Daerah

Hadapi Gelombang AI, Menkomdigi Siapkan Permen dan Minta Pers Jaga Integritas

60
×

Hadapi Gelombang AI, Menkomdigi Siapkan Permen dan Minta Pers Jaga Integritas

Sebarkan artikel ini

Sulut1news.com, Serang, 8 Februari 2026 – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutia Hafid menyoroti tantangan besar yang dihadapi pers Indonesia di era digital saat ini, di mana masyarakat menginginkan informasi yang tidak hanya cepat tetapi juga akurat. Hal ini disampaikannya dalam Konvensi Nasional Media Massa yang menyambut Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Hotel Aston Serang.

Menurut Meutia, industri pers kini berada pada fase krusial dengan munculnya berbagai persoalan, mulai dari disinformasi yang marak hingga banyaknya pelanggaran aturan di ruang digital.

“Kita sedang menghadapi era di mana kecepatan informasi harus seimbang dengan kebenaran. Komunikasi dan Informatika berada di garda terdepan untuk menjaga ruang berekspresi yang sehat di media sosial,” ujarnya.

Baca Juga:  601 Tahun Tradisi Sangihe Bersinar Terang – PLN Jaga Nyala Tanpa Kegelapan

Salah satu fokus pembicaraan adalah peran kecerdasan buatan (AI) yang semakin meluas di dunia pers. Menkomdigi mengakui bahwa AI memberikan ruang kreativitas yang lebih luas bagi para pelaku industri media, namun menekankan bahwa konten yang dihasilkan harus tetap memiliki nilai edukatif.

“Di Amerika Serikat bahkan muncul gerakan anti-AI yang berasal dari kekhawatiran publik, komunitas seni, hingga masyarakat lokal terkait dampak sosial, ekonomi, dan etika teknologi ini,” ungkap Meutia.

Menkomdigi ini juga menambahkan bahwa fenomena AI telah menyentuh langsung dunia jurnalistik, seperti kasus penggunaan karya jurnalis tanpa izin, fragmentasi media, hingga banyak perusahaan pers yang mulai didekati oleh teknologi ini. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Kementerian Komunikasi dan Digital tengah menggodok peraturan menteri yang mengatur penggunaan AI di industri pers.

Baca Juga:  WAGUB SULUT HADIRI UPACARA ADAT TULUDE, MERIAKAN HUT KE-601 KABUPATEN SANGIHE

“Kita perlu kesepakatan bersama dari setiap ruang redaksi: jangan pernah menggunakan AI secara 100 persen. Tentu ada perbedaan mendasar antara berita yang dihasilkan dari kerja keras dan integritas jurnalis dengan konten yang dihasilkan oleh mesin,” tegas Meutia.

Menkomdigi menyambut baik pelaksanaan Konvensi Nasional Media Massa ini, yang dianggap sebagai wadah penting untuk menyusun langkah bersama dalam menghadapi tantangan industri pers. Ia menegaskan bahwa pemerintah terus membutuhkan eksistensi pers yang kuat sebagai mitra dalam membangun masyarakat yang cerdas dan terinformasi dengan benar.
(EL)