Sulut1news.com, Manado – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mempublikasikan capaian pelaksanaan visi dan misi kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus Komaling SE, dan Victor Mailangkay SH, MH sepanjang tahun 2025. Berbagai program strategis mulai dari penguatan integritas pemerintahan, pembangunan sumber daya manusia, hingga investasi pendidikan unggulan mulai menunjukkan hasil yang menjadi fondasi menuju Sulawesi Utara yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan.
Di tengah tantangan pembangunan yang semakin kompleks, pemerintah daerah berupaya menerjemahkan delapan misi pembangunan ke dalam langkah-langkah konkret yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
Salah satu fokus utama pemerintah adalah upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi serta narkoba. Meski hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) masih berada pada angka 68,08 atau kategori rentan, capaian ini justru menjadi bahan evaluasi sekaligus titik awal untuk melakukan perbaikan menyeluruh.
Tidak hanya berhenti pada evaluasi, Pemprov Sulut mulai membangun budaya antikorupsi sejak dini melalui penerapan kurikulum antikorupsi di sekolah-sekolah. Langkah ini dinilai strategis karena menanamkan nilai integritas kepada generasi muda sejak usia sekolah.
Upaya serupa juga diperluas ke sektor pelayanan publik, termasuk rumah sakit. Melalui program sosialisasi antikorupsi, pemerintah mendorong terciptanya layanan kesehatan yang bersih, transparan, dan bebas pungutan liar.
“Perubahan budaya tidak bisa dilakukan secara instan. Pendidikan karakter dan integritas menjadi investasi jangka panjang yang akan menentukan kualitas tata kelola pemerintahan di masa depan,” demikian semangat yang diusung dalam berbagai program tersebut.
Di bidang sumber daya manusia, Sulawesi Utara mencatat capaian membanggakan dengan meraih penghargaan National Governance Award 2026 kategori Outstanding Province in Life Expectancy Value. Penghargaan ini menjadi indikator bahwa kualitas kesehatan masyarakat dan angka harapan hidup warga Sulut terus mengalami peningkatan.
Prestasi tersebut tidak hadir secara tiba-tiba. Berbagai program kesehatan, peningkatan akses layanan publik, serta pembangunan infrastruktur pendukung menjadi faktor yang turut berkontribusi terhadap meningkatnya kualitas hidup masyarakat.
Selain itu, pemerintah juga menunjukkan komitmen besar dalam mencetak sumber daya manusia unggul melalui pembangunan SMA Taruna Nusantara Sulawesi Utara di Noongan, Kabupaten Minahasa. Kehadiran sekolah unggulan nasional ini diproyeksikan menjadi pusat pembinaan calon pemimpin masa depan dari kawasan timur Indonesia.
Tak hanya itu, pembangunan Sekolah Rakyat di Manado dan Minahasa (Tampusu) menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat.
Jika banyak daerah berlomba membangun infrastruktur fisik, Sulawesi Utara memilih menempatkan pendidikan sebagai investasi strategis jangka panjang.
Pembangunan SMA Taruna Nusantara dan Sekolah Rakyat tidak sekadar menghadirkan gedung baru, tetapi menjadi simbol transformasi kualitas sumber daya manusia. Pemerintah menyadari bahwa daya saing daerah pada masa depan tidak hanya ditentukan oleh kekayaan sumber daya alam, melainkan kualitas generasi mudanya.
Dengan hadirnya lembaga pendidikan unggulan tersebut, Sulawesi Utara berupaya menciptakan ekosistem pendidikan yang mampu melahirkan pemimpin, profesional, dan inovator yang siap bersaing di tingkat nasional maupun global.
Komitmen membangun karakter generasi muda juga terlihat melalui proses seleksi putra-putri terbaik Sulawesi Utara untuk menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka).
Program ini tidak hanya menjadi ajang seleksi seremonial, tetapi juga wadah pembentukan disiplin, kepemimpinan, dan nasionalisme bagi generasi muda Sulut.
Para peserta yang terpilih nantinya diharapkan menjadi teladan di lingkungan masing-masing sekaligus menjadi bagian dari kader pemimpin masa depan daerah.
Meskipun sejumlah capaian telah diraih, berbagai tantangan masih menanti. Hasil SPI yang masih berada dalam kategori rentan menunjukkan perlunya percepatan reformasi birokrasi dan penguatan sistem pengawasan.
Namun demikian, langkah-langkah yang telah dilakukan menunjukkan arah pembangunan yang jelas. Pemerintah tidak hanya berfokus pada pencapaian jangka pendek, tetapi juga membangun fondasi jangka panjang melalui pendidikan, integritas, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Dengan berbagai program yang telah berjalan, tahun 2025 menjadi fase penting dalam meletakkan dasar transformasi Sulawesi Utara menuju provinsi yang semakin maju, berdaya saing, dan berkelanjutan. (EL)






