Terkini

SIAGA! AS Siapkan Kapal Induk Kedua ke Timur Tengah – Rencana Serangan Jika Negosiasi Iran Gagal

34
×

SIAGA! AS Siapkan Kapal Induk Kedua ke Timur Tengah – Rencana Serangan Jika Negosiasi Iran Gagal

Sebarkan artikel ini

Sulut1news.com,  Manado, 12 Februari 2026 – Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) telah memberikan instruksi kepada gugus tempur kapal induk kedua untuk siap tempur, dengan kemungkinan akan ditempatkan ke kawasan Timur Tengah. Langkah strategis ini muncul seiring dengan meningkatnya tekanan militer Washington terhadap Teheran, di tengah proses negosiasi program nuklir yang masih berjalan mulus namun penuh ketegangan, seperti yang dilaporkan Wall Street Journal.

Dilansir dari tiga pejabat AS pada hari Rabu (11/2), persiapan pengerahan ini merupakan bagian dari rencana kontinjensi yang dirancang untuk menghadapi kemungkinan serangan terhadap Iran jika upaya diplomatik menemui jalan buntu. Presiden Donald Trump hingga saat ini belum mengeluarkan perintah resmi, dan para pejabat menegaskan bahwa rencana tersebut masih dapat diubah kapan saja sesuai perkembangan situasi.

Salah satu pejabat mengungkapkan bahwa perintah pengerahan bisa keluar dalam waktu singkat, bahkan hitungan jam. Sementara itu, pejabat lain menyampaikan bahwa Pentagon tengah menyiapkan kapal induk untuk dikerahkan dalam kurun waktu sekitar dua minggu, kemungkinan berasal dari Pantai Timur Amerika Serikat.

Baca Juga:  Drone Iran Berpotensi Melumpuhkan Pertahanan AS, Waspada Pakar Kanada

Kapal induk USS George H.W. Bush yang saat ini tengah menyelesaikan latihan di lepas pantai Virginia menjadi salah satu kandidat utama. Pejabat menyebutkan bahwa latihan tersebut dapat dipercepat kapan saja jika ada perintah untuk bergerak lebih cepat ke kawasan Timur Tengah.

Jika pengerahan disetujui, kapal induk kedua ini akan bergabung dengan USS Abraham Lincoln yang sudah beroperasi di kawasan tersebut sebagai bagian dari langkah penguatan militer AS yang lebih luas. Peningkatan kekuatan ini tidak hanya melibatkan kapal induk, melainkan juga tambahan kapal perang lainnya, sistem pertahanan udara canggih, serta skuadron jet tempur yang siap siaga.

Presiden Trump secara terbuka mengakui pada hari Selasa bahwa dirinya sedang mempertimbangkan untuk mengirim kapal induk lain ke kawasan Timur Tengah. “Kita memiliki armada yang sedang menuju ke sana dan armada lainnya mungkin akan menyusul,” ucapnya, sekaligus menambahkan bahwa Washington siap mengambil langkah tegas jika negosiasi mengalami kegagalan.

Baca Juga:  Pakistan Deklarasi Perang ke Taliban, Serangan ke Kabul Tewaskan Ratusan Pejuang

Pada hari Rabu, Trump juga mengadakan pertemuan tertutup dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih, yang fokus membahas isu Iran. Setelah pertemuan tersebut, ia memberikan pernyataan melalui platform media sosial Truth Social untuk menjelaskan posisi diplomatiknya:

“Saya mendesak agar negosiasi dengan Iran terus berlanjut untuk melihat apakah kesepakatan dapat dicapai atau tidak. Jika bisa, itu akan menjadi prioritas. Jika tidak bisa, kita lihat saja nanti bagaimana hasilnya.”

Sampai saat ini, rincian mengenai potensi pembicaraan tidak langsung putaran kedua antara AS dan Iran belum difinalisasi. Pejabat dari kedua negara sebelumnya telah bertemu di Oman pekan lalu dalam negosiasi pertama mereka sejak serangan Israel dan AS terhadap fasilitas nuklir Iran pada tahun lalu.

Baca Juga:  Tarif Listrik Awal 2026 Tak Naik, Pemerintah Tahan Kenaikan Demi Jaga Daya Beli

Di sisi lain, pemerintah Iran secara konsisten menegaskan bahwa mereka tidak akan sepenuhnya melepaskan hak untuk memperkaya uranium dan telah menutup pintu negosiasi terkait program rudal balistiknya. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi bahkan memberikan peringatan tegas bahwa setiap serangan baru dari AS akan memicu pembalasan yang tidak main-main terhadap pangkalan-pangkalan militer AS di seluruh wilayah Timur Tengah.

Redaksi Sulut1News
Sumber CNBC Indonesia