Bitung

Bapenda Bitung Genjot PAD, Digitalisasi Jadi Kunci Kenaikan

43
×

Bapenda Bitung Genjot PAD, Digitalisasi Jadi Kunci Kenaikan

Sebarkan artikel ini

Sulut1news.com, Bitung — Kinerja fiskal Pemerintah Kota Bitung mulai menunjukkan geliat positif di awal tahun. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) mencatat tren peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada triwulan I 2026, menjadi sinyal kuat efektivitas strategi optimalisasi yang tengah dijalankan di tengah tekanan efisiensi anggaran secara nasional.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bapenda Kota Bitung, Theo Rorong, menegaskan capaian awal tahun ini bukan sekadar angka, melainkan indikator keberhasilan pendekatan baru dalam pengelolaan pendapatan daerah.

“Peningkatan penerimaan pajak pada triwulan pertama ini menjadi sinyal positif bagi optimalisasi PAD. Kami terus mendorong penggalian potensi pajak daerah yang selama ini belum maksimal,” ujar Theo, Kamis (9/4/2026).

Baca Juga:  PLN UP3 Tahuna Raih Penghargaan Penanggulangan TBC di Tempat Kerja, Bukti Komitmen Wujudkan Lingkungan Kerja Sehat

Menurutnya, capaian tersebut ditopang oleh transformasi sistemik yang dibangun melalui tiga pilar utama. Pertama, digitalisasi layanan perpajakan yang mempermudah masyarakat dalam melakukan pembayaran tanpa harus antre, sekaligus meningkatkan efisiensi dan kenyamanan.

Kedua, penguatan transparansi dan akuntabilitas keuangan daerah melalui sistem pencatatan transaksi pajak secara real-time. Langkah ini dinilai penting untuk membangun kepercayaan publik sekaligus meminimalisir potensi kebocoran.

Ketiga, strategi intensifikasi dan ekstensifikasi pajak dengan menyisir potensi baru yang belum tergarap. Upaya ini diarahkan untuk memperluas basis pajak dan meningkatkan tingkat kepatuhan wajib pajak.

“Langkah ini kami lakukan untuk memperkuat fondasi fiskal daerah, sekaligus memastikan keberlanjutan pembangunan di Kota Bitung,” jelasnya.

Baca Juga:  Bitung Rayakan HUT ke-35: Harmonisasi dan Semangat Petarung Jadi Modal Kemajuan

Tak hanya sektor pajak, performa impresif juga ditunjukkan pada pos Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan. Dari target Rp5,5 miliar, realisasi telah menembus Rp5,28 miliar atau 96,09 persen hanya dalam kurun tiga bulan pertama tahun berjalan—sebuah capaian yang mencerminkan optimalisasi aset daerah yang semakin efektif.

Di sisi lain, sektor retribusi daerah masih menjadi pekerjaan rumah. Hingga akhir triwulan I, realisasi baru mencapai Rp631,9 juta atau 9,22 persen dari target. Meski demikian, Bapenda tetap optimistis tren ini akan membaik seiring peningkatan aktivitas ekonomi dan pembenahan sistem pemungutan.

“Evaluasi terus kami lakukan, termasuk penguatan di sektor retribusi. Kami yakin pada triwulan berikutnya akan terjadi peningkatan signifikan,” tambah Theo.

Baca Juga:  DPRD Sulut Julitje Maringka Temui Warga Pateten Tiga di Reses, Jaring Aspirasi Penting Seperti Lampu Jalan dan Air Bersih

Dengan capaian awal yang cukup menjanjikan, Pemerintah Kota Bitung optimistis target PAD tahun 2026 tidak hanya tercapai, tetapi juga berpotensi melampaui proyeksi yang telah ditetapkan.

Rincian Capaian PAD Kota Bitung Triwulan I 2026:

  • Pajak Daerah: Rp17,96 miliar (19,82%)
  • Retribusi Daerah: Rp631,9 juta (9,22%)
  • Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan: Rp5,28 miliar (96,09%)
  • Lain-lain PAD yang Sah: Rp362,6 juta (36,27%)

Capaian ini menjadi fondasi awal yang penting bagi Bitung dalam menjaga stabilitas fiskal sekaligus memperkuat kapasitas pembiayaan pembangunan daerah sepanjang tahun 2026. (*)