Sulut

John Ismail Merentek Dilantik Pimpin BKD Sulut, YSK Targetkan Lahirkan SDM Berkualitas Hingga Tingkat Dirjen

97
×

John Ismail Merentek Dilantik Pimpin BKD Sulut, YSK Targetkan Lahirkan SDM Berkualitas Hingga Tingkat Dirjen

Sebarkan artikel ini

Sulut1news.com, Manado – Proses pembenahan dan penataan birokrasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara memasuki babak baru yang sangat krusial. Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus Komaling, resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemprov Sulut. Momen berlangsung khidmat ini digelar di Wisma Negara Bumi Beringin, Manado, Senin (25/5/2026), dengan sorotan utama pada pengukuhan John Ismail Merentek sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sulawesi Utara.

Prosesi pelantikan berjalan lancar dan penuh wibawa, dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi daerah, pimpinan perangkat daerah, tamu undangan, serta keluarga besar pejabat yang dilantik. Kehadiran keluarga memberikan makna tersendiri, mengingat jabatan publik bukan hanya amanah bagi individu, tetapi juga tanggung jawab yang didukung oleh doa dan lingkungan terdekat.

Dalam arahannya, Gubernur Yulius Selvanus menegaskan bahwa pelantikan ini bukanlah keputusan sepihak atau proses instan, melainkan hasil dari perjalanan panjang evaluasi, pertimbangan matang, dan bagian tak terpisahkan dari agenda besar pembenahan sistem birokrasi di Bumi Nyiur Melambai. Bagi Yulius, kepercayaan yang diberikan negara harus diterima dengan rasa syukur dan dijalankan dengan integritas tinggi.

“Ini adalah proses panjang yang kami lalui bersama. Hari ini kita resmi melantik Kepala BKD. Syukuri apa yang Tuhan berikan, karena segala sesuatu ada waktunya dan ada tahapan yang harus dilewati secara bertahap. Tetaplah semangat menjadi pemimpin yang bisa memberikan teladan dan manfaat bagi lingkungan kerja maupun masyarakat luas,” tegas Yulius di hadapan para pejabat.

Baca Juga:  Wagub Victor Mailangkay Gerak Cepat Tinjau Korban Keracunan di Minut, Minta Pelayanan Maksimal

BKD: Garda Terdepan Cetak ASN Berkualitas Nasional

Gubernur Yulius memberikan penekanan khusus mengenai peran vital BKD sebagai garda terdepan dalam manajemen sumber daya manusia. Ia menilai tugas BKD tidak lagi sekadar urusan administrasi kepegawaian, melainkan menjadi lembaga strategis yang bertanggung jawab memetakan, membina, dan menyiapkan kader-kader terbaik Aparatur Sipil Negara (ASN) Sulawesi Utara.

Visi besar Yulius terungkap jelas dalam arahannya. Ia tidak hanya menginginkan ASN yang patuh aturan, tetapi SDM yang memiliki kompetensi dan kualitas setara standar nasional, bahkan mampu bersaing di tingkat pusat.

“SDM ASN di Pemprov Sulut harus dipetakan dengan sangat baik, detail, dan akurat. Saya ingin ASN dan pejabat karier kita benar-benar dipersiapkan secara matang, dididik, dan dibina. Ke depannya, jika perlu dan jika mampu, kita harus bisa melahirkan putra-putri terbaik ASN Sulawesi Utara yang bisa berkarier hingga menjadi Direktur Jenderal atau jabatan strategis lain di tingkat pusat. Kita harus punya ambisi untuk itu,” ujar Yulius dengan tegas dan penuh harap.

Baca Juga:  GUBERNUR YSK BERHENTIKAN LANGSUNG OKNUM STAF KHUSUS DIDUGA MELECEKAN WANITA - DENNY MANGALA: "TIDAK BOLEH MENYERET NAMA INSTITUSI"

Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah daerah ingin mengubah pola pikir birokrasi: dari sekadar pelaksana tugas menjadi pencetak pemimpin masa depan yang berdaya saing tinggi.

Larangan Berpuas Diri: Wajib Berinovasi, Tetap Patuh Aturan

Di tengah semangat penyegaran ini, Gubernur Yulius memberikan peringatan keras namun membangun. Ia mengingatkan agar capaian jabatan tidak membuat pejabat merasa sudah sampai di garis finis lalu menjadi nyaman dan berpuas diri. Menurutnya, birokrasi yang sehat adalah birokrasi yang terus bergerak, berkreasi, dan mencari cara kerja yang lebih baik.

“Jangan berpikir karena sudah mencapai jabatan tertentu, tujuan hidup sudah selesai lalu bekerja santai-santai saja. Itu pola pikir yang salah. Kita harus terus berkreasi, terus berinovasi memberikan pelayanan terbaik. Namun satu hal yang tidak boleh dilupakan: segala bentuk inovasi itu harus tetap berjalan di koridor dan aturan yang berlaku,” imbau Yulius.

Khusus kepada BKD, Yulius menuntut keberanian dalam melakukan pembaruan. “BKD harus berani berinovasi dalam sistem pembinaan dan pengelolaan pegawai. Jangan terjebak pada cara-cara lama yang kaku. Cari terobosan yang membuat ASN semakin disiplin, semakin produktif, dan semakin bangga bekerja,” tambahnya.

Baca Juga:  Amir Liputo Gelar Reses di SIT Harapan Bunda, Dengarkan Aspirasi Guru Pasca Hari Guru

Rotasi Adalah Hal Biasa, Fokus Pada Pengabdian

Terkait penempatan dan perpindahan tugas yang terjadi dalam pelantikan ini, Gubernur menegaskan bahwa mekanisme tour of area (perpindahan wilayah kerja) maupun tour of duty (perpindahan bidang tugas) adalah hal yang sangat wajar dan lumrah dalam dunia pemerintahan. Hal ini dilakukan demi penyegaran, pemerataan pengalaman, dan mencegah pemusatan kekuasaan.

“Rotasi dan penempatan itu biasa, itu napasnya birokrasi. Jangan terlalu larut dalam perasaan senang atau kecewa. Lakukan saja tugas dan pengabdian dengan sebaik-baiknya, biarkan Tuhan yang membimbing langkah dan mengarahkan jalan karier kita,” pesan Yulius penuh kearifan.

Pelantikan ini menegaskan komitmen kuat Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara di bawah kepemimpinan Yulius Selvanus untuk terus memperkuat fondasi birokrasi. Dengan kepemimpinan baru di BKD, diharapkan manajemen kepegawaian semakin rapi, transparan, dan mampu melahirkan aparatur yang tidak hanya cakap, tetapi juga berintegritas tinggi, demi mewujudkan pelayanan publik yang prima dan pembangunan daerah yang berkelanjutan. (EL)