JakartaTerkini

TIMAH JADI SELANJUTNYA, HILIRISASI TARGETKAN INVESTASI US$ 618 MILYAR SAMPAI 2040

87
×

TIMAH JADI SELANJUTNYA, HILIRISASI TARGETKAN INVESTASI US$ 618 MILYAR SAMPAI 2040

Sebarkan artikel ini

Sulut1news.com, Jakarta – Setelah sukses dengan bauksit dan nikel, pemerintah kini menatap komoditas timah sebagai berikutnya yang akan diberlakukan larangan ekspor mentah. Menteri Energi dan Sumber Daya Alam (ESDM) Bahlil Lahadalia mengumumkan rencana ini dengan tujuan jelas: menggerakkan hilirisasi dalam negeri yang tidak hanya menghasilkan nilai tambah ekspor besar, tetapi juga menjadikan Indonesia sebagai pemain utama di rantai pasokan global industri strategis.

DARI NIKEL SAMPAI TIMAH: REKAM JEJAK KEMENANGAN HILIRISASI YANG BERBICARA

Kebijakan pelarangan ekspor komoditas mentah bukanlah langkah baru bagi pemerintah. Tahun lalu, bauksit menjadi target pertama, sementara kebijakan untuk bijih nikel yang diberlakukan pada 2018-2019 telah menunjukkan hasil yang luar biasa.

“Total ekspor nikel kita tahun 2018-2019 hanya US$ 3,3 miliar. Namun setelah pelarangan diberlakukan, pada 2024 angka itu melonjak hingga US$ 34 miliar – 10 kali lipat dalam waktu lima tahun saja,” ungkap Bahlil dalam keterangan tertulis pada Sabtu (14/2/2026).

Baca Juga:  Pajak Opsen Sulut Naik 66%, Penjualan Otomotif Anjlok Hingga 50% – Konsumen Malah Lari Beli di Jakarta & Gorontalo

Menurutnya, kesuksesan itu bukan hanya tentang angka ekspor, melainkan juga tentang dampak riil bagi ekonomi nasional: pertumbuhan yang merata dan penciptaan lapangan pekerjaan. “Inilah model yang akan kita terapkan pada timah dan komoditas lain yang akan kita kaji ke depannya. Tidak boleh lagi kita hanya menjadi eksportir barang mentah yang nilainya rendah,” tegasnya.

18 PROYEK PRIORITAS NASIONAL: INVESTASI Rp 618 TRILIUN MULAI BERJALAN TAHUN INI

Untuk mempercepat laju hilirisasi, Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan 18 proyek sebagai prioritas nasional tahun 2026 dengan total nilai investasi mencapai Rp 618 triliun. Proyek-proyek ini mencakup sektor-sektor kunci seperti hilirisasi bauksit, nikel, gasifikasi batubara, hingga pengembangan kilang minyak, yang semuanya ditargetkan mulai beroperasi dalam waktu dekat.

Baca Juga:  KLAIM PERASAN Rp 3 MILYAR TERHADAP AMMAR ZONI AKAN DIDALAMI MENKO KUMHAM IMIPAS

Salah satu fokus utama dari proyek-proyek ini adalah substitusi impor – menjadikan produk hasil hilirisasi dalam negeri sebagai pengganti barang-barang yang selama ini harus dibeli dari luar. Bahlil mengundang investor nasional, khususnya sektor perbankan, untuk turut berperan aktif dalam membiayai proyek-proyek strategis ini.

“Semua produknya adalah untuk melahirkan substitusi impor – ini adalah pasar dalam negeri yang pasti ada. Ini kesempatan emas bagi perbankan dalam negeri untuk terlibat. Jangan sampai kesempatan untuk mendapatkan nilai tambah ini hanya dinikmati oleh investor asing,” pungkasnya.

VISI 2040: HILIRISASI AKAN DORONG INVESTASI US$ 618 MILYAR DAN 3 JUTA PEKERJA

Perencanaan hilirisasi tidak hanya sebatas jangka pendek. Hingga tahun 2040 mendatang, program ini diprediksi akan menarik investasi hingga US$ 618 miliar, di mana US$ 498,4 miliar berasal dari subsektor mineral dan batubara (minerba), serta US$ 68,3 miliar dari sektor minyak dan gas bumi.

Baca Juga:  Gubernur YSK Serahkan Bonus Puluhan Juta Rupiah Bagi Atlet Sulut Pengharum Nama Daerah

Dampak yang diharapkan juga sangat besar:

– Ekspor sebesar US$ 857,9 miliar
– Kontribusi terhadap PDB sebesar US$ 235,9 miliar
– Penciptaan lebih dari 3 juta lapangan kerja

Angka-angka ini menunjukkan bahwa hilirisasi bukan hanya kebijakan ekonomi, tetapi juga strategi jangka panjang untuk mengubah wajah industri Indonesia dan memperkuat posisi negara di peta ekonomi global.
(EL)
Sumber: CNBC Indonesia