PolitikSulut

Sulawesi Utara Bangkit: Ekonomi Kreatif Meledak 1.456%, Pertumbuhan 5,66% Lampaui Nasional

238
×

Sulawesi Utara Bangkit: Ekonomi Kreatif Meledak 1.456%, Pertumbuhan 5,66% Lampaui Nasional

Sebarkan artikel ini

Sulut1news.com, Manado – Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, kembali menegaskan langkah agresif pembangunan ekonomi daerah saat menerima kunjungan kerja reses Komisi VII DPR RI di Wisma Negara Bumi Beringin, Manado, Senin (27/4/2026).

Di hadapan para legislator, gubernur memaparkan kinerja ekonomi Sulut yang tidak hanya stabil, melainkan melampaui ekspektasi nasional. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi provinsi ini mencapai 5,66 persen, lebih tinggi dari rata-rata nasional sekitar 5,11 persen. Angka ini menegaskan ketahanan dan momentum positif Bumi Nyiur Melambai di bawah kepemimpinan baru.

Namun, sorotan utama bukan hanya pada laju pertumbuhan secara keseluruhan. Ledakan sektor ekonomi kreatif (Ekraf) menjadi cerita paling spektakuler. Nilai tambah sektor ini melonjak drastis hingga 1.456 persen, dari Rp20,5 miliar menjadi Rp304,6 miliar sepanjang 2025. Ekraf bukan lagi sekadar pelengkap pariwisata, melainkan telah bertransformasi menjadi motor ekonomi mandiri berbasis kekayaan intelektual.

Baca Juga:  Michaela Paruntu Soroti Lampu Jalan Cepat Rusak: DPRD Sulut Desak Dinas Terkait Tingkatkan Pengawasan dan Kualitas

“Ekraf kini menjadi pilar utama. Kami dorong secara konkret melalui pembentukan nomenklatur khusus dan penyelenggaraan event besar seperti Warbiasa Governor League 2025, yang memperkuat ekosistem kreatif lokal, termasuk industri digital dan e-sports,” tegas Gubernur Yulius Selvanus.

Sektor pariwisata juga menunjukkan tren menggembirakan. Sepanjang 2025, Sulut disambangi 61.495 wisatawan mancanegara, didominasi oleh turis dari Tiongkok, Korea Selatan, dan Singapura. Yang lebih mencengangkan, perjalanan wisatawan nusantara mencapai 14,35 juta, lonjakan tajam yang semakin mempertegas posisi Sulut sebagai destinasi unggulan di kawasan Timur Indonesia.

Di lapisan bawah, ekonomi rakyat tetap menjadi fondasi kokoh. Sebanyak 408.505 unit UMKM terus menggerakkan roda perekonomian daerah. Pemerintah provinsi telah memfasilitasi lebih dari 17.000 Nomor Induk Berusaha (NIB) dan memberikan bantuan peralatan kepada 960 pelaku usaha, memperkuat daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah.

Baca Juga:  Komisi II DPRD Sulut Perkuat Pengawasan Hadapi Kemarau, Pastikan Program Pemerintah Tak Sekadar di Atas Kertas

Meski capaian impresif, Gubernur Yulius tak menutup mata terhadap sejumlah hambatan yang masih menjadi pekerjaan rumah:

  • Aksesibilitas terbatas — Kebutuhan rute penerbangan internasional langsung dan integrasi transportasi massal, termasuk Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) serta Trans Manado.
  • Fasilitas bandara — Peningkatan terminal internasional di Bandara Sam Ratulangi.
  • Infrastruktur dasar — Penyediaan air bersih, pengelolaan sampah, listrik, dan jaringan internet yang merata, terutama di destinasi wisata terpencil.

Menutup pertemuan, Pemprov Sulut menyampaikan sejumlah usulan konkret kepada Komisi VII DPR RI. Di antaranya:

  • Penetapan Sulawesi Utara sebagai kawasan prioritas industri berbasis sumber daya lokal, khususnya sektor kelautan dan agroindustri.
  • Penguatan sistem logistik nasional untuk menekan biaya distribusi.
  • Dukungan infrastruktur dan promosi yang lebih masif agar Sulut semakin kompetitif sebagai pintu gerbang Asia Pasifik.
Baca Juga:  Sulut Jadi Pusat Riset Kelautan Nasional, Gubernur Yulius Siap Sambut Kunjungan Presiden Prabowo

“Kami ingin Sulawesi Utara tidak hanya bertahan, tetapi menjadi pemain kunci dalam peta ekonomi nasional. Dukungan DPR RI sangat kami harapkan untuk mewujudkan visi ini,” pungkas Gubernur.

Dengan pertumbuhan yang solid, lonjakan ekonomi kreatif yang luar biasa, serta pariwisata yang terus mendaki, Sulawesi Utara kini sedang berada di jalur akselerasi. Transformasi ini tidak hanya menjanjikan angka-angka makro, tetapi juga peluang nyata bagi masyarakat, UMKM, dan generasi kreatif untuk turut serta membangun masa depan yang lebih sejahtera dan berdaya saing tinggi.

Sulut sedang membuktikan: dari kekayaan alam, budaya, hingga kreativitas digital, provinsi ini siap menjadi salah satu kekuatan baru ekonomi Indonesia Timur.

(EL)