Sulut

HUT RI dan HUT Sulut Jadi Titik Awal Gebrakan Baru, Pemprov Luncurkan Pemutihan Pajak hingga Program Jutaan Bibit Kelapa

328
×

HUT RI dan HUT Sulut Jadi Titik Awal Gebrakan Baru, Pemprov Luncurkan Pemutihan Pajak hingga Program Jutaan Bibit Kelapa

Sebarkan artikel ini

Sulut1news.com, Manado – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mengubah makna peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan HUT ke-62 Provinsi Sulawesi Utara menjadi lebih dari sekadar seremoni. Momentum tahunan tersebut dijadikan titik awal peluncuran berbagai program strategis yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat, mulai dari kebijakan pemutihan pajak kendaraan bermotor hingga penguatan sektor perkebunan melalui distribusi jutaan bibit kelapa.

Komitmen itu ditegaskan Gubernur Sulawesi Utara saat memimpin Apel Pencanangan Rangkaian Peringatan HUT RI ke-81 dan HUT ke-62 Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2026.

Dalam arahannya, Gubernur menekankan bahwa kemerdekaan harus dimaknai sebagai energi untuk bekerja lebih nyata dan menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

“Perayaan kemerdekaan tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial. Momentum ini harus menjadi penggerak pembangunan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memperkuat semangat gotong royong dalam membangun Sulawesi Utara,” tegas Gubernur.

Ia menjelaskan, tema nasional HUT RI ke-81, “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, menjadi pengingat bahwa kemerdekaan merupakan amanah untuk menjaga kedaulatan bangsa sekaligus memastikan pemerataan kesejahteraan.

Baca Juga:  Gubernur Yulius: Iman dan Karakter Adalah Senjata Pemuda Menaklukkan Tantangan Global

Selaras dengan semangat tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mengusung tema “Sulawesi Utara Melaju”, akronim dari Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan, sebagai arah pembangunan daerah yang lebih cepat, inklusif, dan berdaya saing.

“Kita tidak boleh berjalan di tempat. Sulawesi Utara harus bergerak lebih cepat, melompat lebih tinggi, dan bekerja lebih keras agar mampu menjadi daerah yang mandiri, kompetitif, dan berkeadilan,” ujar Gubernur.

Salah satu kebijakan yang diperkirakan akan memberikan dampak langsung bagi masyarakat adalah peluncuran Program Keringanan Pajak Merdeka yang berlaku sepanjang Agustus hingga akhir September 2026.

Melalui program tersebut, pemerintah memberikan pembebasan 100 persen tunggakan pokok Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tahun-tahun sebelumnya untuk kendaraan roda dua di bawah 200 cc. Sementara itu, kendaraan roda dua di atas 200 cc, roda tiga, dan roda empat memperoleh pengurangan tunggakan pokok PKB sebesar 50 persen.

Baca Juga:  Ratusan Anak Sulut Siap Rayakan Paskah Lewat Festival Kreatif “Little Hands Big Joy” di Kantor Gubernur

Pemerintah juga menghapus 100 persen denda PKB, denda SWDKLLJ, serta denda tunggakan pajak tahun-tahun sebelumnya.

Gubernur meminta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi ujung tombak sosialisasi agar masyarakat mengetahui dan memanfaatkan kesempatan tersebut.

“Jangan sampai program yang sangat membantu masyarakat ini tidak diketahui. ASN harus aktif menyampaikan informasi kepada warga sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan,” katanya.

Tak hanya menghadirkan insentif fiskal, pemerintah juga memperkuat sektor pertanian dan perkebunan sebagai fondasi ekonomi daerah.

Pada kesempatan tersebut diserahkan secara simbolis 2.051 bibit kelapa, yang merupakan bagian dari bantuan pemerintah pusat sebanyak sekitar 2,75 juta bibit kelapa untuk Sulawesi Utara.

Program ini diproyeksikan mempercepat revitalisasi perkebunan kelapa, meningkatkan produktivitas petani, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat di daerah sentra perkebunan.

Sebagai bagian dari penguatan semangat nasionalisme, Gubernur juga menginstruksikan seluruh perangkat daerah membagikan Bendera Merah Putih kepada masyarakat, terutama keluarga kurang mampu dan warga yang belum memiliki bendera yang layak.

Baca Juga:  Jusuf Kalla Lantik Pengurus PMI Sulut 2026-2031, Gubernur Yulius Ingatkan Pentingnya Kesiapsiagaan Bencana

Menjelang rangkaian peringatan HUT RI dan HUT Provinsi Sulut, Gubernur turut memberikan lima arahan strategis kepada seluruh perangkat daerah, yakni menggelorakan semangat kemerdekaan melalui pemasangan bendera dan umbul-umbul, menjaga profesionalisme pelayanan publik, memperkuat sinergi lintas sektor, memastikan keamanan dan ketertiban selama seluruh rangkaian kegiatan, serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi dampak El Nino yang berpotensi memicu kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, hingga ancaman terhadap ketahanan pangan.

Mengakhiri sambutannya, Gubernur mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan peringatan HUT RI dan HUT Provinsi Sulawesi Utara sebagai momentum memperkuat persatuan sekaligus mempercepat pembangunan daerah.

“Mari kita kobarkan kembali semangat juang para pahlawan, rapatkan barisan, dan bekerja bersama membangun Sulawesi Utara yang semakin maju, sejahtera, dan berkelanjutan sebagai bagian dari Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur. NKRI Harga Mati,” pungkasnya. (EL)