Sulut1news.com, Manado – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan rencana perombakan jajaran Direktorat Jenderal Pajak (DJP) minggu depan, setelah sebelumnya berhasil melantik 31 pejabat baru di lingkungan Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC). Langkah strategis di kedua instansi kunci ini menjadi bagian dari upaya menyempurnakan sistem penerimaan negara untuk menjaga ketahanan fondasi fiskal serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
“Kemarin kan saya sudah tuh obrak-abrik bea cukai, minggu depan pajak. Jadi income akan membaik ke depan sehingga fondasi fiskal ga masalah lagi,” ujar Purbaya saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kamis (29/1/2026).
Perombakan DJBC sebelumnya dilaksanakan dengan tujuan khusus untuk menutup berbagai lobang kebocoran penerimaan negara yang telah terjadi selama ini. Menurut Menteri Keuangan, langkah ini menjadi keharusan untuk mengamankan penerimaan negara yang optimal, demi memenuhi kebutuhan belanja negara dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Bea cukai dan pajak saya tangani langsung karena itu penting buat penerimaan tahun ini dan untuk menekan defisit anggaran kita,” tegasnya.
Dalam pelaksanaan perubahan jajaran, Purbaya menegaskan bahwa pengganti pejabat di DJBC tidak diambil dari pihak eksternal. Keputusan ini diambil untuk menghindari risiko ketidaktahuan terhadap teknis operasional kerja, yang bisa menjadi boomerang bagi kinerja instansi. Alih-alih merekrut dari luar, ia memilih untuk mengangkat potensi pegawai muda atau melakukan rotasi jabatan antar pejabat yang sudah ada.
Selain memperkuat penerimaan negara, dana yang dioptimalkan dari perbaikan kinerja kedua instansi ini akan dialokasikan untuk mendorong pembangunan pertumbuhan ekonomi nasional. “Dan uang yang diperoleh akan dipakai untuk membangun pertumbuhan ekonomi. Menciptakan pertumbuhan ekonomi. Jadi gak usah takut,” pungkasnya dengan keyakinan.
Redaksi Sulut1News






