JakartaPLN

PLN Group Tunjukkan Kapabilitas Global, Proyek Elektrifikasi Kereta ECRL Malaysia Rampung Lebih Cepat

39
×

PLN Group Tunjukkan Kapabilitas Global, Proyek Elektrifikasi Kereta ECRL Malaysia Rampung Lebih Cepat

Sebarkan artikel ini

Sulut1news.com, Jakarta – Kinerja perusahaan energi nasional kembali mendapat pengakuan di tingkat internasional. PLN Group melalui subholding PT PLN Nusantara Power (PLN NP) dan anak usahanya PT PLN Nusantara Power Construction (PLN NPC) berhasil menuntaskan dua titik proyek elektrifikasi East Coast Rail Link (ECRL) di Malaysia lebih cepat dari jadwal yang ditetapkan.

Keberhasilan tersebut terjadi pada pembangunan Feeder Station (FS) 01 di Tunjung, Kelantan yang selesai 15 hari lebih cepat dari target, serta FS 09 di Jambu Rias, Pahang yang bahkan rampung satu bulan lebih awal dari jadwal.

Capaian ini mendapat apresiasi langsung dari Tenaga Switchgear (TSG) selaku Project Delivery Partner (PDP) dan Tenaga Nasional Berhad (TNB) sebagai pemilik jaringan listrik proyek tersebut.

Head Project Management Office TNB, Azreen Bin Othman, menilai penyelesaian koneksi dari Pencawang Masuk Utama (Gardu Induk) Tunjung hingga FS 01 dan FS 09 merupakan bagian krusial dalam sistem elektrifikasi jalur kereta tersebut.

“Lebih awal dari target yang ditetapkan. Ini merupakan capaian yang sangat membanggakan. Kami melihat PLN menunjukkan komitmen dan kesungguhan yang tinggi dalam memastikan proyek ini selesai dengan cepat tanpa mengesampingkan kualitas,” ujar Azreen.

Proyek Kereta Listrik Strategis Asia Tenggara

ECRL sendiri merupakan proyek kereta listrik jalur ganda sepanjang 665 kilometer yang menghubungkan Port Klang di Selangor hingga Kota Bharu di Kelantan. Jalur ini akan menjadi salah satu infrastruktur transportasi strategis di Malaysia.

Baca Juga:  Cara Cerdas Jalankan Program Makan Bergizi: Nanik S Deyang Pilih Optimalkan Fasilitas Ada Daripada Bangun Baru

Kereta ini dirancang sepenuhnya menggunakan energi listrik untuk operasional penumpang maupun angkutan kargo. Ketika mulai beroperasi pada 2027, proyek tersebut diproyeksikan mampu mengurangi emisi karbon hingga satu juta ton CO₂ per tahun, sehingga menjadi bagian dari upaya pengembangan transportasi rendah karbon di kawasan Asia Tenggara.

Azreen berharap kinerja PLN dapat terus berlanjut dalam tahapan proyek berikutnya.

“Kami sangat puas dengan hasilnya dan berharap pencapaian luar biasa ini dapat terus berlanjut pada proyek-proyek berikutnya di Pencawang Seberang Jerteh dan Gombak,” tambahnya.

Bukti Transformasi dan Ekspansi Global PLN

Direktur Utama PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa keberhasilan ini menjadi bukti nyata transformasi PLN dalam memperluas kiprah bisnis hingga ke pasar internasional.

Baca Juga:  Eskalasi Kekerasan di Tepi Barat: Pemukim Israel Diduga Lakukan Serangan Terkoordinasi

Menurutnya, kompetensi teknis yang dimiliki PLN mampu memenuhi standar proyek kelistrikan global.

“Keberhasilan ini menjadi pijakan strategis bagi PLN Group untuk terus memperluas proses bisnis di level internasional. Dengan kompetensi teknis dan pengalaman di bidang kelistrikan yang dimiliki, kami yakin mampu menyelesaikan proyek sesuai standar internasional sekaligus mengharumkan nama bangsa di level dunia,” jelas Darmawan.

Dalam proyek ECRL ini, PLN Group tergabung dalam konsorsium Engineering, Procurement, Construction, and Commissioning (EPCC).

Peran masing-masing perusahaan meliputi:

  • PLN Nusantara Power: pengadaan peralatan utama
  • PLN Nusantara Power Construction: pengadaan peralatan pendukung, pekerjaan konstruksi, serta komisioning proyek

Bukti Kapabilitas Perusahaan Indonesia

Secara teknis, PLN Group mengerjakan empat dari total 10 Feeder Station, yakni FS1, FS2, FS9, dan FS10. Proyek ini mulai dikerjakan sejak Juni 2024 dan ditargetkan selesai secara keseluruhan pada Juni 2026.

Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, mengatakan percepatan penyelesaian proyek menjadi bukti kemampuan perusahaan Indonesia bersaing dalam proyek strategis internasional.

“Penyelesaian lebih cepat dari target menjadi bukti bahwa perusahaan Indonesia mampu bersaing dan dipercaya dalam proyek strategis lintas negara. Ini bukan hanya pencapaian bisnis, tetapi juga kebanggaan nasional,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PLN Nusantara Power Construction, Djarot Hutabri, menjelaskan bahwa pengalaman lebih dari 20 tahun di sektor pembangkitan dan transmisi listrik menjadi modal kuat bagi PLN NPC dalam mengerjakan proyek elektrifikasi ECRL.

Baca Juga:  DJP Beri Relaksasi Pelaporan SPT Masa PPh 21 Desember 2025 Hingga 28 Februari 2026

Dalam proyek ini, PLN NPC mengerjakan design and build elektrifikasi Feeder Station, yang meliputi:

  • Pembangunan 132 kV Switching Station
  • Instalasi Overhead Transmission Line (OHL)
  • Pemasangan Underground Cable sepanjang 3 kilometer
  • Berbagai pekerjaan pendukung lainnya

“Capaian ini mencerminkan kapabilitas, profesionalisme, dan komitmen seluruh insan PLN NPC dalam menghadirkan layanan konstruksi ketenagalistrikan yang andal, tepat waktu, dan berstandar global. Apresiasi dari TSG dan TNB menjadi bukti bahwa kami mampu memberikan nilai tambah bagi mitra strategis,” pungkas Djarot.

Keberhasilan ini sekaligus menegaskan peran strategis Indonesia dalam mendukung pembangunan infrastruktur transportasi ramah lingkungan di kawasan Asia Tenggara, serta memperkuat reputasi PLN sebagai pemain global di sektor energi dan ketenagalistrikan.

Redaksi Sulut1News