Sulut

GAMDI Sulut Resmi Terbentuk, Hence Madellu Terpilih Aklamasi Pimpin Penguatan Dapur MBG dan UMKM Pangan

309
×

GAMDI Sulut Resmi Terbentuk, Hence Madellu Terpilih Aklamasi Pimpin Penguatan Dapur MBG dan UMKM Pangan

Sebarkan artikel ini

Rapat Koordinasi DPP dan DPW di Manado menjadi langkah awal memperkuat sinergi program Makan Bergizi Gratis, pemberdayaan UMKM, dan ketahanan pangan di Sulawesi Utara.

Sulut1news.com, Manado – Gabungan Mitra Dapur Indonesia (GAMDI) resmi membentuk Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Sulawesi Utara melalui Rapat Koordinasi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) bersama DPW yang digelar di Lounge Sparta, Tikala, Manado, Rabu (15/7/2026).

Dalam forum tersebut, peserta rapat secara aklamasi menetapkan Hence M. Madellu sebagai Ketua DPW GAMDI Sulawesi Utara. Terpilihnya Hence menjadi tonggak awal penguatan organisasi yang diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung pelaksanaan berbagai program di bidang pangan, gizi, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Rapat koordinasi dipandu oleh Jemmy Senduk selaku Sekretaris GAMDI yang bertindak sebagai pengarah jalannya kegiatan. Suasana rapat berlangsung penuh semangat kebersamaan dengan mengedepankan komitmen membangun organisasi yang profesional, inklusif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Baca Juga:  Bitung Disiapkan Jadi Gerbang Logistik Global, Sulampua Bidik Peran Strategis Asia Pasifik

Dalam arahannya, pengurus menegaskan bahwa GAMDI hadir bukan sekadar sebagai organisasi, tetapi sebagai wadah kolaborasi yang menghimpun berbagai unsur profesional, akademisi, pelaku usaha, hingga tokoh masyarakat untuk mendukung pengembangan dapur penyedia makanan bergizi, peningkatan kualitas SDM, serta pemberdayaan UMKM di sektor pangan.

Dengan terbentuknya kepengurusan DPW Sulawesi Utara, GAMDI diharapkan mampu memperluas jejaring kerja sama dengan pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga pendidikan, maupun organisasi kemasyarakatan guna memperkuat ketahanan pangan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Adapun susunan kepengurusan DPW GAMDI Sulawesi Utara yang disepakati dalam rapat tersebut sebagai berikut:

Dewan Pembina/Penasehat

  • Ketua: Ir. Hj. Tatong Bara
  • Ivandry Matu
  • Lukas Umboh
  • Prof. Ir. Dedie Tooy, M.Si., Ph.D
  • Joppy Senduk
Baca Juga:  Sulut Jadi Pusat Riset Kelautan Nasional, Gubernur Yulius Siap Sambut Kunjungan Presiden Prabowo

Dewan Pengawas

  • Ketua: Ronald Gampu
  • Paramitha Kalesaran
  • Elvis Elvianus
  • Novita Simbala

Dewan Pimpinan Wilayah

  • Ketua: Hence M. Madellu
  • Sekretaris: Jemmy Senduk
  • Bendahara: Jainy Liwe

Bidang-Bidang

  • Organisasi: Dr. Ir. Charles Ngangi, M.Si
  • Antar Lembaga: Adianto Sangky
  • Kesehatan dan Gizi: dr. Nike Sumangkut, M.Kes
  • Kerja Sama dan Pengembangan UMKM: Meynio Sumendap
  • Pelatihan dan Sertifikasi: Windy
  • Hukum dan Advokasi: Gerald Taroreh, SH
  • Industri: Dr. Ir. Tommy Lolowang, M.Si
  • Peningkatan Sumber Daya Manusia: Ermy Waney
  • Infrastruktur: Willem Kuntag, ST
  • Informasi, Komunikasi dan Digital: Marta Pasla, SP
  • Riset dan Penelitian: Ir. Tineke Langi, M.Si

Ketua DPW GAMDI Sulawesi Utara, Hence M. Madeullu, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin organisasi di tingkat provinsi. Ia menegaskan komitmennya untuk membangun GAMDI Sulut menjadi organisasi yang solid, profesional, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Baca Juga:  Wagub Victor Mailangkay Pimpin Evaluasi Hasil Pemeriksaan BPK, Tekankan Akuntabilitas Anggaran Daerah

“Kami akan membangun sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan agar GAMDI dapat berperan aktif mendukung penyediaan makanan bergizi, memperkuat UMKM, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan ikut menyukseskan berbagai program strategis pemerintah di Sulawesi Utara,” ujarnya.

Melalui terbentuknya kepengurusan ini, GAMDI Sulawesi Utara optimistis dapat menjadi mitra pembangunan yang mampu menghadirkan inovasi di bidang pangan dan gizi, sekaligus mendorong tumbuhnya ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan.

EL