi ekonomi terbaik di kawasan timur Indonesia.

Dari sisi nominal, besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulawesi Utara atas dasar harga berlaku mencapai Rp51,67 triliun, sementara PDRB atas dasar harga konstan 2010 tercatat sebesar Rp28,05 triliun.

Pertumbuhan ekonomi ini didorong oleh meningkatnya aktivitas di hampir seluruh lapangan usaha, terutama sektor penyediaan akomodasi dan makan minum yang mencatat pertumbuhan tertinggi hingga 20,85 persen.

Baca Juga:  Konsolidasi Kuat Gerindra Sulut: Dasco Tegaskan Persiapan Pemilu 2029 Dimulai Sekarang

Lonjakan sektor ini dipicu oleh meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara maupun domestik ke Sulawesi Utara, khususnya Manado dan sejumlah destinasi unggulan lainnya. Selain itu, implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mulai berjalan di berbagai daerah turut memberikan dampak signifikan terhadap permintaan jasa penyedia makanan dan distribusi pangan.

Momentum hari besar keagamaan seperti Imlek, Nyepi, Ramadan hingga Idul Fitri juga menjadi faktor pengungkit konsumsi masyarakat dan aktivitas ekonomi daerah pada awal tahun 2026.

Dari sisi pengeluaran, komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah menjadi motor utama pertumbuhan dengan kenaikan sebesar 7,89 persen. Tingginya realisasi belanja APBD dan APBN untuk berbagai program prioritas nasional dan daerah, termasuk percepatan pembangunan dan pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) ASN, menjadi pemicu meningkatnya daya beli masyarakat.

Baca Juga:  Gubernur Yulius Selvanus Sambut Kunker DPD RI: Penguatan Aspirasi Daerah untuk Prolegnas 2026

Meski tumbuh kuat secara tahunan, secara quarter-to-quarter (q-to-q) atau dibandingkan Triwulan IV-2025, ekonomi Sulawesi Utara mengalami kontraksi sebesar 8,02 persen.

Namun kondisi tersebut dinilai sebagai pola musiman yang lazim terjadi pada awal tahun. Penyesuaian aktivitas konstruksi, pertambangan, dan menurunnya realisasi belanja modal pemerintah setelah akhir tahun anggaran menjadi faktor utama perlambatan secara triwulanan.

Di sisi lain, stabilitas ekonomi Sulawesi Utara juga tercermin dari kondisi inflasi yang masih berada dalam level aman dan terkendali.

Data BPS Sulut mencatat inflasi year-on-year Provinsi Sulawesi Utara pada April 2026 sebesar 2,14 persen, lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang berada di angka 2,42 persen.

Angka tersebut menunjukkan daya tahan ekonomi dan efektivitas pengendalian harga di Sulawesi Utara relatif lebih baik dibanding sejumlah daerah lain di kawasan timur Indonesia yang mengalami tekanan inflasi lebih tinggi.

Baca Juga:  Flora Krisen: WFH ASN Sulut Diatur Ketat, Pelayanan Publik Tak Boleh Terganggu

BPS Sulut mencatat Kota Manado mengalami inflasi tertinggi sebesar 2,97 persen, sedangkan Kabupaten Minahasa Utara menjadi daerah dengan inflasi terendah sebesar 0,44 persen.

Stabilnya inflasi ini dinilai menjadi indikator penting dalam menjaga daya beli masyarakat serta menciptakan iklim investasi yang sehat dan kondusif di Sulawesi Utara.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara pun terus berkomitmen menjaga momentum pertumbuhan ekonomi melalui penguatan sektor pariwisata, ketahanan pangan, hilirisasi produk unggulan daerah, serta percepatan realisasi belanja pemerintah agar dampak ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Dengan tren pertumbuhan yang terus positif dan inflasi yang tetap terkendali, Sulawesi Utara dinilai memiliki fondasi ekonomi yang kuat untuk menghadapi tantangan ekonomi global sepanjang tahun 2026.
EL