Ekonomi & BisnisJakarta

Sukses Diplomasi Prabowo! Minyak Mentah Rusia Akan Masuk Indonesia Akhir April Ini

84
×

Sukses Diplomasi Prabowo! Minyak Mentah Rusia Akan Masuk Indonesia Akhir April Ini

Sebarkan artikel ini

Sulut1news.com, Jakarta – Hasil kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke Rusia mulai membuahkan hasil nyata. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memastikan bahwa pasokan minyak mentah (crude oil) dari Rusia akan segera tiba di Indonesia tepat pada bulan ini. Langkah ini merupakan bagian dari strategi besar diversifikasi sumber energi demi mengamankan kepentingan nasional.

Bahlil menegaskan, kesepakatan ini bukan hanya soal transaksi dagang, melainkan wujud nyata pelaksanaan arahan langsung Presiden untuk tidak lagi bergantung pada satu atau dua negara pemasok saja. Pemerintah ingin memastikan pasokan energi di dalam negeri tetap stabil dan aman dari gejolak pasar global.

“Dalam pertemuan dengan Menteri Energi dan pemerintah Rusia, telah disepakati bahwa kita akan mendapatkan pasokan dan membeli minyak mentah dari sana. Strategi ini juga kita lakukan di negara lain, termasuk Amerika Serikat,” ungkap Bahlil saat ditemui di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (17/4/2026).

Baca Juga:  Grace Natalie: PSI Kawal Pemerintahan Prabowo-Gibran Sampai Akhir

Target Pengiriman: Akhir April 2026

Menurut jadwal yang telah disepakati, proses pengiriman pertama minyak mentah dari Rusia ditargetkan akan terlaksana sangat cepat, yakni pada akhir bulan April ini.

“Oh kalau untuk crude mungkin bulan-bulan ini, tepatnya akhir bulan ini,” jelasnya singkat namun tegas.

Selain minyak mentah, pemerintah juga tengah menggencarkan negosiasi untuk komoditas energi lainnya. Bahlil mengungkapkan bahwa kesepakatan pasokan Liquefied Petroleum Gas (LPG) dari Rusia juga sedang dalam tahap finalisasi. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kebutuhan domestik yang terus meningkat dari waktu ke waktu.

“Untuk LPG masih dalam tahap finalisasi,” tambahnya.

Antisipasi Gejolak Global, Jamin Ketersediaan untuk Rakyat

Kebijakan membuka keran impor dari Rusia ini diambil sebagai langkah antisipatif terhadap potensi gangguan atau fluktuasi harga di pasar energi dunia. Dengan adanya tambahan sumber pasokan baru, pemerintah yakin ketahanan energi nasional akan semakin kuat.

Baca Juga:  Konflik Timur Tengah Memanas, Iran Ancam Perusahaan Teknologi AS Jadi Target Serangan

Bahlil menekankan bahwa prioritas utama pemerintah adalah memastikan tidak ada kelangkaan dan kebutuhan energi masyarakat dapat terlayani dengan baik dan berkelanjutan.

“Yang penting, saya sebagai pemerintah atas arahan Bapak Presiden memastikan bahwa seluruh kebutuhan minyak kita tersedia. Kita harus cari sumber-sumber baru untuk memastikan kepentingan rakyat bisa terlayani dengan maksimal,” tandasnya.

Langkah ini menandai era baru diplomasi energi Indonesia yang lebih mandiri, agresif, dan berpihak pada kepentingan rakyat serta stabilitas ekonomi negara.

Redaksi