Sulut1news.com, Manado — Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menunjukkan komitmen kuat dalam mengawal kepentingan masyarakat. Melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi Utara di Ruang Komisi III DPRD Sulut, dewan mengupas tuntas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla)
Rapat penting yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III DPRD Sulut, Berty Kapojos, S.Sos ini berfokus pada sinkronisasi langkah tanggap darurat dan percepatan infrastruktur publik di Bumi Nyiur Melambai.
Gerakan Cepat Tanggap Karhutla, Bitung dan Minut Jadi Perhatian
Di tengah ancaman perubahan iklim dan cuaca ekstrem, Komisi III secara proaktif memanggil BWS Sulut untuk mengevaluasi langkah taktis penanganan Karhutla.
Di hadapan pimpinan dan anggota dewan, perwakilan BWS memaparkan bahwa pihaknya telah bergerak cepat melakukan pemadaman mandiri di titik-titik yang berada dalam jangkauan infrastruktur mereka, seperti di kawasan Bendungan Kuwil dan Bendungan Lolak. Meski ranah utama penyediaan air berada di bawah koordinasi teknis, BWS memastikan aspek mitigasi bencana tetap mendapat perhatian serius.
Menanggapi laporan tersebut, Ketua Komisi III DPRD Sulut, Berty Kapojos, memberikan penekanan khusus. Ia menginstruksikan agar koordinasi lintas sektor terus diperkuat demi membendung potensi perluasan api.
”Sinergi antarlembaga harus tetap terjaga dengan solid untuk mencegah meluasnya kebakaran, terutama di wilayah-wilayah yang menjadi titik rawan seperti Kota Bitung dan Kabupaten Minahasa Utara,” tegas Berty Kapojos.(Mr10).






