DaerahPLN

PLN Siapkan Interkoneksi Listrik Luwuk–Morowali Utara, Dorong Pariwisata dan Industri Perikanan Banggai

79
×

PLN Siapkan Interkoneksi Listrik Luwuk–Morowali Utara, Dorong Pariwisata dan Industri Perikanan Banggai

Sebarkan artikel ini

Sulut1news.com, Luwuk – PT PLN (Persero) menegaskan komitmennya memperkuat keandalan pasokan listrik sekaligus mendorong percepatan transisi menuju energi bersih di wilayah Sulawesi Tengah. Upaya tersebut menjadi fokus utama dalam Rapat Koordinasi Kelistrikan yang digelar di Luwuk, Senin (16/3/2026), dengan melibatkan jajaran manajemen PLN, pemerintah daerah, serta perwakilan legislatif.

Pertemuan strategis ini membahas berbagai solusi jangka panjang untuk meningkatkan stabilitas sistem kelistrikan di wilayah Kabupaten Banggai hingga Morowali Utara, termasuk rencana pembangunan interkoneksi jaringan listrik antarwilayah yang dinilai menjadi kunci pemerataan energi.

Direktur Manajemen Pembangkitan PT PLN (Persero), Rizal Calvary Marimbo, mengatakan pertumbuhan ekonomi di Luwuk dan sekitarnya menunjukkan tren yang sangat positif. Kondisi tersebut menuntut ketersediaan listrik yang lebih besar, stabil, dan berkelanjutan.

Menurutnya, sektor pariwisata yang terus berkembang serta kebutuhan industri pendukung seperti cold storage di Banggai menjadi faktor utama meningkatnya kebutuhan daya listrik di wilayah tersebut.

“Pertumbuhan ekonomi di Luwuk sangat menjanjikan, terutama dari sektor pariwisata. Di sisi lain, kebutuhan listrik untuk fasilitas cold storage di Banggai juga meningkat pesat. Hal ini penting untuk menopang sektor perikanan serta usaha mikro, kecil, dan menengah agar terus berkembang,” ujar Rizal.

Baca Juga:  Transformasi Besar PLN: Pangkas Anak Usaha Jadi Setengah, Perkuat Infrastruktur Listrik Nasional

Ia menambahkan, PLN telah menyiapkan peta jalan pengembangan energi di kawasan tersebut dengan memanfaatkan potensi Energi Baru Terbarukan (EBT) yang melimpah di Sulawesi Tengah sebagai sumber pasokan listrik masa depan.

“Kami ingin memastikan pembangunan kelistrikan tidak hanya kuat secara sistem, tetapi juga ramah lingkungan melalui pemanfaatan energi bersih,” jelasnya.

Sementara itu, Anggota DPD RI asal Sulawesi Tengah, Febriyanthi Hongkiriwang, memberikan apresiasi terhadap langkah cepat PLN dalam merespons berbagai persoalan kelistrikan di lapangan. Ia menilai sinergi antara pemerintah pusat, PLN, dan pemerintah daerah sangat penting untuk menjawab kebutuhan listrik masyarakat.

“Kami mengapresiasi sikap kooperatif PLN dalam pengembangan jaringan listrik di Sulawesi Tengah. Namun aspirasi masyarakat terkait kondisi kelistrikan di Banggai dan Banggai Laut juga perlu menjadi perhatian serius agar potensi gangguan dapat diminimalisir,” kata Febriyanthi.

Baca Juga:  Mudik Lebaran 2026 Jadi Momentum, Transaksi SPKLU PLN Tembus Rekor Tertinggi

Ia juga menaruh harapan besar pada proyek interkoneksi jaringan listrik yang sedang direncanakan PLN, khususnya pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTG) yang akan menghubungkan beberapa wilayah strategis di Sulawesi Tengah.

“Kami berharap interkoneksi jaringan dari Luwuk menuju Tojo Una-Una, Morowali Utara hingga Tentena dapat segera terealisasi. Ini merupakan solusi jangka panjang agar tidak ada lagi wilayah yang terisolasi dari akses listrik,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Suluttenggo, Usman Bangun, menegaskan bahwa PLN saat ini tengah bekerja ekstra keras untuk memperkuat sistem distribusi listrik sekaligus memperluas akses energi hingga ke wilayah pelosok.

“Kami mendengar dan mencatat setiap aspirasi yang disampaikan, baik oleh anggota DPD RI maupun para kepala daerah. Fokus kami saat ini adalah memperkuat keandalan sistem distribusi dan mempercepat pembangunan infrastruktur interkoneksi,” ujar Usman.

Menurutnya, sistem interkoneksi akan memberikan dampak besar terhadap stabilitas pasokan listrik karena memungkinkan daerah satu dengan daerah lainnya saling menopang ketika terjadi gangguan.

Baca Juga:  BGN Buka Seleksi PPPK Tahap Ketiga dan Keempat dengan Total 64.920 Formasi, Rencananya Kuartal I-2026

“Jika sistem sudah terhubung secara interkoneksi, maka pasokan listrik akan jauh lebih stabil karena beban dapat dibagi antarwilayah,” jelasnya.

PLN juga tengah melakukan evaluasi terhadap sejumlah daerah yang hingga kini belum mendapatkan akses listrik secara optimal. Untuk wilayah yang sulit dijangkau jaringan utama, PLN mempertimbangkan pembangunan pembangkit berbasis energi terbarukan sebagai solusi.

“Kami terus mencari solusi paling efektif, baik melalui perluasan jaringan konvensional maupun pembangunan pembangkit berbasis EBT untuk wilayah terpencil,” pungkas Usman.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri oleh Bupati Banggai dan Bupati Morowali Utara yang menyatakan komitmen penuh pemerintah daerah dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur kelistrikan, termasuk dalam hal perizinan dan pembebasan lahan.

Sinergi antara PLN, pemerintah pusat, dan pemerintah daerah ini diharapkan mampu mempercepat pemerataan listrik di Sulawesi Tengah sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru, terutama di sektor pariwisata, perikanan, dan industri berbasis sumber daya lokal.
Redaksi Sulut1News