Politik

Rocky Wowor: Arsitek Kesuksesan Pembangunan dan Pendidikan di Sulut

158
×

Rocky Wowor: Arsitek Kesuksesan Pembangunan dan Pendidikan di Sulut

Sebarkan artikel ini

Sulut1new, Manado – Tepat satu tahun yang lalu, 5 Maret 2025, Yulius Selvanus, SE dan Victor Mailangkay, SH., MH pertama kali menapakkan kaki di Kantor Gubernur, Jalan 17 Agustus, dengan satu janji: Revormasi Pembangunan Hari ini, 5 Maret 2026, catatan 365 hari kepemimpinan mereka menunjukkan transformasi nyata yang menyentuh hingga ke pelosok pulau terluar.

​Apresiasi tinggi datang dari Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sulut, Rocky Wowor menilai duet Yulius-Victor telah menorehkan kinerja yang sangat populis dan berpihak pada rakyat kecil.

​Sektor pendidikan menjadi primadona prestasi. Di bawah komando Yulius Selvanus, Sulut berhasil melakukan lompatan kuantum dalam pengelolaan data.

​”Sulut kini menjadi contoh nasional. Penghargaan dari Kemendikdasmen membuktikan bahwa data yang dikelola secara kolaboratif mampu melahirkan kebijakan pendidikan yang adil dan berdampak nyata bagi mutu SDM kita,” ujar Rocky Wowor.

Baca Juga:  Niklas Silangen Bawa Pesan Spiritual Gubernur di “Minsel Bermazmur”: Iman Harus Jadi Fondasi Pembangunan Sulut

​Di tengah tantangan ekonomi global, Sulut mencatatkan pertumbuhan impresif sebesar 5,66% sepanjang 2025. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan hasil dari kebijakan fiskal yang pro-rakyat:

​Langkah berani meningkatkan daya beli buruh.
​Gelar pasar murah rutin di 15 kabupaten/kota untuk menjinakkan inflasi.
​Keadilan bagi Warga Kepulauan
​Revolusi pembangunan ini tidak hanya terpusat di daratan Minahasa. Ribuan kepala keluarga di wilayah kepulauan kini merdeka dari kegelapan.

​Pulau Gangga dan Talise Kini menikmati listrik 1 x 24 jam.
​Tujuh Pulau Lainnya. Termasuk Pulau Buhias (Sitaro), Kakorotan (Talaud), hingga Mantehage dan Nain (Minut), kini resmi “terang benderang” sepanjang hari.

​RTRW sebagai Magnet Investasi
​Rocky Wowor juga menggarisbawahi pentingnya penguatan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) sebagai fondasi investasi. Dengan zonasi yang jelas untuk industri, pariwisata, dan pertanian, investor kini memiliki jaminan legalitas yang kuat.

Baca Juga:  Penutupan Masa Persidangan II: DPRD Sulut Sampaikan Rekomendasi Strategis atas LKPJ Gubernur

​”Tanpa tata ruang yang jelas, investasi berisiko memicu konflik. Kepemimpinan saat ini memberikan rasa aman dan nyaman bagi investor untuk masuk ke Sulut,” tegas politisi dari Dapil Bolmong Raya tersebut. (Mars)