Sulut1news.com, Kotamobagu — Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-62 Provinsi Sulawesi Utara, Pemerintah Provinsi menegaskan komitmen untuk tidak melupakan jejak dan jasa para pendahulu yang telah meletakkan fondasi pembangunan daerah.
Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulut, Tahlis Gallang, SIP, MM, memimpin ziarah ke makam mantan Wakil Gubernur Sulut periode 1986–1991, Drs. Abdullah Mokoginta, yang berlokasi di Desa Bilalang Dua, Kota Kotamobagu, Jumat (11/9/2026). Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian memperingati hari jadi provinsi.
Kedatangan rombongan Sekprov disambut hangat oleh keluarga besar almarhum Abdullah Mokoginta, serta jajaran Pemerintah Kota Kotamobagu yang dipimpin langsung Sekretaris Kota Kotamobagu, Sofyan Mokoginta. Suasana berlangsung khidmat saat upacara penghormatan, penaburan bunga di makam, dan dilanjutkan dengan ramah tamah bersama keluarga.
Perwakilan keluarga, Mutu B. Mokoginta, menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian Pemprov Sulut di bawah kepemimpinan Gubernur Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay.
“Kami sangat menghargai perhatian yang diberikan kepada para pemimpin terdahulu. Ini menunjukkan komitmen nyata untuk melanjutkan semangat pembangunan yang telah dirintis, bukan hanya membangun fisik, tetapi juga menghormati sejarah,” ujar Mutu mewakili keluarga.
Sekprov Tahlis Gallang menegaskan, ziarah ini bukan sekadar seremonial menjelang HUT provinsi. Lebih dari itu, ini adalah momen untuk meneguhkan tekad membawa semangat pengabdian para pendahulu ke dalam kerja-kerja pembangunan masa kini.
“Almarhum Abdullah Mokoginta adalah tokoh yang banyak memberikan kontribusi, baik saat memimpin maupun setelah mengabdi. Semangat beliau untuk mengabdikan diri bagi daerah ini, akan terus kami bawa untuk mewujudkan Sulut yang Maju dan Sejahtera,” ujar Tahlis.
Beliau juga menekankan bahwa peringatan HUT ke-62 bukan sekadar merayakan usia, melainkan merenungkan jejak para pendiri daerah, sekaligus memperkuat fondasi untuk melangkah ke masa depan yang lebih kokoh — dengan memastikan tidak ada nilai dan semangat yang terputus.
Kehadiran Sekprov di makam tokoh dari kawasan Bolmong Raya ini juga menjadi simbol bahwa pembangunan Sulut adalah kesatuan utuh dari berbagai wilayah dan latar belakang. Menghormati jasa tokoh dari masa lalu adalah cara menjaga persatuan dan memastikan visi pembangunan tetap berlandaskan nilai-nilai luhur yang diwariskan.
Semangat yang dirintis almarhum Abdullah Mokoginta dan para pendahulu lainnya, kini menjadi bekal berharga bagi Pemprov Sulut untuk terus berbenah dan melayani masyarakat di usia provinsi yang ke-62. (EL)






