Sulut1news.com, Jakarta, 11 Januari 2026 – Di tengah awal tahun 2026, Indonesia tengah menghadapi ancaman baru dengan terdeteksinya 62 kasus Influenza A H3N2 Subclade K, yang sering disebut sebagai superflu. Sebaran kasus ini paling banyak ditemukan di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Meskipun varian ini tidak tergolong ganas—terutama jika dibandingkan dengan virus flu musiman—para ahli kesehatan tetap mengingatkan akan perlunya kewaspadaan, khususnya bagi kelompok yang rentan.
Prof. Dr. Tri Wibawa, seorang Dosen Mikrobiologi dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan di Universitas Gadjah Mada (UGM), menyatakan bahwa istilah “superflu” bukanlah nomenklatur ilmiah. Menurutnya, belum ada bukti yang menunjukkan bahwa Subclade K memiliki tingkat keganasan yang lebih tinggi dibandingkan virus influenza lainnya, termasuk Covid-19. Namun, ia menekankan pentingnya menjaga kewaspadaan.
“Harus tetap waspada, karena virus influenza H3N2 dapat berakibat fatal pada kelompok rentan, terutama orang lanjut usia,” ungkap Dr. Tri dalam keterangannya.
Dr. Tri menjelaskan bahwa secara genetik, virus ini memang berbeda dari virus influenza sebelumnya, tetapi masih memiliki kekerabatan yang dekat dengan virus flu musiman. Sampai saat ini, tidak ada bukti dari studi laboratorium yang menunjukkan bahwa varian ini dapat menghindari kekebalan tubuh yang dibentuk oleh infeksi sebelumnya atau melalui vaksin.
“Virus influenza bersifat dinamis. Dengan bahan genetik berupa Ribonucleic Acid (RNA) yang mengalami mutasi kecil secara terus-menerus, berpotensi muncul varian baru, yang masih berkerabat dekat namun dapat menyebar lebih cepat,” tambahnya.
Untuk menekan risiko penularan, Dr. Tri mengimbau masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Langkah-langkah sederhana seperti menutup mulut saat batuk atau bersin, mengenakan masker saat mengalami gejala flu, mencuci tangan secara rutin, cukup istirahat, dan menjamin sirkulasi udara yang baik di dalam ruangan sangat dianjurkan.
“Vaksinasi tetap penting untuk kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan individu dengan penyakit kronis,” pungkasnya.
Dengan meningkatnya jumlah kasus Influenza A H3N2 Subclade K, masyarakat diharapkan lebih waspada dan menerapkan langkah-langkah pencegahan yang disarankan oleh para ahli kesehatan. Penyebaran informasi yang akurat dan pemahaman yang baik tentang virus ini sangat penting untuk melindungi diri kita dan orang-orang di sekitar kita.
(EL)






