Sulut

Safari Ramadan di Kotamobagu, Gubernur Yulius Tegaskan Stabilitas Keamanan Kunci Kemajuan Daerah

200
×

Safari Ramadan di Kotamobagu, Gubernur Yulius Tegaskan Stabilitas Keamanan Kunci Kemajuan Daerah

Sebarkan artikel ini

Sulut1news.com, Kotamobagu — Momentum Ramadan dimanfaatkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara untuk memperkuat kedekatan dengan masyarakat. Melalui agenda Safari Ramadan, Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE menegaskan bahwa stabilitas keamanan merupakan syarat utama bagi kemajuan daerah.

Pesan tersebut disampaikan Gubernur saat menghadiri Buka Puasa Bersama Pemerintah dan Masyarakat Kota Kotamobagu yang berlangsung di Basement Masjid Baitul Makmur, Kotamobagu, Selasa (10/3/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Safari Ramadan Pemprov Sulut di wilayah Bolaang Mongondow Raya.

Dalam suasana penuh kehangatan, kehadiran orang nomor satu di Bumi Nyiur Melambai ini disambut langsung oleh Wali Kota Kotamobagu dr. Weny Gaib, Sp.M, Wakil Wali Kota Rendy Virgiawan Mangkat, SH, MH, unsur Forkopimda, tokoh agama, serta ratusan masyarakat yang hadir. Gubernur juga didampingi Ketua TP PKK Sulut Anik Yulius Selvanus.

Baca Juga:  YSK Terima Hibah Kapal Rampasan: 'Daripada Ditenggelamkan, Lebih Baik Bantu Nelayan Sulut'

Dalam sambutannya, Gubernur Yulius Selvanus menyampaikan rasa syukur karena dapat bersilaturahmi langsung dengan masyarakat Kotamobagu dalam suasana Ramadan.

Menurutnya, kegiatan buka puasa bersama bukan sekadar agenda seremonial, tetapi memiliki makna yang lebih dalam sebagai ruang mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.

“Ramadan adalah waktu yang sangat tepat untuk memperkuat persaudaraan. Kita berkumpul bukan hanya untuk berbuka puasa, tetapi juga untuk memperkokoh kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Sulawesi Utara,” ujar Gubernur.

Ia menegaskan bahwa nilai-nilai yang ditempa selama Ramadan—seperti disiplin, kesabaran, dan kejujuran—harus menjadi fondasi dalam kehidupan bermasyarakat dan dalam tata kelola pemerintahan.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur yang merupakan purnawirawan jenderal bintang dua TNI ini juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas keamanan daerah.

Baca Juga:  Mudik Lebaran Makin Hijau, PLN Siapkan 47 SPKLU di Jalur Strategis Suluttenggo

Menurutnya, keamanan merupakan faktor fundamental agar pembangunan ekonomi, investasi, serta program kesejahteraan masyarakat dapat berjalan dengan baik.

“Stabilitas keamanan adalah harga mati. Tanpa keamanan, pembangunan tidak akan berjalan maksimal. Karena itu kita semua harus menjaga daerah ini tetap aman dan kondusif,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi memecah belah persatuan.

Gubernur Yulius turut memberikan apresiasi terhadap kinerja Pemerintah Kota Kotamobagu yang dinilai mampu membangun sinergi yang baik dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, tokoh agama, serta masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas sosial dan mendorong percepatan pembangunan di wilayah Bolaang Mongondow Raya.

Menutup sambutannya, Gubernur mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat budaya toleransi yang selama ini menjadi kekuatan utama Sulawesi Utara.

Baca Juga:  Gubernur Yulius Selvanus Tegaskan Hak ASN Harus Diimbangi Kewajiban, TTP Natal-Tahun Baru Disalurkan Tanpa Potongan

Ia menegaskan bahwa semangat “Torang Samua Basudara” harus terus dijaga sebagai fondasi kehidupan sosial di daerah yang dikenal dengan kerukunan antar umat beragama tersebut.

“Warisan toleransi ini harus kita jaga bersama. Jangan biarkan ada pihak-pihak yang mencoba memecah persatuan kita,” pesannya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur juga menyerahkan sejumlah bantuan kepada masyarakat serta dukungan bagi Pemerintah Kota Kotamobagu sebagai bentuk perhatian Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terhadap kesejahteraan masyarakat di wilayah Bolaang Mongondow Raya.

Safari Ramadan ini sekaligus menjadi simbol komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara untuk terus hadir di tengah masyarakat, memperkuat persatuan, serta memastikan pembangunan berjalan seiring dengan stabilitas dan kebersamaan.
(EL)