Jakarta

Prabowo Tanggapi Kritik Media Asing: Demokrasi Butuh Masukan, Ekonomi Indonesia Tetap Kokoh

82
×

Prabowo Tanggapi Kritik Media Asing: Demokrasi Butuh Masukan, Ekonomi Indonesia Tetap Kokoh

Sebarkan artikel ini

Sulut1news.com, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto memberikan tanggapan mendalam terhadap sorotan dan kritikan yang disampaikan media asing, termasuk majalah The Economist dalam artikel berjudul “Archipelagoing Fast”. Menurutnya, kritik bukanlah hal yang harus dihindari, melainkan menjadi cermin sekaligus masukan berharga bagi pemerintahan untuk terus berbenah dan bekerja lebih baik.

“Kritik itu mudah dihindari: cukup diam, tidak berbuat apa-apa, dan tidak menjadi siapa-siapa. Tapi setelah puluhan tahun berkarier, saya paham: kritik itu sehat dan penting dalam demokrasi. Saya selalu mencermatinya berdasarkan fakta, realitas di lapangan, dan apa yang benar-benar dibutuhkan rakyat,” tegas Prabowo, dikutip Senin (15/6/2026).

Presiden juga menegaskan keyakinannya terhadap sistem demokrasi. “Demokrasi memang tidak sempurna, tapi sejauh ini itu sistem terbaik yang kita miliki. Saya pun memahami betul legitimasi kekuasaan datang dari kesabaran, kepercayaan rakyat, dan penghormatan terhadap kehendak bersama—seperti yang saya alami selama lima kali mengikuti kontestasi pemilu sebelum akhirnya dipercaya memimpin pada 2024,” ungkapnya.

Baca Juga:  Harga Emas Pegadaian Hari Ini Stabil, Investor Cenderung Wait and See

Prabowo menegaskan bahwa tanggung jawab pemerintahannya adalah kepada seluruh rakyat Indonesia, bukan hanya mereka yang memberikan suara dalam pemilu. “Kami berjanji akan menjalankan program yang diamanatkan, dan kami terus berusaha menunaikannya sebaik mungkin,” tambahnya.

Menanggapi kritik yang menyebut Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai kebijakan radikal, Prabowo menjelaskan hal tersebut tidak benar. “Lebih dari 100 negara di dunia telah menerapkan program serupa dalam berbagai bentuk. Ini bukan hal baru atau ekstrem, melainkan solusi nyata mengatasi masalah gizi buruk yang memengaruhi kesehatan, produktivitas, dan masa depan anak bangsa,” jelasnya.

Selain MBG, Presiden menyoroti berbagai program strategis lainnya: peningkatan layanan rumah sakit, pemeriksaan kesehatan gratis, revitalisasi sekolah, pendirian Sekolah Rakyat bagi anak kurang mampu, hingga pembentukan Badan Pengelola Investasi Danantara.

Baca Juga:  Pertama di Indonesia, Sulut Raih Akreditasi Pelatihan Nilai A dari BPK RI

Mengenai kondisi ekonomi nasional, Prabowo menegaskan fondasinya tetap kokoh di tengah tantangan global. “Di antara negara-negara G20, posisi ekonomi Indonesia tergolong sangat baik. Defisit anggaran terjaga di bawah 3 persen PDB, dan rasio utang terhadap PDB masih jauh lebih rendah dibandingkan banyak negara maju,” paparnya.

Ia juga merinci upaya efisiensi dan penguatan ekonomi: pemangkasan belanja tidak efisien lebih dari Rp300 triliun, digitalisasi perpajakan, perbaikan tata kelola ekspor, hingga pemberantasan penyelundupan. Lebih jauh lagi, pemerintah terus memperkuat ketahanan energi dan pangan—mulai dari penerapan biodiesel B50, pengembangan kendaraan listrik dan energi surya, pembangunan kilang, hingga melegalkan produksi minyak rakyat agar dapat berkontribusi secara formal dalam perekonomian.

Baca Juga:  Kemlu Akui Kendala Komunikasi dengan WNI di Iran di Tengah Memanasnya Situasi Demonstrasi

Dengan berbagai langkah tersebut, Prabowo menegaskan bahwa pemerintahannya berkomitmen penuh membangun fondasi yang kuat agar Indonesia semakin mandiri, berdaya saing, dan sejahtera dalam jangka panjang.