Jakarta

Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI – Diterima Semua Partai, Kemampuan Melengkapi

79
×

Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI – Diterima Semua Partai, Kemampuan Melengkapi

Sebarkan artikel ini

Sulut1news.com, Jakarta – Komisi XI DPR RI telah menyepakati Thomas AM Djiwandono sebagai deputi gubernur Bank Indonesia (BI) pengganti Juda Agung yang mengundurkan diri. Kesepakatan tersebut diambil dalam rapat internal yang berlangsung sekitar 30 menit pada Senin (26/01/2026), dan akan diajukan ke rapat paripurna DPR RI untuk disahkan pada Selasa (27/01/2026).

Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mengungkapkan bahwa keputusan ini merupakan hasil musyawarah mufakat seluruh anggota komisi. “Telah dilakukan kesepakatan melalui proses musyawarah mufakat dan kemudian diputuskan dalam rapat internal Komisi XI DPR bahwa yang menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia pengganti Bapak Juda Agung adalah Bapak Thomas Djiwandono,” ujarnya.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Gelar Rapat Malam Hari di Hambalang, Teliti Lima Program Strategis Penting Pemerintah

Proses pengambilan keputusan yang berlangsung relatif singkat didasarkan pada kesepakatan seluruh fraksi terhadap figur Thomas yang akrab disapa Tommy. Keponakan Presiden Prabowo Subianto tersebut dinilai dapat diterima oleh semua partai politik yang tergabung dalam Komisi XI DPR.

“Pertimbangannya bahwa Bapak Thomas adalah figur yang bisa diterima oleh semua partai politik,” jelas Misbakhun.

Namun, selain pertimbangan politik, kompetensi Thomas juga menjadi poin penting yang diakui oleh komisi. Dalam proses uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test), dia dinilai memiliki pemahaman yang kuat terhadap isu-isu strategis kebijakan ekonomi, terutama terkait sinergi antara kebijakan moneter dan fiskal.

“Beliau menjelaskan dengan sangat baik bagaimana perlunya membangun sinergi antara kebijakan moneter dan kebijakan fiskal agar saling menguatkan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi,” tambahnya.

Baca Juga:  Kebijakan AS Buka "Ruang Napas" Energi: Indonesia Dapat Pasokan Murah, Tapi Waspada Risiko Geopolitik

Komisi XI juga menilai kemampuan Thomas dalam membangun kelincahan (agility) dalam pengambilan keputusan kebijakan sebagai salah satu pertimbangan utama, terutama menghadapi dinamika ekonomi global yang semakin kompleks.

Menurut Misbakhun, latar belakang Thomas yang memiliki pengalaman di bidang kebijakan fiskal akan menjadi nilai tambah bagi BI. “Menurut saya pengalaman di monetary policy itu bisa diperkuat ketika Pak Thomas itu mempunyai pengalaman di fiscal policy. Jadi saling melengkapi. Dan itu kan bisa berjalan dalam proses selanjutnya,” tandasnya.

Perlu diketahui bahwa uji kelayakan kali ini merupakan yang pertama bagi Thomas untuk menjabat sebagai deputi gubernur BI. Dalam proses seleksi, dia bersaing dengan dua kandidat lain yang berasal dari dalam lingkungan BI, yakni Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI Solikin M Juhro dan Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Dicky Kartikoyono.
Redaksi Sulut1News