InternasionalJakarta

Penulisan China Kerahkan Armada Tempur di Laut China Selatan, Ketegangan dengan Filipina Memanas!

37
×

Penulisan China Kerahkan Armada Tempur di Laut China Selatan, Ketegangan dengan Filipina Memanas!

Sebarkan artikel ini

Sulut1News.com, JAKARTA – Ketegangan di Laut China Selatan kembali meningkat. Militer China mengerahkan kekuatan angkatan laut dan angkatan udara untuk melakukan patroli kesiapan tempur di sekitar Scarborough Shoal, kawasan perairan strategis yang selama bertahun-tahun menjadi titik sengketa antara Beijing dan Manila.

Pengerahan kekuatan militer tersebut memperlihatkan meningkatnya kewaspadaan China di tengah perselisihan berkepanjangan dengan Filipina. Situasi ini sekaligus menambah kekhawatiran terhadap stabilitas keamanan kawasan Asia Tenggara.

Dalam pernyataan resminya pada Jumat (30/10/2026), Komando Teater Selatan Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) menyatakan bahwa patroli tersebut merupakan respons terhadap apa yang mereka sebut sebagai pelanggaran hak dan tindakan provokatif Filipina.

Militer China juga mengungkapkan bahwa intensitas patroli kesiapan tempur di kawasan tersebut telah ditingkatkan sepanjang Oktober.

Baca Juga:  Sinyal Positif bagi Masyarakat, Menkeu Purbaya Prediksi Harga Pertamax Segera Turun Seiring Merosotnya Harga Minyak Dunia

Langkah ini menjadi sinyal bahwa Beijing tidak ingin mengendurkan pengawasan maupun kehadiran militernya di wilayah yang selama ini menjadi salah satu titik paling sensitif dalam persaingan geopolitik di Laut China Selatan.

Scarborough Shoal, Titik Panas Persaingan China-Filipina

Scarborough Shoal merupakan kawasan perairan strategis di Laut China Selatan yang diklaim oleh China dan Filipina. Wilayah ini memiliki nilai penting, baik dari sisi sumber daya perikanan maupun posisi strategis dalam jalur pelayaran internasional.

Perselisihan atas kawasan tersebut telah berlangsung selama bertahun-tahun dan kerap memicu ketegangan antara kapal-kapal kedua negara.

Kehadiran kapal militer dan patroli udara di sekitar wilayah sengketa berpotensi meningkatkan risiko insiden di lapangan, terutama apabila terjadi pertemuan langsung antara armada kedua negara.

Baca Juga:  Prabowo Perkuat Satgas Udara, 17 Helikopter Water Bombing Dikerahkan Hadapi Karhutla Kalimantan

Meski demikian, hingga saat ini belum ada informasi mengenai bentrokan bersenjata dalam patroli yang diumumkan China tersebut.

Filipina Belum Berikan Tanggapan

Di sisi lain, Kedutaan Besar Filipina di Beijing maupun pihak militer Filipina belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait aktivitas militer China tersebut.

Belum adanya respons resmi dari Manila membuat perkembangan situasi di sekitar Scarborough Shoal masih menjadi perhatian.

Sebagaimana dilaporkan Channel News Asia, Sabtu (31/10/2026), pengumuman patroli tempur China ini menambah daftar perkembangan terbaru dalam ketegangan kedua negara di Laut China Selatan.

Perkembangan tersebut patut dicermati karena setiap peningkatan aktivitas militer di kawasan sengketa berpotensi berdampak lebih luas terhadap keamanan dan stabilitas regional.

Baca Juga:  RUPIAH REKOR TERLEMAH DI RP16.945/US$, KEPUTUSAN BI HARINI JADI PENENTU KESEIMBANGAN PASAR

Bagi negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia, stabilitas Laut China Selatan memiliki arti penting karena kawasan ini merupakan jalur perdagangan dan pelayaran internasional yang strategis.

Meski belum mengarah pada konflik terbuka, meningkatnya aktivitas militer China dan Filipina menjadi pengingat bahwa sengketa Laut China Selatan masih menyimpan potensi eskalasi yang tidak bisa dianggap remeh.

Redaksi Sulut1News