Sulut1news.com, Manado – Ratusan kader dan simpatisan Partai NasDem Sulawesi Utara menggelar aksi damai di NasDem Tower Sulut, Manado, Rabu (15/04/2026), sebagai respons atas pemberitaan Majalah Tempo edisi 12–19 April 2026 yang dinilai tidak proporsional.
Aksi yang dipusatkan di lantai 5 gedung tersebut berlangsung tertib dan kondusif. Massa tampak membawa poster dan spanduk berisi kritik terhadap isi laporan Tempo, khususnya yang dianggap menyinggung Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh.
Sejak siang hari, ruangan dipadati kader yang secara bergantian menyampaikan aspirasi. Dalam orasi, mereka menilai pemberitaan tersebut tidak mencerminkan prinsip jurnalisme berimbang serta berpotensi merugikan nama baik tokoh dan institusi partai.
Ketua DPW NasDem Sulut, Victor Mailangkay, menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk spontanitas kader sebagai respons atas isu yang berkembang di ruang publik.
“Ini murni aspirasi kader dan simpatisan. Kami tetap menjunjung tinggi kebebasan pers, namun harus diimbangi dengan tanggung jawab, akurasi, dan etika jurnalistik,” ujar Mailangkay.
Ia menambahkan, kritik yang disampaikan bukan bentuk penolakan terhadap pers, melainkan dorongan agar media tetap menjaga profesionalisme dan integritas dalam menyajikan informasi kepada masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua DPW NasDem Sulut, Denny Rompas, membacakan tujuh poin pernyataan sikap yang menjadi garis resmi sikap organisasi. Di antaranya menegaskan komitmen terhadap supremasi hukum, penghormatan terhadap kebebasan pers sebagai pilar demokrasi, serta keprihatinan terhadap pemberitaan yang dinilai tidak proporsional.
Selain itu, massa juga mendesak adanya permohonan maaf terbuka dari Tempo, meminta klarifikasi serta pelurusan informasi, hingga mendorong Dewan Pers untuk melakukan penilaian etik. Tak hanya itu, DPW NasDem Sulut juga meminta DPP Partai NasDem untuk menempuh langkah hukum melalui somasi resmi.
Sejumlah perwakilan massa dalam orasinya turut menekankan pentingnya menjaga independensi dan objektivitas media di tengah dinamika politik nasional yang kian kompleks.
Aksi damai ini menjadi cerminan meningkatnya sensitivitas publik terhadap pemberitaan media, sekaligus menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara kebebasan pers dan tanggung jawab jurnalistik.
Kegiatan berakhir dengan tertib di bawah pengawalan internal partai, tanpa adanya insiden yang mengganggu jalannya aksi.






