Sulut1news.com, Bitung – Perbaikan infrastruktur jalan menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung terbukti menjadi magnet dahsyat bagi dunia usaha. Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, memastikan bahwa akses yang kini semakin mulus telah mendongkrak minat investor secara signifikan, tercatat hingga Rp 10,5 Triliun pada tahun 2026 dan terus meningkat.
Dalam kunjungan kerjanya, Kamis (30/4/2026), Yulius menyampaikan apresiasi tinggi kepada Kementerian PUPR yang telah membantu pembangunan jalan tersebut. Menurutnya, konektivitas adalah kunci utama daya saing daerah.
“Saya ucapkan terima kasih PUPR sudah bantu jalan. Karena KEK ini adalah wajah daya saing daerah. Kalau jalannya susah, orang malas datang. Tapi begitu melihat jalan seperti ini, investor langsung berebut. Sekarang sudah antre mau masuk ke sini,” tegas Yulius.
Strategi Besar: Akhiri Ekspor Bahan Mentah, Bangun Fabrik Pala
Salah satu langkah strategis yang segera direalisasikan adalah pembangunan pabrik pengolahan atau fabrik pala. Gubernur menegaskan, komoditas unggulan ini selama ini belum maksimal karena belum dilakukan proses hilirisasi.
“Kita kan selama ini hilirisasi pala belum ada. Nah, di KEK ini kita akan bangun pabrik pala yang dikelola Pemprov bekerja sama dengan pihak ketiga. Ini menjadi prioritas utama kita agar nilai ekonominya jauh lebih besar,” jelasnya.
Dengan adanya pabrik ini, Sulut tidak lagi hanya mengirimkan bahan mentah, tetapi menghasilkan produk jadi yang bernilai jual tinggi, menyerap tenaga kerja, dan memutar roda ekonomi lokal.
Sektor Lain Ikut Membludak
Selain komoditas pala dan kelapa, antusiasme investor juga terlihat sangat besar di sektor lainnya. Gubernur menyebutkan bahwa sektor perikanan, industri pengalengan, hingga logistik pelabuhan juga masuk dalam daftar tunggu (waiting list) untuk berinvestasi di kawasan tersebut.
“Masih banyak yang antre, mulai dari perikanan, cold storage, pengalengan, semuanya berminat. Potensinya sangat besar,” ungkapnya.
Keunggulan Direct Call & Insentif Menarik
Daya tarik KEK Bitung semakin bertambah dengan layanan ekspor-impor langsung (direct call). Barang tidak perlu lagi dikirim via Jakarta atau Surabaya, melainkan bisa langsung dikirim dari Bitung ke mancanegara seperti Jepang dan Cina.
Ditambah lagi dengan berbagai kemudahan dan diskon insentif dari Pemprov, Bitung kini kian diperhitungkan sebagai gerbang perdagangan terkuat di Indonesia Timur.
“Kita berharap Bitung benar-benar menjadi hub ekspor yang kuat. Jalan sudah bagus, investasi sudah masuk, pabrik pala akan dibangun, ini masa depan ekonomi Sulut yang cerah,” pungkas Gubernur Yulius. (EL)






