Sulut1news.com, Jakarta – Momentum buka puasa bersama keluarga besar pada Jumat (6/3/2026) menjadi ajang silaturahmi sekaligus memperlihatkan kedekatan antara kader daerah dan pimpinan pusat. Salah satu yang mencuri perhatian adalah kehadiran Ketua DPD II Golkar Minahasa Selatan, (MEP) yang tampak akrab berbincang dengan Ketua Umum DPP Golkar, .
Dalam suasana hangat Ramadan, MEP terlihat berbincang santai dengan Bahlil di sela-sela kegiatan buka puasa. Percakapan yang diwarnai senyum dan suasana penuh keakraban itu menjadi sorotan para kader yang hadir, sekaligus mencerminkan soliditas internal partai berlambang pohon beringin tersebut.
Tokoh politik Sulawesi Utara yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Sulut itu tampil anggun dengan busana profesional. Kehadirannya menegaskan eksistensi kader perempuan dari daerah yang semakin diperhitungkan dalam dinamika politik nasional.
MEP sendiri bukan sosok baru dalam kancah politik Sulawesi Utara. Ia dikenal sebagai adik kandung dari mantan Bupati Minahasa Selatan dua periode, , yang juga merupakan figur berpengaruh di Partai Golkar Sulut.
Kedekatan MEP dengan Ketua Umum Golkar dalam momen kebersamaan tersebut dinilai sebagai sinyal positif bagi penguatan komunikasi dan sinergi antara pengurus pusat dan daerah. Hal ini juga mencerminkan ruang yang semakin terbuka bagi kader daerah untuk berkontribusi dalam agenda strategis partai di tingkat nasional.
Perwakilan tim MEP menjelaskan bahwa kehadiran MEP dalam acara tersebut merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga hubungan baik serta memperkuat silaturahmi antar-kader.
“Momentum Ramadan ini menjadi kesempatan bagi keluarga besar Golkar untuk mempererat persaudaraan dan memperkuat soliditas partai. Semangat kebersamaan harus terus terjaga dari pusat hingga daerah,” ujar perwakilan tim MEP.
Acara buka puasa bersama tersebut dihadiri sejumlah pengurus DPP, kader, serta tokoh-tokoh Golkar dari berbagai daerah di Indonesia. Selain menjadi ajang silaturahmi di bulan suci Ramadan, kegiatan ini juga menjadi ruang konsolidasi politik untuk memperkuat barisan partai menghadapi agenda-agenda strategis ke depan.
Bagi kader Sulawesi Utara, kehadiran MEP di tengah pimpinan pusat Golkar tidak sekadar simbol kedekatan, tetapi juga menunjukkan semakin kuatnya representasi politik daerah di panggung nasional. (Mars)






