Sulut1news.com, Seoul – Presiden Prancis, , melontarkan gagasan strategis yang berpotensi mengubah peta geopolitik global. Dalam pertemuan bersama mahasiswa di , Seoul, akhir pekan ini, Macron menyerukan terbentuknya “jalan ketiga” — poros kekuatan baru yang tidak bergantung pada .
Seruan tersebut tidak hanya ditujukan kepada negara-negara Eropa, tetapi juga merangkul kekuatan besar di Asia dan kawasan lain seperti Jepang, India, Korea Selatan, hingga Brasil dan Australia. Macron menilai, dunia membutuhkan keseimbangan baru yang lebih mandiri di tengah ketidakpastian kebijakan global Washington.
“Dengan agenda bersama, kita bisa membangun jalur independen yang tidak bergantung pada AS,” ujar Macron.
Ketergantungan pada AS Dinilai Berisiko
Macron menegaskan, ketergantungan berlebihan terhadap AS berpotensi merugikan negara lain, terutama ketika kebijakan luar negeri Washington dinilai berubah-ubah. Ia menyinggung dampak nyata yang kini dirasakan banyak negara, yakni lonjakan harga energi global akibat konflik di Timur Tengah.
Krisis ini dipicu memanasnya perang antara AS-Israel melawan Iran, yang berujung pada penutupan — jalur vital distribusi minyak dunia. Penutupan tersebut langsung mengguncang pasar energi global dan menekan banyak negara importir.
Kritik Macron ke Trump: Kebijakan Dinilai Tidak Konsisten
Macron secara terbuka menyindir Presiden AS, , yang dinilai tidak memiliki arah kebijakan yang konsisten terhadap Iran.
Ia menyoroti perubahan tujuan Washington yang dinilai fluktuatif:
- dari menghentikan program nuklir Iran,
- beralih ke upaya menjatuhkan rezim,
- hingga wacana menguasai uranium Iran.
Perubahan sikap tersebut, menurut Macron, menciptakan ketidakpastian global yang berdampak luas, termasuk terhadap stabilitas ekonomi dunia.
Eropa Mulai Ambil Jarak dari AS
Sikap Macron mencerminkan kecenderungan baru di Eropa. Sejumlah negara seperti Spanyol, Inggris, Jerman, dan Austria dilaporkan enggan terlibat dalam operasi militer AS terhadap Iran.
Langkah ini memperkuat sinyal bahwa Eropa mulai mempertimbangkan posisi yang lebih independen dalam kebijakan luar negeri dan keamanan.
Laporan sebelumnya juga mengindikasikan adanya upaya para pemimpin Eropa untuk menjaga jarak dari kebijakan militer Washington.
NATO di Ujung Ketegangan
Ketegangan transatlantik semakin meningkat setelah Trump, dalam wawancara dengan (1 April), menyatakan tengah mempertimbangkan penarikan AS dari .
Pernyataan tersebut memicu kekhawatiran akan melemahnya aliansi pertahanan Barat yang selama ini menjadi pilar stabilitas keamanan global.
Menuju Tatanan Dunia Baru?
Seruan Macron tentang “jalan ketiga” menandai potensi lahirnya konfigurasi geopolitik baru, di mana negara-negara besar tidak lagi sepenuhnya berada di bawah bayang-bayang kekuatan tunggal.
Di tengah krisis energi, konflik militer, dan ketidakpastian kebijakan global, gagasan ini bisa menjadi titik awal pergeseran menuju dunia multipolar — dengan Eropa dan Asia memainkan peran lebih mandiri dan strategis.
(EL)






