Sulut1news.com, Bandung — Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional. Kali ini, apresiasi datang dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI bersama Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (DPP LPM) RI atas komitmen Pemprov Sulut dalam mendorong pemberdayaan masyarakat di desa dan kelurahan.
Penghargaan tersebut diterima mewakili Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, S.E. oleh Plt Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Sulut, Dr. Audy Pangemanan, dalam rangkaian Pengukuhan Pengurus DPP LPM RI dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) LPM RI di Gedung Merdeka, Bandung, Jumat (7/8/2026).
Piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri bersama jajaran DPP LPM RI kepada Gubernur Yulius Selvanus sebagai bentuk apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terhadap upaya pemberdayaan masyarakat desa dan kelurahan menuju Indonesia Maju.
Penghargaan ini menjadi menarik karena substansinya tidak hanya berbicara mengenai capaian administratif pemerintahan. Lebih jauh, apresiasi tersebut menyoroti bagaimana pemerintah daerah menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam proses pembangunan.
Dari Infrastruktur ke Pemberdayaan
Di bawah kepemimpinan Gubernur Yulius Selvanus, pembangunan Sulawesi Utara diarahkan tidak semata-mata pada pembangunan fisik dan infrastruktur. Penguatan kapasitas masyarakat, peningkatan partisipasi warga serta pengembangan semangat gotong royong juga menjadi bagian dari fondasi pembangunan daerah.
Dalam perspektif tersebut, desa dan kelurahan bukan sekadar wilayah administratif. Keduanya menjadi ruang pertama tempat kebijakan pemerintah bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat.
Karena itu, penguatan kelembagaan masyarakat di tingkat desa dan kelurahan dinilai memiliki posisi strategis dalam memastikan pembangunan tidak berhenti pada program pemerintah, tetapi mampu tumbuh menjadi gerakan bersama masyarakat.
Semangat tersebut sejalan dengan visi LPM RI yang menempatkan pemberdayaan masyarakat sebagai salah satu kekuatan penting dalam membangun Indonesia yang mandiri, kuat dan berdaya saing.
Audy: Penghargaan Ini Amanah
Plt Kadispora Sulut Dr. Audy Pangemanan mengatakan, penghargaan yang diterima atas nama Gubernur Yulius Selvanus merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanah bagi Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.
“Kepercayaan untuk mewakili Bapak Gubernur menerima penghargaan nasional ini merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanah,” ujar Audy.
Menurutnya, penghargaan tersebut harus dimaknai sebagai dorongan untuk memperkuat kerja bersama antara pemerintah dan masyarakat.
Sinergi dengan LPM, pemerintah kabupaten dan kota, pemerintah desa dan kelurahan serta berbagai elemen masyarakat perlu terus diperkuat agar program pembangunan benar-benar memberikan dampak yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Penghargaan ini bukan sekadar simbol keberhasilan, melainkan pengakuan atas komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dalam membangun dari akar rumput,” demikian disampaikan dalam sambutan penerimaan penghargaan.
Momentum Memperkuat Gotong Royong
Penerimaan penghargaan tersebut berlangsung dalam agenda nasional yang mempertemukan unsur pemerintah pusat, pemerintah daerah dan organisasi pemberdayaan masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.
Kegiatan pengukuhan pengurus DPP LPM RI dan Rakernas tersebut turut dihadiri jajaran pemerintah pusat dan daerah serta dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago.
Bagi Sulawesi Utara, momentum tersebut menjadi lebih dari sekadar seremoni penghargaan. Apresiasi di tingkat nasional ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keberhasilan pembangunan daerah pada akhirnya tidak hanya diukur dari berapa banyak infrastruktur yang dibangun, tetapi juga dari seberapa kuat masyarakat dilibatkan dan diberdayakan.
Dengan demikian, penghargaan tersebut diharapkan menjadi energi baru bagi Pemprov Sulut untuk memperluas kolaborasi pembangunan berbasis masyarakat.
Sebab, ketika desa dan kelurahan memiliki masyarakat yang aktif, mandiri dan mampu mengambil bagian dalam pembangunan, maka fondasi pembangunan daerah pun menjadi semakin kuat.
Dari Sulawesi Utara, semangat itu kini mendapat pengakuan di tingkat nasional: membangun daerah tidak cukup hanya dari atas, tetapi harus tumbuh kuat dari akar rumput. (EL)






